Kenali dan Kalahkan Musuh Utama Anda

bigstock-Will-you-choose-I-am-a-Winner-21747167

Banyak pembahasan perihal mengapa kita perlu percaya diri karena diyakini orang-orang dengan penuh percaya diri akan lebih berhasil daripada orang-orang yang kurang percaya diri.

Saya sendiri sebenarnya masih belum paham, apa sebenarnya rasa percaya diri itu.

Sebab menurut saya, sesungguhnya hanya ada 2 (dua) musuh utama yang seharusnya Anda dan saya waspadai dan kalahkan, yaitu:

1. Pikiran Anda sendiri

Pikiran Anda harus diwaspadai karena dia yang akan kerap kali berbicara pada Anda dan berkata bahwa Anda tidak layak.

“Apakah saya sudah yakin bisa melakukannya?” 

“Saya tidak memiliki kemampuan untuk itu sebelumnya. Ini sesuatu yang baru. Saya belum tahu apa-apa. Jadi saya pasti gagal!”

“Jangan coba-coba untuk berbicara nanti kamu hanya akan jadi tertawaan saja”.

Banyak lagi suara-suara negatif yang biasanya berbisik di telinga Anda.

Itulah musuh pertama yang merupakan sahabat karib Anda yang selalu menemani dimana pun Anda berada karena dia adalah pikiran Anda.

Berhati-hati karena terkadang kita lebih sering mendapatkan suara negatif darinya.

2. Suara-Suara di luar Anda

Suara di luar Anda bisa berupa standar, ukuran ataupun pendapat dari orang-orang terdekat Anda seperti:  orang tua, istri, saudara, teman, atasan dan lain sebagainya yang selalu membuat pernyataan-pernyataan yang terkadang meragukan Anda.

”Apakah kamu sudah yakin dengan keputusan kamu?”

“Apakah sudah dipikirkan baik-baik? Si fulan saja sudah mencobanya berkali-kali tetapi tidak berhasil juga tuh.”

“Semoga kamu menang agar kita semua senang.”

Itulah musuh kedua Anda.

Standar orang lain memang terkadang berguna untuk memacu semangat, tetapi terkadang malah membuat beban.

Yang juga harus Anda waspadai adalah bila kedua musuh itu saling berkolaborasi.

Misalkan, Anda hendak maju sebagai ketua panitia acara kantor. Musuh pertama Anda akan berkata,”Saya belum punya pengalaman, bisa tidak ya?”

Kali pertama, Anda akan tetap berpikiran positif dan bilang pada musuh nomor satu Anda bahwa Anda bisa dan Anda akan belajar dari teman Anda yang pernah sukses menjadi ketua panitia di periode lalu.

Sayangnya, atasan Anda berkata bahwa Anda harus lebih sukses daripada teman Anda.

Nah… sekarang gilirannya musuh nomor dua yang akan masuk dan berkata,”Anda tidak bisa sesukses atau melebihi teman Anda.”

Tentu saja Anda sudah sangat-sangat harus berhati-hati dengan kolaborasi tersebut.

Kenalilah… Bila kita sudah mengenali kita hanya tinggal mencari senjata untuk mengatasinya.

Kenalilah… untuk kemudian ciptakan strategi mengatasinya sehingga Anda tidak akan terpengaruh oleh suara-suara tersebut.

Namun tetaplah ingat…bahwa terlalu yakin pada kemampuan sendiri tetapi tidak realistik juga tidak baik.

Terlalu yakin terkadang menyeret kita untuk bertindak semaunya, terkesan sombong dan celakanya kalau gagal malah membuat orang mencibir dan sangat senang dengan kegagalan kita.

Semoga berkenan.

8 thoughts on “Kenali dan Kalahkan Musuh Utama Anda

  1. Pingback: PD (copas) | sahsahsaja's Blog

  2. Sangat dahsyat artikel ini Pak..
    cuma biasanya saya mau mengemukakan pendapat tp takut kelihatan seperti menggurui karena teman bergaul saya cenderung lebih tua dari saya sehingga saya lebih memilih untuk diam saja, Pak..
    saya ingin minta saran dari Bapak jika berkenan tolong di jawab Pak..
    terima kasih 🙂

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s