Bijaksana Memilih Apa Yang Anda Dengarkan

4737693376_62eed5eb2f_b

Bijaksanalah dalam menjaga dan memilih suara yang mau Anda dengar karena suara-suara itu bisa mempengaruhi Anda.

Julian Treasure, seorang konsultan suara, menjelaskan dengan sangat apik perihal bagaimana suara bisa mempengaruhi fisiologi, psikologi, kognitif dan tingkah laku Anda.

Suara bisa mempengaruhi fisiologi tubuh Anda. Coba saja, siapa diantara Anda yang tadinya malas tiba-tiba menjadi bersemangat bekerja lagi setelah mendengarkan musik? Hampir rata-rata dari Anda pasti punya kecendrungan untuk mendengarkan musik agar semangat bangkit lagi karena musik bisa meningkatkan hormon andrenalin di dalam tubuh Anda.

Suara juga bisa mempengaruhi psikologi Anda. Siapa dari Anda yang mudah berubah emosinya setelah mendengarkan suara tertentu? Suara bising mesin pabrik akan membuat Anda tidak nyaman dan mudah marah. Namun, suara kicauan burung atau deburan ombak di pantai pastinya akan membuat Anda berasa nyaman, tentram, rileks dan mengantuk.

Suara juga bisa mempengaruhi Anda secara kognitif. Anda semua pasti akan lebih memilih bekerja di tempat yang nyaman bebas dari polusi suara dan kebisingan daripada harus bekerja di tempat terbuka dengan suara mesin menderu-deru. Itu sebabnya perpustakaan dibuat nyaman dan tidak boleh berisik agar Anda bisa lebih mudah berpikir dan mencerna apa saja yang Anda baca.

Terakhir, suara juga bisa mempengaruhi tingkah laku Anda. Tidak perlu susah cari contohnya. Dari contoh pertama tadi. Suara musik dangdut atau disko akan membuat orang mudah bergoyang. Dan suara musik rock, biasanya selalu diperdengarkan dan menjadi musik favorit para penyuka olahraga keras dan ekstrim.

Disadari atau tidak, Anda sesungguhnya dipengaruhi oleh apa yang Anda dengarkan termasuk kata-kata atau perkataan yang Anda dengar dan lontarkan.

Anda pernah membaca hasil percobaan Dr. Masaru Emoto terhadap struktur kristal air? Beliau melakukan percobaan dan pengamatan terhadap struktur kristal air yang diberikan perbedaan perlakuan tertentu.

Menariknya, dari dua sample percobaan dengan perbedaan perlakuan tersebut bisa didapati dua struktur kristal air yang berbeda cukup signifikan.

Struktur kristal air pertama menjadi berbentuk untaian berlian dengan pola simetris yang indah. Sementara, stuktur kristal air kedua tidak berbentuk sama sekali, lebih mirip lumpur coklat.

Kenapa bisa begitu? Itu semua terjadi karena air pertama berbentuk kristal indah itu merupakan air yang selalu diberi kata-kata pujian setiap hari. Lalu, bentuk kristal air kedua yang berbentuk lumpur coklat itu adalah air yang selalu dimaki-maki dengan kata-kata kasar setiap hari.

Anda bisa mengunjungi website Emoto bila ingin tahu lebih detailnya. Dan, apakah ini bisa terjadi pada diri kita juga? Mengingat bahwa molekul-molekul tubuh kita didominasi oleh struktur air?

Bisa saja terjadi karena banyak penelitian lain turut mendukung pernyataan bahwa kata-kata yang Anda dengar dan lontarkan bisa mempengaruhi Anda apalagi bila dilakukan berulang-ulang dan terus menerus.

Jadi, kesimpulannya adalah suara, kata-kata dan pengulangan merupakan tiga komponen utama yang bisa mempengaruhi Anda dan hidup Anda.

Semua terserah bagaimana Anda untuk mau atau tidak melakukan aksi sadar untuk hanya memilih atau mendengarkan suara, kata-kata atau musik yang baik-baik saja.

Kebayang keadaan saat ini dimana anak-anak sudah disuguhi dan mengandrungi lagu-lagu dengan lirik yang mungkin belum tepat untuk didengarkan di usia mereka saat ini. Banyak lagu yang cenderung mengangkat lirik lagu bertemakan cinta dan patah hati, kekesalan dan kesedihan yang hampa.

Betapa bahaya bila lagu tersebut selalu didengarkan berulang-ulang. Mungkin secara tidak sadar, lirik negatif tersebut masuk kedalam alam pikiran dan mempengaruhi fisiologi, psikologi, kognitif dan tingkah laku anak-anak Anda atau bahkan diri Anda sendiri.

Dan, alangkah indahnya bila kita bisa mengajari anak-anak untuk mendengarkan yang baik-baik saja seperti lagu anak-anak yang memang lebih banyak berisi kalimat positif, imajinasi dan kreatifitas.

Dari segi spiritual, apa yang dijelaskan oleh Julian tadi diatas semakin menjelaskan keyakinan kenapa kita diperintahkan untuk berdoa dengan merendahkan diri dengan suara yang lembut. Berzikir dengan suara lembut, membaca Al Quran dengan tartil, sholat dengan suara yang lembut dan sebagainya yang tentu itu semua akan membawa dampak positif terhadap fisiologi, psikologi, kognitif dan perilaku kita.

Sering-sering berzikir tentunya akan sangat bermanfaat karena sekali lagi repetisi atau pengulangan bisa mempengaruhi Anda dan orang lain. Selalu, mengingat Tuhan disetiap waktu semoga menjadi kesadaran hidup Anda dan keluarga Anda sehari hari. Semoga kita semua diberi kekuatan dan bimbingan selalu untuk mempraktekkannya. Aamiin.

Alhamdulillah tambah ilmu lagi dan semoga bermanfaat untuk Anda.

Photo credit: Yutaka Tsutano

 

 

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s