Aturan 3x Repetisi untuk Melakukan Presentasi dan Orasi Kelas Dunia

three-simple-rules

Salah satu taktik pemimpin untuk membangun kharisma adalah memiliki ketrampilan berkomunikasi yang baik. Dengan komunikasi yang baik, pesan seorang pemimpin dapat mudah diingat dan menghujam kedalam memori para anggotanya. Dan untuk bisa menyampaikan pesan seperti ini maka teknik repetisi adalah kuncinya.

Salah satu teknik repetisi yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan dengan baik, lengkap dan mudah diingat adalah teknik pengulangan 3x repetisi. Kenapa ada aturan 3x repetisi? Sebab menurut penelitian Prof. George Miller, Manusia memiliki kesulitan untuk mempertahankan ingatan jangka pendek bila harus mengingat lebih dari tujuh sampai sembilan digit. Sesuatu itu akan mudah diingat dalam memori jangka pendek bila hanya terdiri dari tiga atau empat potongan informasi saja.

Coba deh. Saudara-saudara pasti bisa buktikan betapa sangat mudah untuk mengingat kata-kata berikut yang memenuhi aturan 3x:

Deklarasi Kemerdekaan AS:Life, liberty, and the pursuit of happiness

Semboyan Francis: “Liberty, equality, and fraternity”

Semboyan Olimpiade: “Citius, Altius, Fortius”

Julius Caesar: “Vini, Vidi, Vici”

Ki Hajar Dewantara: “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”

Ustadz Yusuf Mansur: “Allah dulu, Allah Lagi, Allah Terus”

Aturan pengulangan 3x juga akan sangat efektif bila diterapkan dalam Presentasi. Sang Maestro mendiang Steve Jobs selalu menggunakan aturan ini dalam melakukan presentasi. Contoh pada presentasinya di tahun 2007 saat memperkenalkan iPhone. Steve jobs melakukan perkenalan iPhone itu sebagai gabungan 3 produk revolusioner : “iPod, Phone dan Internet”. Kata-kata itu terus dia ulang-ulang 3 kali sampai para audiens memahami bahwa itu semua terwakili dalam satu alat yakni iPhone.

 dsc_0165

Dan kalau Anda rajin mengikuti presentasi sang maestro pemasaran dan teknologi ini, mendiang Steve Jobs sepertinya sangat menyukai untuk menggunakan aturan 3x di setiap slide presentasinya. Coba perhatikan presentasi lainnya saat dia memperkenalkan Ipad sebagai perbaduan antara smartphone dan laptop

steve-jobs-introduces-the-ipad

Demikian seterusnya. Aturan 3x selalu konsisten dia lakukan.

steve_jobs_march2011

Kemudian dalam hal orasi, Steve Jobs pun selalu konsisten menggunakan aturan 3 x repetisi. Contoh pada Juni 2005, Steve Jobs menyampaikan orasi di depan para Mahasiswa Lulusan Universitas Stanford dengan tetap konsisten menggunakan aturan 3x repetisi:

 “Today I want to tell you three stories.(1) The first story is about connecting the dots. (2) My second story is about love and loss. (3) My third story is about death.“

“… [1] don’t waste it living someone else’s life. [2] Don’t be trapped by dogma – which is living with the results of other people’s thinking. [3] Don’t let the noise of others’ opinions drown out your own inner voice.”

Tidak mau kalah, President Amerika Serikat Obama juga menggunakan teknik pengulangan 3x, contohnya:

“We want our children to live in an America, (1) that isn’t burdened by debt, (2) that isn’t weakened up by inequality, (3) that isn’t threatened by the destructive power of a warming planet (paragraf 18 Pidato Kemenangan Obama 7 November 2012).”

Kegaguman, salut dan rasa bangga saya justru buat Pahlawan Nasional dan Salah Satu Proklamator kita, mendiang Ir. Soekarno. Tidak banyak yang menyimak mungkin. Beliau pun selalu menggunakan teknik orasi tingkat dunia dengan pengulangan 3x. Coba simak cuplikan orasinya berikut:

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa (1) kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena (2) kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah (3) kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”

“(1) Ditengah-tengah nyalanya api, (2) ditengah-tengah menggeledeknya meriam, (3) ditengah-tengah menghebatnya kekacauan, kita harus menjalankan, memperlengkapi, menyempurnakan pemerintahan kita.” (potongan pidato Ir. Soekarno 17 Agustus 1946: Sekali Merdeka Tetap Merdeka).”

Lebih dahsyat lagi. Cara ini pun beliau gunakan saat melakukan orasi di depan Dunia Internasional:

“…(1) Kami berhak untuk didengar, (2) Kami bukannya barang dagangan, (3) Kami adalah bangsa yang hidup dan perkasa yang mempunyai peranan dan mesti memberi sumbangan kepada dunia…(potongan pidato Ir. Soekarno Dimuka Sidang Umum P.B.B. ke – XV, 1960)”

“…(1) Tak seorang mahlukpun berhak menggunakan hak prerogatif Tuhan Yang Maha Kuasa. (2) Tidak seorangpun berhak menggunakan bom hidrogen. (3) Tidak satu bangsa pun berhak menjadi sebab hancurnya bangsa bangsa lainnya…(potongan pidato Ir. Soekarno Dimuka Sidang Umum P.B.B. ke – XV, 1960)”

Kesimpulannya, kita pun bisa mencoba menggunakan teknik ini manakala ada kesempatan untuk melakukan presentasi atau orasi biar berkelas dunia. Mari kita coba teman-teman. Semoga ini (1) bisa dipahami, (2) bisa diingat dan (3) bisa dipraktekkan. Nah. Saya pun sudah menggunakan aturan 3x repetisi kan. 🙂

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s