Seni Membujuk Orang

2690937206_281b2af9b3_b

Membujuk atau melakukan persuasi adalah suatu usaha yang dilakukan untuk menyakinkan orang lain agar orang tersebut mau mengubah pemikiran dan melakukan suatu tindakan tertentu.

Caranya bisa dilakukan lewat berbagai macam pesan seperti kata-kata, gambar, barang, warna dan lain sebagainya.

Membujuk atau mempersuasi orang lain telah berkembang menjadi suatu ilmu komunikasi yang harus dimiliki siapa saja.

Terlepas dari apakah implementasinya nanti akan digunakan untuk tujuan positif atau negatif tentunya akan tergantung dari niat masing-masing orang.

Tidak ada salahnya kalau kita pun belajar perihal seni membujuk ini karena akan membuat kita menjadi lebih aware terhadap setiap keputusan yang akan kita ambil.

Pembahasan lengkap perihal prinsip-prinsip membujuk atau mempersuasi telah lama dilakukan oleh Robert Cialdini.

Pak Robert memberikan penjelasan cukup lengkap dengan latar belakang psikologis kenapa dan bagaimana seseorang bisa melakukan persuasi terhadap orang lain dan bagaimana kita juga bisa menerapkan prinsip-prinsip tersebut.

Berikut ini kajian enam prinsip pak Chialdini perihal persuasi untuk Anda semua. Anda pun bisa membaca dan mempelajarinya langsung di website pak Cialdini bila ingin mempelajarinya lebih detail.

1. Prinsip Kesukaan (Liking)

Seseorang akan mudah dipersuasi bila dia menyukai atau memiliki kesamaan tertentu dengan Anda.

We like people who like us. Kita tidak bisa menolak seseorang yang sudah dekat dengan kita. Bahkan kemiripan dan kesamaan dalam hobi saja sudah bisa membuat kita berasa dekat dengan orang itu.

Bisakah Anda berkata tidak pada sahabat Anda? Rasanya pasti berat.

Para ahli pemasaran paham benar perihal prinsip ini. Mereka selalu tampil dengan baik dan atraktif agar orang suka padanya.

Mereka sering bertanya dimana bapak tinggal atau hobi ibu apa untuk kemudian dikaitkan dengan manfaat yang bisa diperoleh dengan membeli produk mereka.

Lalu bagaimana kita menerapkan prinsip ini dalam keseharian kita?

Bangunlah selalu kedekatan dengan setiap orang di sekitar kita.

Lakukan percakapan informal untuk tahu lebih banyak informasi perihal mereka. Kesamaan hobi, kecintaan pada hal tertentu, keinginan dan cita-cita mereka.

Dengan membangun kedekatan, kita akan disukai orang. Pada gilirannya, mereka akan selalu mau membantu kita dengan senang hati.

Trik membangun kedekatan dengan super cepat sudah pernah kita bahas disini. Silahkan bila Anda ingin membacanya lagi.

2. Prinsip Timbal Balik (Reciprocity)

Kebaikan merupakan senjata dalam persuasi.

Siapa sih yang tidak luluh oleh kebaikan?

Hampir semua orang akan merasa berutang pada kebaikan seseorang.

Lewat prinsip ini, orang akan mau menolong dan memenuhi keinginan kita bila kita pernah memberikan atau memperlakukan mereka seperti kita ingin diperlakukan.

Taktik ini telah lama digunakan dalam dunia pemasaran.

Coba perhatikan, setiap kali Anda datang mengunjungi pameran produk tertentu maka para penjual akan memberikan cindera mata disertai nomor tertentu yang bisa dihubungi bila Anda tertarik untuk membeli.

Prinsip ini terkadang sering disalahgunakan dalam bisnis dan pekerjaan. Banyak kasus terjadi karena penyalahgunaan pemberian hadiah.

Kita memang harus berhati-hati dalam menggunakan prinsip ini.

Ditambah lagi pergeseran budaya sering kali menimbulkan pertentangan dalam prinsip ini. Begitu juga dari segi agama.

Dalam sehari-hari kita bisa praktekkan prinsip ini dengan banyak-banyak melakukan sedekah.

Memberikan senyum, pujian, penghargaan, perlakukan baik kepada semua orang dan pemberian hadiah sewajarnya merupakan penerapan dari prinsip timbal balik.

3. Prinsip Kebersamaan (Social proof)

Tindakan seseorang akan dipicu oleh tindakan orang lain.

Saya jadi ingat waktu jadi panitia acara 17 Agustus-an saat masih sekolah menengah dulu.

Kita diminta untuk mencari dana ke setiap warga. Biar cepat dapat uang banyak, seorang sesepuh menyarankan agar nama ketua RT ada di list nomor 1 daftar penyumbang dengan jumlah donasi yang besar.

Untungnya pak RT setuju. Alhamdulillah orang di list nomor 2 dan seterusnya pun cenderung memberikan sumbangan dengan jumlah nominal yang sama atau bahkan lebih besar dari pak RT.

Ternyata hal ini memang seni untuk membujuk orang secara psikologis.

Kata kunci dari prinsip ini adalah bahwa persuasi akan lebih efektif bila dilakukan oleh dan dari sesama rekan.

Orang akan menarik orang.

Buktinya bisa kita lihat di tempat-tempat pameran produk. Kita pasti akan lebih tertarik untuk mengunjungi stan yang ramai pengunjung daripada stan sepi pengunjung bukan?

Bagaimana mempraktekkan prinsip ini dalam keseharian kita?

Kita ambil contoh dalam dunia kerja.

Misalkan Anda punya program kerja baru. Dekati anggota team Anda yang paling senior. Yakinkan dia lebih dulu kemudian mintakan dia untuk menyampaikan ke anggota lainnya perihal program kerja Anda.

Cara ini lebih efektif  daripada Anda berbicara satu persatu ke semua orang. Apalagi bila kita dihadapkan pada team kerja yang heterogen dari segi usia dan pengalaman kerja.

Dalam kasus peningkatan disiplin juga bisa kita pergunakan. Misalkan, Anda ingin agar si B datang tepat waktu. Ambil daftar absen dan sampaikan bahwa hanya dia yang sering terlambat daripada teman-teman lainnya.

Cara ini akan membuatnya sadar untuk datang tepat waktu.

4. Prinsip Komitmen (Commitment and consistency)

Semua orang terikat oleh komitmen dan ingin menyelesaikannya.

Kita pantang untuk mundur dari komitmen yang telah kita buat bukan? Siapa yang mau dicap sebagai orang yang tidak punya komitmen? Apalagi bila komitmen tersebut dibuat tertulis dan diketahui banyak orang.

Setiap orang juga ingin selalu konsisten. Mereka selalu ingin agar pekerjaan yang telah dimulai bisa diselesaikan sampai tuntas.

Rahasia ini sering dipergunakan para ahli pemasaran dengan menjual produk dalam bagian-bagian terpisah agar orang menjadi penasaran untuk melengkapi dan mengoleksinya.

Bagaimana cara kita mempraktekkannya prinsip ini di kehidupan kita sehari-hari?

Selalu buat komitmen dalam bentuk tertulis.

Misalkan Anda sudah sepakat dengan anggota team kerja Anda. Katakanlah si A sudah berjanji akan menyerahkan laporan pada tanggal 10 setiap bulannya.

Hasil meeting dengan si A itu coba mintakan kepadanya untuk dibuatnya dalam bentuk memo tertulis. Dengan cara ini si A akan merasa terikat dan akan selalu berkeinginan menyerakan laporan tepat waktu di setiap tanggal 10.

Atau, kita juga bisa memberitahukan perihal komitmen tertulis si A itu kepada seluruh anggota team kerja lainnya.

Membuat komitmen menjadi diketahui orang banyak dapat mengikat komitmen tersebut bagi si A.

5. Prinsip Otoritas (Authority)

Otoritas atau keahlian mampu mempengaruhi orang lain.

Coba perhatikan bahwa kita sangat selektif dalam memilih dokter.

Informasi perihal dokter A dan dokter B  kerap kita kumpulkan terlebih dahulu sebelum memutuskan mau berobat ke siapa karena kita ingin memilih mereka yang memang diakui keahliannya.

Coba perhatikan betapa banyaknya calon anggota dewan terhormat mengiklankan diri dengan mencantumkan semua gelar yang mereka punya atau menampilkan foto bersama ketua umum mereka.

Ini semua sebenarnya keinginan untuk mengekspose kekuatan atau keahlian sekaligus mempersuasi orang agar memilihnya.

Bagaimana membuat orang yakin dengan otoritas dan keahlian kita dalam kehidupan sehari-hari?

Hadirlah selalu dengan penuh percaya diri. Tunjukan lewat tindakan dan ucapan berarti. Bagaimana meminta orang untuk melakukan sesuatu bila kita sendiri tidak yakin akan permintaan kita itu bukan?

Bahkan gaya busana pun harus kita perhatikan.

Ada teman saya yang selalu mengkritik cara busana saya di kantor dulu. Busana lapangan dengan celana jeans dan baju agak lusuh sering saya kenakan di kantor saking seringnya saya harus pergi ke lapangan.

Hal ini menimbulkan protes darinya. Tidak seharusnya saya tetap berbusana dengan celana jeans dan baju lusuh.

Belakangan saya tahu bahwa protes darinya itu ada benarnya karena sesuai dengan prinsip pak Chialdini.

Oleh karena itu, setiap kita harus terus menerus belajar mengasah kekuatan dan keahlian karena orang akan mendengar dan melakukan sesuatu bila dia yakin pada keahlian kita.

6. Prinsip Keterbatasan (Scarcity)

Keterbatasan membuat sesuatu menjadi penting.

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kalimat pemasaran produk berikut: “segera lakukan pemesan karena harga naik mulai besok, atau segera lakukan pemesanan karena produk kami hanya tinggal untuk hari ini”.

Pernyataan seperti ini adalah strategi ampuh membujuk orang.

Sesuatu menjadi sangat penting karena ada limitasi. Membaca kalimat akan naiknya harga akan membuat Anda merasa ingin cepat-cepat membeli karena secara psikologis memang kita akan bereaksi terhadap limitasi.

Lalu bagaimana mempraktekkannya di dalam kehidupan?

Menurut Cialdini kita bisa melakukannya dengan cara menyampaikan memberikan keunikan dan menyatakan kerugian yang akan terjadi bila tidak melakukan pekerjaan tersebut dengan segera.

Gunakan kalimat kerugian yang diderita daripada manfaat yang bisa diperoleh.

Maksudnya, bila kita meminta seseorang untuk berubah bujuklah dia dengan memaparkan kerugian yang akan timbul bila tidak melakukannya daripada berpanjang lebar menjelaskan manfaat yang akan dia peroleh.

Demikian dan semoga bermanfaat.

Photo Credit: Lori

3 thoughts on “Seni Membujuk Orang

  1. Pingback: Negosiasi Harga dan Seni Membujuk | kumpulan artikel mantab

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s