Sudahkah Anda Miliki Senyum Pertanda Awet Muda dan Hidup Lebih Melimpah Ini?

smile

image via pixabay

Semua orang dapat setuju kalau senyum bisa menggambarkan perasaan senang dan bahagia seseorang.

Karena senyum memang universal sifatnya.

Dengan senyum, hati menjadi bahagia dan menularkan kebahagian serupa kepada orang lain.

Meskipun tidak selamanya senyum itu menggambarkan rasa bahagia, paling tidak senyum tulus dari Anda itu adalah sesuatu banget.

Lalu, tahukah Anda kalau senyum itu ternyata bisa dibedakan menjadi 2 tipe umum?

Dua (2) tipe senyum yang diperkenalkan pertama kali oleh Neurolog asal prancis, Guillaume Duchenne.

Senyum seperti apakah itu?

Sebelumnya, apakah Anda bisa membedakan mana senyum terbaik yang diberikan oleh artis berikut ini menurut Anda?

Senyum di sebelah kiri atau sebelah kanan?

 

image via popsugar

image via popsugar

Nah, jawaban Anda semoga sama dan setuju semua,

Bahwa senyum gambar disebelah kanan-lah yang mencerminkan ketulusan hati pancaran rasa bahagia sesungguhnya.

Dan, dimanakah letak perbedaan dari kedua senyum tersebut?

Inilah yang diperkenalkanan Guillaume Duchenne sebagai 2 tipe senyuman

Pertama adalah senyum “Duchenne Smile” – senyum sumringah yang melibatkan otot-otot sekitar pipi dan bibir Anda (gambar sebelah kanan).

Kedua adalah senyum yang dikategorikan sebagai “Non-Duchenne Smile” – senyum yang biasa Anda berikan saat ber-selfie atau ber-wefie ria yang kadang dikomandoi dengan “say cheese..!” (gambar sebelah kiri)

“Duchnene Smile” diklaim sebagai senyum tulus yang lebih menunjukkan emosi positif yang pada giliran juga akan berefek positif pada orang lain.

Sekali lagi, coba perhatikan gambar sebelah kanan diatas tadi,

Terlihat bahwa otot sekitar pipi terangkat (membuat otot sekitar mata pun terangkat) juga otot ujung bibir terangkat.

Bedakan dengan gambar sebelah kiri yang hanya otot ujung bibir saja yang terangkat.

Biar lebih jelas, bisa diperhatikan gambar berikut ini:

image via louisemahler

image via louisemahler

Yang menarik perihal “Duchenne Smile” adalah hasil riset yang dilakukan oleh Dacher Keltner and LeeAnne Harker dari University of California, Berkeley.

Mereka melakukan analisa terhadap 141 poto buku tahunan lulusan tahun 1958 sampai 1960 Mills College.

Kebetulan yang diambil dan diamati fotonya adalah wanita semua.

Semua wanita dalam buku tahunan tersebut pasti tersenyum, kecuali 3 orang saja yang tidak tersenyum.

Rata-rata umur mereka pada saat foto buku tahunan tersebut diambil adalah 20-21 tahun.

Mereka yang tersenyum kemudian dipisahkan lagi kedalam kategori “Duchenne Smile” dan “Non Duchenne Smile”.

Para wanita yang menjadi sample adalah mereka yang telah ikut serta dalam Mills Longitudinal Study.

Yakni suatu studi berkelanjutan sampai 50 tahun ke depan untuk mau dihubungi dan dimintakan data tertentu sepanjang waktu tersebut.

Mereka dihubungi untuk mengisi beberapa pertanyaan seputar kehidupan mereka pada saat berusia 27, 43, dan 52 tahun.

Semua data yang ada dianalisa dengan melibatkan juga para ahli ekspresi wajah untuk bisa dipisahkan mana yang berfoto dengan “Duchnee Smile” mana yang tidak.

Sampailah pada kesimpulan bahwa para wanita yang dipoto di buku tahunan tahun 1958-1960 yang menampilkan senyum indah “Duchenne Smile” setelah 30 tahun kemudian hidupnya “lebih berkualitas”.

Para wanita yang tersenyum dengan “Duchenne Smile” di tahun 60-an itu bisa hidup lebih mapan saat ini.

Mereka juga lebih cepat pulih sesaat setelah menghadapi situasi yang negatif dan lebih fokus dalam pencapaian hidup.

Lebih lengkap perihal riset tersebut bisa dibaca disini.

Wow.., ternyata mereka yang memberikan “Duchenne Smile” memiliki jiwa optimis dan hidup lebih mapan setelah puluhan tahun kemudian.

Hehehe, namanya hasil riset ya, bukan sesuatu yang absolut pastinya.

Namun, tidak ada salahnya juga bila Anda segera memulai dan memberikan “Duchenne Smiles” Anda dalam kehidupan sehari-hari dong…

Efek timbal Balik

Yang juga menarik adalah riset yang dilakukan oleh Robert Soussginan untuk menganalisa fungsi “Duchenne Smile” dan “Non-Duchenne Smile” kaitannya terhadap emosi.

Pak Robert mengajak 96 responden yang semuanya juga kebetulan wanita berumur 21-28 tahun, untuk mengekspresikan raut wajah tertentu dengan pensil di mulut.

Coba Anda bayangkan atau lakukan untuk menaruh pensil di mulut Anda.

Letakan ujung pensil diantara gigi Anda dan bedakan dengan meletakkan pensil diantara bibir Anda.

Bila Anda letakkan ujung pensil digigit diantara gigi depan Anda, maka otot-otot pipi Anda terangkat demikian juga ujung bibir Anda sehingga Anda dipaksa untuk memberikan “Duchenne Smile”.

Sebaliknya bila Anda meletakkan ujung pensil di bibir Anda, maka rahang Anda menjadi kebawah dan Anda jadi seperti cemberut.

Tentunya ini merupakan kebalikan dari “Duchenne Smile”.

Kembali lagi pada percobaan pak Roberts yang bisa Anda baca lengkap disini,

Masing-masing mahasiswi yang diminta mengigit ujung pensil dengan beberapa perlakuan berbeda kemudian diminta untuk menonton film.

Mereka diminta untuk menonton film pendek dari film yang menyenangkan (lucu, humor) hingga film yang tidak menyenangkan (sedih).

Reaksi emosi yang muncul kemudian diukur dengan bantuan komputer.

Hasilnya, para mahasiswi yang mengigit pensil dengan gigi (yang melakukan “Duchnene Smile”) menunjukkan perasaan emosi yang lebih positif.

Mereka memiliki energi yang lebih positif dari mahasiswi lain yang menonton film dengan ekspresi wajah cemberut.

Dengan kata lain, ekpresi wajah tersenyum yang melibatkan otot di mulut dan pipi ternyata bisa menstimulus otak dan emosi positif.

Anda bisa merasakan senang dengan mengubah ekspresi wajah Anda untuk tersenyum.

Anda tidak perlu bahagia dulu untuk tersenyum karena justru senyum yang bisa membuat Anda bahagia.

Senyum bisa menolong Anda untuk merasakan senang dan bahagia meskipun awalnya Anda tidak dapat merasakannya.

Makanya tidak heran kalau banyak anjuran agar Anda ramah untuk tersenyum sebab senyum bisa menstimulus otak Anda untuk senang dan bahagia.

Apalagi kalau senyumnya adalah “Duchnene Smile”.

Kekuatan Senyum Lainnya

image via pixabay

image via pixabay

Ada baiknya juga Anda saksikan video presentasi Ron Gutman di Ted yang berjudul “The Hidden Power of Smiling”.

Pak Ron banyak memaparkan perihal kekuatan-kekuatan senyum sebagai hasil dari beberapa penelitian lainnya.

Beberapa diantaranya bisa Anda simak berikut ini, bahwa:

Peneliti Inggris menyatakan satu senyuman bisa menghasilkan stimulus di otak yang sama dengan efek dari 2000 batang coklat.

Tentunya hal ini bisa mengurangi stres dan memacu hormon positif lainnya yang membawa Anda menjadi lebih tenang.

Dan tentunya tidak seperti coklat, senyum lebih sehat sebab tak ada asupan kalori berlebihan harus Anda konsumsi masuk ke dalam tubuh Anda.

Penelitian lain juga bilang bahwa senyuman sama seperti menerima 16.000 poundsterling dalam bentuk tunai yang sama seperti 25 ribu dolar per setiap senyum.

Ini berarti Anda adalah seorang yang kaya bila selalu ramah memberikan senyum.

Penelitian di Penn State University, juga memaparkan bahwa saat Anda tersenyum Anda tidak saja terlihat lebih menyenangkan dan sopan, tetapi Anda juga telihat lebih kompeten.

Maka, bila Anda ingin sehat, kaya, hebat dan kompeten, ayo tersenyumlah…🙂

Jadi ingat beberapa hadist Nabi Muhammad SAW, perihal senyum (diambil dari link Aa Gym) berikut ini:

1. Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

2. Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata,“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)

Salam…