Meningkatkan Pengaruh Dengan Bercerita

13467178765_0ec2951199_z

Pandai bercerita ternyata merupakan salah satu keahlian yang harus Anda miliki bila ingin punya kemampuan untuk bisa mempengaruhi orang lain.

Mengapa cerita bisa mempengaruhi orang lain? Jawabannya karena kita semua menyukai cerita. Ketika Anda bercerita kepada orang lain atau mendengarkan cerita dari orang lain maka daerah otak tertentu akan meresponnya dan saling bersinkronisasi.

Lebih dalam lagi, otak Anda akan semakin aktif. Dia akan membawa Anda masuk kedalam cerita tersebut sehingga kadang Anda bisa menduga kemana cerita itu akan mengalir, kadang Anda bisa memprediksinya dan kadang Anda sudah membayangkan akhirnya akan seperti apa.

Oleh sebab itulah, berkomunikasi dan bagaimana mengkomunikasikan informasi akan menjadi efektif bila disampaikan dengan cara bercerita.

Orang lain yang mendengar cerita Anda akan mengingat Anda karena mereka mengingat cerita Anda. Kedekatan cepat tercipta dan Anda akan mudah memaparkan ide, saran ataupun pendapat dengan cepat untuk diingat.

Contoh bos saya di kantor. Dia senang bercerita dalam setiap kesempatan. Dalam satu kesempatan dia bisa bercerita perihal dirinya saat di bandara harus berdesak-desakan karena hampir kehabisan tiket. Apapun yang terjadi dia tetap nekat harus pulang ke Singapur hingga akhirnya sampai di tujuan meskipun dengan pengalaman seru tersebut.

Contoh lain saat kami bertemu dengan mitra bisnis di suatu coffee shop, dia bisa langsung bercerita perihal update terkini dari kerja komisi pemberantasan korupsi dan mampu bercerita dengan membandingkan pelaksanaan pemberantasan korupsi di Indonesia dengan di negara lain seakan sudah kenal lama dengan mitra bisnis tersebut. Padahal kita baru bertemu mereka pada hari itu saja sebelumnya tidak kenal sama sekali.

Jadi, Anda harus selalu punya bahan untuk bercerita yang akan disesuaikan dengan keadaan dan kondisi saat itu. Dengan kata lain, Anda harus punya semacam kebun cerita dimana Anda tinggal mengambil satu cerita yang sesuai dengan kondisi dan keadaan saat itu.

Dipikir-pikir ada benarnya juga. Bayangkan kalau bos saya tidak punya keterampilan seperti itu. Disaat kita harus bertemu dengan klien dan harus menunggu sampai semua orang hadir alangkah “garing”-nya kalau orang yang sudah hadir di ruang meeting cuma terdiam menunggu kehadiran orang lainnya.

Dengan cerita, suasana menjadi lebih cair dan pertemuan bisa menjadi lancar pada akhirnya.

Lalu bagaimana agar Anda punya kebun cerita? Anda harus banyak baca, banyak dengar, belajar dari pengalaman sendiri dan lain orang lain untuk menambah subur kebun cerita Anda.

Lagi-lagi saat pertama tahu perihal kekuatan cerita ini, saya dihadapkan pada pemikiran bahwa itu semua tergantung bakat bawaan lahir. Tidak semua orang bisa pandai bercerita.

Namun, saya kembali ingat dan semangat karena yang namanya ketrampilan berkomunikasi itu akan semakin baik kalau kita terus belajar, berlatih dan mempraktekkannya.

Lalu apa biasanya cerita yang akan disukai banyak orang?

Menurut Nick Morgan, pakar komunikasi publik, ada 5 jenis bentuk cerita yang semua orang akan suka karena memang mereka sering mendengar dan sudah mengenalnya sejak kecil. Kelima tema itu adalah : Quest, Strange in land, Love story, Rags to riches dan Revenge.

Quest: Cerita perihal seorang karakter dimana karakter tersebut memiliki keinginan dan bagaimana dia menghadapi segala macam hambatan untuk mencapai keinginannya tersebut sehingga cita-citanya tercapai.

Strange in land: Cerita bagaimana seseorang tokoh atau karakter tertentu bisa bertahan di suatu daerah atau keadaan tertentu dan bagaimana dia berhasil mencapai semuanya dengan ketidaktahuan dan modal yang cukup.

Love story: Cerita yang ini sudah jelas tentunya. Anda semua pasti sudah paham.

Rags to riches: Cerita kisah perjalan seorang tokoh atau karakter tertentu dari tidak memiliki apa-apa hingga mencapai suatu kemapanan tertentu.

Revenge: Cerita ini sudah jelas ini tidak perlu diceritakan lagi. Bagaimana tema balas dendam kerap kali kadang menguras emosi dan rasa kita.

Tentu saja, cerita haruslah natural, mengugah pikiran dan bukan sekedar gosip atau membicarakan orang lain alias ghibah.

Bagaimana Anda melakukannya dalam bisnis dan presentasi? Menurut Nick lebih lanjut, jika Anda hendak berbicara tentang suatu produk, jangan terangkan perihal produk Anda secara detail dan panjang lebar. Itu bukan cerita. Sebaliknya, temukan kasus penggunaan pelanggan dan bagaimana produk Anda telah mengubah hidup pelanggan tersebut menjadi lebih baik. Anda bisa baca lagi perihal teknik tersebut dalam tulisan lalu disini.

Cerita bos saya tentang pengalamannya naik pesawat diatas bisa bisa masuk kriteria Quest karena dia bercerita perihal bagaimana semua orang harus berjibaku dengan segala barang bawaannya agar bisa naik pesawat pulang ke rumah atau sekedar berwisata.

Sepertinya menarik untuk dilatih dan dipraktekkan. Semoga Anda pun berkenan.

Photo credit: Jim Pennucci

 

2 thoughts on “Meningkatkan Pengaruh Dengan Bercerita

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s