Teknik Bercerita Ala Pembicara Dunia

5832764969_eedb64358d_o

Banyak teknik dapat digunakan oleh seorang pembicara agar bisa menarik perhatian audiens. Salah satu teknik yang bisa kita pelajari dan praktekkan serta diyakini bisa efektif dalam menarik perhatian audiens itu adalah teknik bercerita.

Siapapun akan memberikan perhatian pada cerita. Itulah kenapa buku cerita, dongeng, film, drama, bahkan sinetron bisa menarik perhatian karena kita semua menyukai cerita. Kita bisa duduk diam untuk membaca buku cerita berjam-jam atau duduk diam tanpa mau diganggu dan terganggu hanya karena sedang menyaksikan sinetron kesayangan kita sedang tayang di tv. Itu semua demi cerita yang bisa membawa kita berada dalam negeri khayalan kita masing-masing.

Peter Guber bilang, ”orang tidak akan beraksi hanya karena melihat data, slide powerpoint, atau spreadsheet angka. Orang hanya akan tergerak oleh emosi. Dan cara terbaik agar orang tersebut terhubung secara emosional dengan maksud kita, harus dimulai dengan …once upon a time ….”

Bagaimana agar cerita kita bisa bagus seperti seorang pembicara dunia? Berikut beberapa teknik yang bisa kita gunakan saat kita bercerita:

1. Libatkan Audiens Anda

Libatkan Audiens Anda saat Anda bercerita karena Anda tidak sedang berbicara sendiri.

Contoh, bila Anda berkata: “Selamat pagi bapak ibu, pagi ini saya merasa senang karena bisa hadir di hadapan Anda.” Gaya seperti ini tidak akan melibatkan Audiens Anda.

Coba kalau Anda berkata: ”Selamat pagi bapak ibu, siapa yang hari ini merasakan semangat berbeda daripada hari sebelumnya, boleh angkat tangan?” atau, “Siapa dari bapak ibu yang tahu? Siapa yang pernah?… Siapa yang pernah mengalami …?” maka audiens Anda akan merasa terlibat dan diajak berdialog.

Beri kesempatan Audiens untuk terlibat. Tidak perlu terburu-buru melanjutkan cerita. Diam sejenak untuk memberi waktu kepada audiens menyelesaikan tertawanya atau sekedar memberikan respon singkat sangatlah baik.

2. Detailkan Cerita dengan Visualisasi, Suara dan Gerak 

Buatlah cerita Anda cukup detail sehingga audiens bisa membayangkan, mendengarkan dan merasakan apa yang Anda ceritakan. Perhatikan dua contoh kalimat berikut untuk mengetahui lebih jelasnya.

Contoh1: ”Suatu hari saya sedang duduk minum kopi tiba-tiba datang tetangga saya membawa kabar…

Contoh2: “Suatu hari saya sedang duduk di bangku kayu jati yang sudah tua tetapi tetap kokoh karena kayunya jati asli. Saya duduk seorang diri hanya ditemani secangkir kopi yang baru saja saya buat, aroma kopinya begitu menyengat harum dihidung membuat semangat kembali bergairah. Waktu istirahat ini semakin nyaman karena saya juga mendengar kicauan merdu burung-burung yang begitu merdunya saling bersahut-sahutan membuat suasana hati dan pikiran menjadi sangat tenang, tapi tiba-tiba datang tetangga saya membawa kabar…

Perhatikan bedanya. Mana yang akan membuat audiens merasa mengalami cerita secara langsung? Pasti semua setuju di contoh2. Detailkan cerita untuk membawa Audiens terus mengikuti Anda karena mereka dengan itu mereka bisa membayangkan dan berada dalam cerita Anda.

3. Detailkan dengan Analogi dan Perbandingan

Detailkan karakter tokoh Anda dengan analogi dan perbandingan. Analogi dan perbandingan bisa dilakukan lewat postur, mimik suara, gerakan tubuh dan bahasa tubuh lainnya. Usaha ini ditujukan agar audiens Anda tahu dan mampu membayangkan karakter tokoh di cerita Anda dalam pikiran mereka.

Para pelaku stand up comedy paling pandai dalam melakukannya. Mereka bisa meniru mimik wajah dan mengubah suara mereka menjadi anak kecil, kakek-nenek, bapak-ibu dengan intonasi yang mengambarkan perasaan. Apakah sang tokoh lagi gembira, sedang sedih, atau penuh kegalauan semua bisa dirasakan bedanya.

Analogi dan perbandingan juga bisa Anda lakukan meskipun Anda tidak punya tokoh dalam cerita Anda. Contoh detail perihal bagaimana bercerita dalam presentasi produk, angka dan grafik bisa Anda contoh dari cara presentasi mendiang Steve jobs. Anda bisa membacanya di tulisan lalu disini bila tertarik ingin mengetahuinya.

4. Sampaikanlah Pesan

Cerita baik adalah cerita yang bisa memberikan pesan manfaat kepada audiens Anda. Oleh karena itu, buatlah cerita dengan pesan khusus untuk audiens Anda. Pesan peihal kejujuran, kerja keras, kegigihan hidup dan kesuksesan biasanya menjadi tema menarik untuk diceritakan. Perihal bagaimana produk Anda bisa memberikan hasil baik bagi kehidupan audiens Anda.

Itulah beberapa teknik yang bisa kita lakukan saat bercerita. Bagaimana menurut pendapat Anda semua? Ada tambahan mungkin?

Intinya, bercerita itu harus disusun dan diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan tujuan Anda berbicara. Seorang karyawan marketing yang melakukan presentasi produk di depan calon pelanggan pasti berbeda cara berceritanya dari seorang dosen yang sedang menyampaikan ilmu manajemen dihadapan para mahasiswa.

Tidak mungkin Anda pakai cara yang sama di semua kesempatan. Yakinkan diri bahwa setiap Anda punya cerita untuk disampaikan. Tinggal bagaimana cara untuk menyampaikannya ke orang lain dengan baik menjadi pekerjaan utama.

Alhamdulillah, saya dapat tips lagi untuk saya praktekkan. Paling tidak saya jadi tahu bagaimana cara mendongeng untuk anak. Semoga ini juga bermanfaat buat sahabat semua.

Photo credit: Magenta Rose

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s