Bagaimana Menggapai Ketenangan Pikiran Dalam 2 Detik?

image via flicr

image via flicr

Ada seorang tibetan Budhis Master, yakni Pak Mingyur Riponche, bicara perihal¬†meditasi dan “monkey mind” di Youtube.

Apakah “monkey mind”?

Dia adalah perkataan, perasaan ataupun emosi yang selalu datang silih berganti di kepala Anda.

Dia selalu datang silih berganti di kepala Anda yang memberikan saran, ide, opsi dan lain sebagainya terhadap Anda.

Kadang-kadang dia lompat ke masa lalu, kadang-kadang lompat ke masa depan dan jarang sekali mau diam di saat ini.

Itu sebabnya Anda bisa merasa menyesal, kecewa, ragu-ragu, sedih, marah, takut dan lain sebagainya karena mendengarkan “monkey mind” Anda yang selalu berbicara.

“Monkey mind” itu tidak bisa diam. Dia akan selalu aktif.

Dimanapun Anda berada, dia akan selalu aktif bicara dan menyajikan beragam pilihan, saran, ide dan lain sebagainya.

Tak akan pernah berhenti dimanapun Anda berada.

Suatu saat Anda bisa saja pergi berlibur untuk meredakan “monkey mind” Anda. Pergi ke suatu tempat yang nyaman dan indah.

Anda menyukainya dan memang benar pikiran Anda bisa mulai tenang.

Anda merasakan kenyamanan dan ketenangan di hari pertama Anda liburan.

Apakah Anda jaminan kalau pikiran Anda itu akan tetap tenang dalam 2 (dua) hari kemudian?

Tak ada jaminan…

Dalam 2 (dua) hari kemudian, pikiran Anda akan “overload” kembali, meskipun waktu liburan Anda belum selesai.

Anda bisa saja tiba-tiba ingat kalau kerjaan Anda masih menumpuk di kantor padahal liburan Anda masih panjang.

Kenyamanan yang dirasakan hanya 2 (dua) hari saja, sudah itu “monkey mind” kembali berseliweran..

Lalu melompatlah ia ke masa lalu, “kenapa tidak bisa diselesaikan jauh hari sebelum liburan?”.

Atau melompatlah ia ke masa depan, “bagaimana nanti kalau tiba-tiba pimpinan Anda butuh pekerjaan Anda besok dan dia menelpon Anda?”

Lalu lompat lain kemasa lalu, lompat lagi ke masa depan terus saja seperti itu.

Kadang-kadang lompat ke lain masalah memunculkan emosi tertentu. Lompat lagi ke soal lainnya membuat liburan Anda jadi semakin tak nyaman.

Yah, itulah “monkey mind”.

Namun sesungguhnya, pikiran Anda itu bukan Anda.

Itu terserah Anda mau menerimanya atau tidak.

Namun, Anda bisa sangat serius mendengarkan “monkey mind”, atau bahkan terjebak didalamnya.

Oleh sebab itu, Anda harus membuat “monkey mind” Anda jinak.

Caranya, tentu saja, pak Mingyur menganjurkan Anda untuk melakukan meditasi.

Meditasi tidak perlu butuh waktu lama. Anda bisa melakukannya dalam satu atau 2 (dua) detik. Terserah Anda.

Anda bisa melakukannya kapan saja, saat Anda di jalan, saat Anda di rumah, ataupun saat Anda di kantor. Anda bisa melakukannya.

Banyak orang salah paham terhadap meditasi, kata pak Mingyur lebih lanjut.

Meditasi bukan menahan pikiran atau mengosongkan pikiran alias tidak berpikir apa-apa.

Anda tidak bisa melakukan itu.

Anda tidak bisa menahan pikiran dan emosi Anda sebab pada kenyataannya, Anda membutuhkan pikiran dan emosi Anda.

Anda hanya perlu menjinakkan pikiran dan emosi Anda itu, menjinakan “monkey mind” Anda.

Sang Master Budist kemudian memberikan solusi untuk menjinakan “monkey mind” dengan meditasi sederhana, yakni Anda cukup perhatikan napas Anda.

Anda bisa berkata “hello monkey mind”, ayo… perhatikan napas. Perhatikan napas… Masuk dan keluar napas..

Itu artinya Anda sudah melakukan meditasi sederhana setiap saat dan setiap waktu untuk menjinakan “monkey mind” Anda.

Dengan cara itu, pelan-pelan Anda bisa melihat bahwa Anda dan pikiran Anda tidaklah sama.

Anda bisa mengontrol pikiran Anda untuk kembali ke saat ini. Fokus pada saat ini.

Ini yang kemudian diperkenalkan di dunia barat sebagai kondisi “mindfulness”.

Keadaan dimana Anda dapat menjaga pikiran, tubuh dan perasaan Anda untuk tetap tenang

Kita kembali lagi pada penjelasan dari pak Mingyur Riponche diatas. Dari penjelasannya, kita dapat simpulkan beberapa point berikut:

1.Point pertama adalah pikiran dan emosi Anda itu akan selalu sibuk bicara ini dan itu,

2.Point kedua adalah Anda harus punya kesiagaan terhadap pikiran dan emosi Anda,

3.Point ketiga adalah Anda menjaga kesiagaan dengan cara mengalihkan perhatian ke napas Anda.

Sadar ada “monkey mind”, lalu jinakan dengan mengalihkannya untuk memperhatikan napas Anda.

Well, itu semua terserah Anda untuk mau mencobanya atau tidak.

Dan, alangkah lebih elok, untuk sahabat-sahabat muslim terutama, bila Anda mau mengubah point ketiga diatas menjadi sebagai berikut:

3.Point ketiga adalah Anda menjaga kesiagaan atau “awareness” Anda dengan selalu ingat pada Tuhan alias Dzikrullah. ¬†

Dalam 2 detik, alihkan pikiran dan ingatan Anda kepada Tuhan, Allah Yang Maha Besar.

“Saat mengingat Allah, tidak boleh ada bentuk / bayangan apapun, tulisan, suara, cahaya, warna, dan apapun juga di dalam fikiranmu. Semua itu bukanlah Allah, melainkan ciptaan…..” lengkapnya bisa dipelajari di website ini.

Tidak lari ke masa lalu atau masa depan…

Untuk yang satu ini, saya juga masih terus meminta kepada Allah, semoga diberikan bimbingan dan tuntunan dariNya karena masih tertatih-tatih…

Semoga demikian juga untuk Anda semua…