Cara Super Cepat Membangun Komunikasi Akrab dengan Orang Lain

Meeting

Bagaimana caranya agar kita bisa cepat akrab dengan orang yang baru kita kenal?

Mudah bergaul atau bisa menempatkan diri di lingkungan baru serta berkenalan dengan orang-orang baru seakan kita sudah lama mengenal mereka?

Ada pengalaman menarik yang mau saya sampaikan untuk Anda perihal cara super cepat untuk membangun keakraban.

Seperti apakah cara itu?

Ceritanya bermula saat saya menghadiri seminar akuntansi di salah satu hotel ternama di Jakarta.

Hal berbeda dari seminar saya kali ini adalah penyusunan meja dan kursinya. Seminar kali ini menggunakan meja bundar yang masing-masing meja diisi lima kursi.

Penataan meja kursi seperti ini bisa membuat nyaman atau sebaliknya malah membuat resah.

Bila Anda cepat dalam menjalin komunikasi akrab dengan orang di sebelah kanan, kiri, depan maka suasana akan nyaman dan menyenangkan.

Namun, bila Anda merasa sulit akrab dengan orang lain maka Anda cuma terpaku diam saja dengan dunia Anda sendiri.

Oleh karena setiap peserta bebas memilih meja dan kursi dimana dia mau duduk, saya memilih meja kursi yang dekat layar agar bisa melihat slide dengan jelas.

Di sebelah kanan saya, duduk seorang bapak yang lewat pengamatan fisik saya tahu bahwa dia hampir seumur dengan Bapak saya. Katakan saja beliau bapak X.

Di sebelah kiri saya, duduk seseorang yang juga dari pengamatan fisik sepertinya malah lebih muda dari saya. Katakan saja beliau pemuda Y.

Kedua orang di sebelah kanan dan sebelah kiri saya baru saya kenal hari itu, tetapi entah mengapa saya lebih cepat akrab dengan bapak X di sebelah kanan saya daripada pemuda Y disebelah kiri saya.

Saya dan bapak X asyik ngobrol apa saja seolah-olah kita sudah kenal lama dan baru bertemu lagi pada hari itu.

Sementara dengan pemuda Y di sebelah kiri saya, saya merasa bahwa kami berbicara sekedarnya saja. Belum bisa lepas dan akrab.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

why we do

image via : ted.com

Dengan bapak X saya lebih cepat akrab sementara dengan pemuda Y tidak demikian adanya.

Hal ini terus menjadi misteri sampai akhirnya saya menemukan jawabannya beberapa hari kemudian dari Igor Ledochowski.

Igor Ledochowski bicara perihal bagaimana membangun kedekatan dengan cepat dalam suatu wawancara dengan Markus Oakey, yang videonya bisa Anda lihat langsung di youtube.

Igor Ledoshowski bilang bahwa bagaimana kita berpikir, merasakan emosi serta memancarkannya kepada orang lain merupakan rahasia kenapa kita bisa cepat akrab dengan orang lain meskipun orang tersebut baru saja kita kenal.

Mudahnya begini, kenapa saya bisa bicara panjang lebar dengan bapak X di sebelah kanan saya?

Oleh karena tanpa sadar, saya menggangap  beliau seperti orang tua saya.

Pikiran dan perasaan emosi yang saya rasakan saat berbicara dengan orang tua, saya pancarkan ke bapak X.

Saya jaga sikap santun, mendengarkan dengan serius dan mampu mengimbangi semua bahan bicara dan cerita bapak X dengan baik.

Hal seperti ini tidak terjadi dalam komunikasi saya dengan pemuda Y.

Pikiran saya cuma mengatakan bahwa orang ini baru saya kenal. Tidak ada emosi ketersambungan yang saya pancarkan kepadanya.

Coba kalau saya sudah terlatih menggunakan cara dari Igor mungkin komunikasi akrab bisa saya lakukan juga dengan pemuda Y di sebelah kiri saya.

Having a Friendly Mindset

Friendly Mindset

image via : ted.com

Kesimpulannya, Anda harus berada pada kondisi yang tepat dulu “having a friendly mindset“.

Anda memiliki pola pikir bahwa kita ini orang yang asyik berteman dengan siapapun sehingga orang lain merasakan hal tersebut.

Pancarkan energi itu agar orang lain bisa melihatnya.

Pada gilirannya, orang lain akan menganggap bahwa Anda adalah orang yang memang bersahabat dan enak untuk diajak berbicara.

Sederhana saja caranya. Cukup dengan membuka diri Anda terlebih dahulu untuk menerima orang lain.

Lebih lanjut, Igor menyarankan agar kita mencoba melatih hal berikut sehingga pada prateknya nanti proses bisa berjalan tanpa harus berpikir lagi:

1. Bayangkan seseorang yang Anda punya hubungan yang sangat dekat secara emosional dengan Anda. Mereka adalah ayah, ibu, kakak, Adik atau sahabat dekat Anda.

2. Rasakan emosi yang muncul saat Anda berbicara dengan mereka. Betapa Anda sangat santai sangat antusias dan sangat nyaman berbicara dengan mereka di masa lalu atau masa sekarang. Perkuat rasa emosi tersebut dan masukkan dalam memori Anda sampai Anda benar-benar merasakan hal tersebut.

3. Nikmati perasaan tersebut, lepaskan dan pancarkan ke orang lain sehingga Anda memiliki konektivitas dengan orang lain di sekitar Anda saat Anda ada di tempat dan bertemu dengan orang-orang baru.

Latihlah sehingga Anda menjadi mahir dan bahagia selalu bila bertemu dengan orang-orang baru.

Latihlah selalu agar seolah Anda berasa bertemu dengan teman lama meskipun baru bertemu hari itu.

Latihlah selalu agar kita menjadi mendapatkan sesuatu yang menyenangkan saat berbicara dengan orang lain.

Kemudian bila Anda ingin tahu bagaimana carannya agar Anda tidak kehabisan bahan untuk bicara. Anda bisa kunjungi tulisan lainnya juga disini.

Dan jangan lupa, Anda harus tetap memperhatikan etika terhadap orang yang belum kenal/baru kenal ya.

Bagaimana menurut pendapat Anda, para sahabatku semua atas tips tersebut?

Silahkan bila berkenan mencoba dan mau men-share artikel ini.

Photo credit by: Cebitaus at Flicr

164 thoughts on “Cara Super Cepat Membangun Komunikasi Akrab dengan Orang Lain

  1. artikelnya bagus.. tp sy mau tnya bgaimna cara dan memulai komunikasi jika bertemu dengan orng penting(mslkan sj mahasiswa yg bertemu dgn dekan atau sektor), pasti bngun buat cari topik untuk berbcara, mbta saranya ya pak..

    • Hi tiara kalau menurut michael ellsberg ada 4 topik yg bisa digunakan yaitu: kesuksesan, kesehatan, spiritualitas dan relationship. Minta saja advice mereka perihal itu. Misalkan gimana cara mereka jaga kesehatan, gimana biar bisa raih kesuksesan, gimana biar bisa tenang dan tidak stress dlsb…semoga mereka akan senang hati bercerita pada kita

  2. pak saya mau nanya bagaimana cara agar orang itu ngak berprasangka buruk trus terhadap diri kita.. padahal saya gk prnh berprasangksa buruk terhadap org lain..??
    sya minta solusinya

  3. Pak saya mau tanya saya seorang santri yang masih bersekolah , ketemu teman dirumah hanya waktu libur, dan teman saya berkomunitas dan saya ingin bisa akrab dengan mereka tapi mereka sudah seumuran kerja atau kuliah gimana ntu pak saya sudah berkali kali mencoba untuk akrab tapi susah dan selalu saja tidak ada bahan omongan

  4. Pak saya mau nanya. Biasanya saya itu sulit kalau ngakrabin suatu kelompok, misalnya kelompok kerja yang orang2nya bukan teman dekat saya. Nah kadang mereka berbicara sesuatu yang gak saya tahu misal, ngobrolin tentang cerita gengnya mereka doang yang saya bingung harus ngomong apa dan cuma bisa nyimak doang. Mau ikut nimbrung kan takut ga enak dan dianggap ikut campur. jadi saya banyak diem selama pembicaraan, kayak obat nyamuk hehe :3. Padahal pingin aja lebih dekat.. gimana ya pak?

    • Hi Mia, saya malah berandai kalau mia yang jadi ketua genk lalu ada orang baru ikutan nimbrung apa reaksi mia? Tentu akan lebih mengapresiasi orang baru yang lebih banyak menyimak dan mendengar bukan? Dari banyak menyimak dan mendengar kita bisa dapat ide percakapan dan bisa tahu kapan harus masuk bicara.

  5. pak,mau tanya.kan katanya kita harus merasakan emosi yang sama dengan keluarga dekat saat bicara dengan orang lain kan? bagaimana bila orang lain itu berprasangka buruk seprti “SKSD BANGET SIH NIH ANAK” kalau begitu bagaimana? soalnya udah pengalaman digituin

    • Hi Linling, membahas tentang NLP? Berat tuh, karena saya belum memiliki sertifikasi NLP dan bukan praktisi NLP. Tapi, kalau mau baca-baca yang mudah dan bisa kita aplikasikan ada beberapa sudah saya tulis di blog ini. Silahkan bila berkenan membacanya…

  6. Terima kasih pk sangat bermnfaat.
    Aku orgx klw mau d blng crewet si ia, pndiam jg ia, klw udha lm knl baru crwet, tp klw baru knalan aku susah sekali beradptasi, bhkan skrng aku kayak sendiri d klas, soalx aku gk pandai brtanya, mnta solusinya pk.

  7. Saya dian umur 21 th
    Saya pgn pnya bnyk tmen dan jg pgn sllu akrab dg org lain,tp kq susah bgt y…malu dan tkut jdi garing aja kalau grogi dipaksa’in ngbrol trz.tkut khbisan bhn obrolan.

  8. Sya sih orang ny bukan pendiam tapi saya gak berani mulai obrolan sama orang kecuali orang yang duluin,,Nah sekarang sya pindah sekolah jadi saya gak kenal sama siapa2,sya bingung mau nglakuin apa takut ini salah gthu salah di depan mereka,,gimana ya caranya agar rasa seperti itu hilang ??

  9. saya mau nanya pak? saya itu orang yang pendiam mau ngomong sama orang aja agak gak enak entar malah dialihkan omongan saya( Intinya bagaimana caranya agar saya bisa langsung berkomunikasi dengan orang baru ? )

  10. Bu’ saya orangnya tidak pandai dalam berbicara, bagaimana caranya agar saya pandai berbicara, nyaman dengan orang baru dan mudah memahami yang orang katakan.

  11. Saya suka kalimat yang penuh power diatas buat mendorong kita untuk melakukan kegiatan sosial yang hampir punah ini.

  12. mau nanya nih bg ? aku kan bru pindah tempt les nih tpi ketika di kelas Bru itu ak kayak di abaikan gitu cuman para tentor2nya aja mau komunikasi dgn ak
    *gimana sih cara kawan kelas bisa lebih akrab dgn ak ?
    perlu berapa lama kawan2 bisa dekat dengn ak ?
    padahal ak disitu ingin mencari kawan seperjuang dan menuntut ilmu

  13. saya minder kalau posisi saya di suatu perusahaan masih rendah.. apalagi saya selalu merasa muka saya jelek…

  14. Saya adalah pribadi yang kurang percaya diri dan minder, kebetulan saya tinggal di lingkungan yang baru. Tapi saya susah banget untuk bisa bersosialisasi dengan lingkungan saya. Setiap kali bergaul pasti kehabisan bahan pembicaraan.

    • Hi Ashr. Kemampuan komunikasi yang baik kata para pakar akan semakin terasah kalau dipraktekkan. Praktekkan “just do it”. Semoga rasa tak PD dan minder itu bisa hilang ya.

  15. saya pasti kehabisan bahan pembicaraan, seperti blank mau omongin apa, padahal masih ingin banyak bicara tapi nggak ada bahan begitu.. mohon solusinya.trim

  16. Saya orangnya rada pemalu… kalo ada orang baru atau gak ada teman,, di dalam hati sebenarnya ingin akrab, tapi saya malu sekali. Tetapi, kalo orangnya ngajak duluan, saya jadi gak malu.. bagaimana caranya agar saya gak takut untuk mengajak ngobrol orang lain duluan… saya takut dikacangin

  17. saya pernah temenan deket dengan anak anak sekitar rumah dulunya tapi setelah saya buat 1 kesalahan saya malu bertemu dengan mereka selama hampir 5 tahun. saya berani bila akan berbicara namun bagaimana bila di dalam hati nya ada perasaan jengkel ( intiya saya malu berbicara dengan mereka karena takut akan adanya perasaan yang kurang menyenangkan )

  18. saya orang yang pendiam. tapi saya sudah mencoba untuk tidak jadi orang yang pendiam. saya sering mempraktekannya tapi saya selalu kehabisan kata kata setelah 5+ menit ngobrol. saya bingung sendiri tentang apa lagi yang harus saya katakan. itu

    • Hi yohanes, thank you sudah sharing pengalamannya. Hal serupa juga kerap kali dialami oleh sahabat lain perihal kehabisan kata-kata ini. Coba nanti kita cari adakah solusinya.

  19. Jika bertemu orang dalam situasi sebentar, seperti naik bus misalnya,
    saya menanyakan “mau turun dimana?” dia jawabnya singkat sekali “di halte situ”
    dan saya menanyakan hal yang lain, dan dia selalu jawab singkat-singkat saja.
    akhirnya saya nyerah dan akhirnya diam. -___-

    • Hi Imaniyah.
      Ya begitu memang yang terjadi karena pertanyaannya juga singkat-singkat kan? Yang penting kita sudah latihan bagaimana berpikiran terbuka sebagai kunci berkomunikasi, sebab itu aja nga gampang.

      Bagaimana mensiasatinya? Boleh baca artikel lain disini. atau nanti coba saya cari sapa tahu ada cara cepatnya lagi.

  20. saya sering kehilangan topik saat berbicara,jd bingung mau ngomongin apa,ahirnya saya memilih untuk diam saja,,
    gmn solusi nya???..

  21. Saya suka minder karna saya cadel R, kalau orang baru kenal juga suka gak ngerti kalau saya ngomong kata berhuruf R. Solusinya bagaimana ya ? Apa hindari kata-kata berhuruf R ?

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s