Penjaga dan Menjaga Motivasi Kerja

4691529790_c50886d295_b

Seorang pemimpin harus dekat dan menghargai orang yang dipimpinnya. Ungkapan klise yang semua orang juga sudah tahu tetapi terkadang dianggap sepele untuk dipraktekkan. Padahal sesuatu yang dianggap sepele ini sangat ampuh dalam menjaga motivasi kerja.

Dan Ariel, seorang professor of psychology and behavioral economics di Duke University, telah melakukan eksperimen perihal motivasi kerja. Hasil eksperimennya itu dia sampaikan lewat presentasi di Tedx.  Dua hal dari presentasinya yang sangat saya ingat adalah:

  1. Bila Anda tidak pernah memberikan apresiasi maka seseorang cenderung ingin dibayar lebih sampai batas tertentu imbalan itu tidak bisa menahan motivasi nya lagi.
  2. Bila Anda tidak pernah memberikan apresiasi maka seseorang cenderung tidak punya komitmen untuk bekerja baik dan lebih baik lagi.

Itulah kenapa Khalifah Umar bin Khattab begitu menjaga hati para rakyatnya. Beliau sangat dekat dan perhatian pada rakyatnya. Itulah mengapa TP Rachmat bilang bahwa kita harus memperhatikan mimpi para anggota kita. Bila Anda tertarik bisa membacanya kembali disini.

Saya ingat bahwa saya dulu pernah belajar teori Herzberg di suatu seminar HRD perihal rasa bahagia dan rasa kecewa. Seminar besar yang dihadiri oleh para praktisi HDR sementara saya datang sebagai orang dari departemen finance. Alhamdulillah ada kesempatan buat belajar masalah HRD.

Nah menurut Herzberg, rasa bahagia dan kecewa dalam bekerja itu tidak disebabkan oleh faktor atau alasan yang sama. Anda tidak bisa bilang bahwa Anda akan bahagia dan akan kecewa di tempat kerja semata-mata dari seberapa besar gaji Anda.

Gaji Anda sudah tinggi tetapi bisa jadi Anda merasa tidak bahagia dalam bekerja karena tidak ada kesempatan Anda untuk melakukan pengembangan dan mendapatkan penghargaan diri. Sebaliknya, gaji Anda mungkin pas-pasan tetapi Anda merasa begitu bahagia dalam bekerja karena Anda bisa mempelajari sesuatu yang membuat Anda lebih berkembang dan dihargai.

Inilah apa yang disebut dengan intrinsic motivator oleh Daniel Pink, seorang penulis buku perihal kerja, bisnis dan manajemen ternama di dunia. Daniel bahkan menambahkan bahwa seseorang itu akan senang di pekerjaannya jika dia merasa bahwa pekerjaan tersebut penting, ada penghargaan, tanggung jawab dan pencapaian.

Gaji tinggi, status bos, tempat kerja nyaman bisa membuat Anda tidak bahagia kalau tidak ada penghargaan, tanggung jawab dan pencapaian dari kerja Anda. Pada akhirnya Anda harus memutuskan untuk keluar. Hal yang sama bisa saja terjadi pada rekan kerja dan anggota kerja Anda.

Dari uraian diatas, bisa kita simpulkan bahwa tugas Anda bila nanti menjadi seorang pemimpin dan penjaga motivasi adalah untuk selalu melakukan hal-hal berikut:

  1. Buat semua anggota team merasa dihargai atas setiap hasil yang diperoleh,
  2. Berikan intrinsic reward dan jangan ditunda-tunda
  • Penghargaan tulus,
  • Tanggung jawab lebih,
  • Sapaan hangat,
  • Perhatian kepada anggota keluarga,
  • Kesempatan untuk tumbuh dan berkembang,
  • Pengetahuan dan informasi yang sama,
  • Tantangan kerja yang lebih sulit,
  • Perhatian atas hasil kerja dan dampaknya bila ternyata tidak jadi diteruskan dsb.

Semua itu menyangkut perasaan, lebih personal, lebih spesifik dan sangat tergantung waktu. Menunda melakukannya akan kehilangan arti. Contoh, Anda lebih senang mana? Mendapat ucapan apresiasi telah melakukan kerja bagus tepat di hari itu atau beberapa hari setelahnya? Pasti akan lebih berkesan untuk Anda bila ucapan itu Anda terima pada tanggalnya.

Terjawab sudah kenapa dalam kasus tertentu, banyak orang bertahan bekerja karena dia melihat ada nilai-nilai itu ditempat kerjanya meskipun dia tahu bahwa penghasilannya pas saja.

Lalu bagaimana menerapkannya untuk diri sendiri biar tetap termotivasi dan semangat bekerja?

  1. Anda harus punya tujuan, misi dan visi tinggi kenapa harus bekerja,
  2. Anda harus punya target,
  3. Anda harus punya peta untuk mencapainya,
  4. Anda harus punya emosi (passion) dan,
  5. Seringlah memberikan penghargaan pada diri Anda.

Kemarin saya sempat ikut pelatihan zikir napas bersama Ustadz Pur penulis blog solospiritislam. Kita sempat membahas perihal ini juga. Alkisah ada seorang yang dulunya semangat dalam bekerja kok sekarang ini kehilangan semangat. Setelah didiskusikan dan dicari kenapa bisa terjadi demikian, ternyata itu semua kembali pada tujuan, visi dan misi awal dari orang tersebut.

Tujuan awal dari dia bekerja adalah memperoleh pendapatan. Dia bisa mendapatkan itu semua sekarang. Pendapatan sudah besar, tujuan sudah tercapai dan akhirnya terhentilah semangatnya bekerja karena semua telah didapatkan.

Oleh karena itu sahabat semua , misi, visi dan tujuan kerja kita hendaknya selalu dikaitkan dengan tujuan yang lebih mulia yakni ibadah dan karena Allah saya bekerja. Semoga ini bisa menjadikan kita tetap selalu semangat tidak ada kata pensiun. Berserah diri dan biarkan Allah yang mengatur dimana kita bekerja sesuai dengan kemampuan dan keinginan kita serta dimana rejeki itu akan datang.

Alhamdulillah, dapat ilmu lagi dari para ahli motivasi. Semoga bermanfaat buat kita semua. Silahkan bila Anda berkenan menambahkan komentar atau berbagi kepada yang lain.

Photo credit: Ann Wuyts

One thought on “Penjaga dan Menjaga Motivasi Kerja

  1. Pingback: Kiat Membentuk Team Kerja Terbaik “The Dream Team” | The Leader is YOU

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s