Perhatikan 3+2 Bahasa Tubuh Anda Saat Public Speaking

10430265296_0e9197ec25_z

Bahasa tubuh merupakan isyarat yang Anda sampaikan ke orang lain yang bisa mencerminkan emosi, perasaan dan sikap Anda terhadap orang lain. Uniknya bahasa tubuh ini terkadang kita lakukan dengan tanpa sadar. Dan, dampaknya tentu akan berpengaruh pada pesan yang sesungguhnya ingin Anda sampaikan ke audiens Anda.

Ada pertanyaan dalam diri saya, sebenarnya bagaimana bahasa tubuh yang baik itu saat kita melakukan publik speaking? Bagaimana cara berdiri, bagaimana posisi tangan, dan bagaimana agar audiens bisa menikmati presentasi kita?

Usut punya usut lewat mempelajari beberapa pembahasan perihal tersebut sampailah saya pada catatan 3+2 bahasa tubuh utama yang harus Anda perhatikan saat melakukan public speaking. Tiga (3) bahasa tubuh utama yang minimal harus Anda lakukan plus dua (2) bahasa tubuh pelengkap yang akan membuat publik speaking Anda menjadi semakin mantap.

Berikut ini catatan untuk 3 utama:

1. Sikap tubuh harus terbuka

Sebagian orang cenderung akan gugup dan bingung bagaimana sesungguhnya sikap tubuh yang baik saat melakukan public speaking.

Ada yang berdiri dengan tangan dimasukkan ke saku. Ada yang Cuma salah satu tangan di saku, bahkan ada yang berdiri seperti sedang melakukan posisi istirahat di tempat dengan kedua tangan dibelakang atau didepan.

Menurut analisa dari para ahli komunikasi, bahasa tubuh seperti itu kurang baik.

Mengapa demikian? Bahasa tubuh seperti itu mencerminkan bahwa Anda adalah orang yang tertutup, menjaga jarak, dan tidak terbuka kepada orang lain.

Bebaskan penghalang antara Anda dengan Audiens Anda. Maksudnya, tangan Anda tidak usah disilangkan di dada, atau seperti sedang istirahat di tempat, atau seperti sedang menghadapi tendangan bebas dengan melindungi bawah perut Anda. Dan, jangan juga memasukkan tangan Anda ke dalam saku Anda.

Berdiri tegak, tapi tetap rileks. Tegakkan tulang belakang Anda dan lemaskan bahu Anda. Bagi berat badan Anda secara merata diantara kedua kaki Anda. Santai, tapi tetap kokoh dan perlihatkan tangan Anda. Bahasa tubuh seperti ini menunjukkan bahwa Anda orang yang terbuka buat para audiens Anda.

Kalau perlu, tidak usah pakai mimbar karena dia akan menghalangi tubuh Anda. Mungkin sebagian Anda akan bilang bahwa Obama tetap menggunakan mimbar dalam beberapa orasinya. Itu benar, tapi lihat juga bahwa dia selalu membiarkan tangannya terbuka dan terlihat oleh orang lain sambil melakukan gerakan tangan yang efektif.

2. Gerakan Tangan harus Efektif

Bahasa tubuh kedua yang harus Anda perhatikan adalah gerakan tangan Anda.

Gerakan tangan saat melakukan publik speaking juga harus alami karena gerakan tangan bisa memperkuat pesan yang hendak Anda sampaikan.

Contoh, Anda bisa menaikkan atau menurunkan tangan Anda saat bercerita perihal hasil penjualan Anda selama periode tertentu yang mengalami pasang surut sampai akhirnya mencapai hasil optimal tertentu.

Anda bisa mendekatkan jari tangan dan telunjuk Anda untuk menggambarkan sesuatu yang kecil dan Anda bisa menggambarkan sesuatu yang besar dengan melebarkan tangan Anda.

Anda bisa mengisyaratkan jari 1, 2, 3 dan seterusnya untuk menekankan point-point penting yang hendak Anda sampaikan.

Anda juga bisa mendekatkan tangan ke dada untuk menyampaikan rasa bangga, prihatin dan lain sebagainya.

Namun, gerakan tangan bisa memperlihatkan bahwa Anda sedang gugup. Gerakan mengosok-gosok kedua belah tangan saat presentasi atau gerakan tangan tanpa makna ke kiri dan ke kanan secara tidak sadar mungkin Anda lakukan dan pastinya akan menganggu audiens Anda.

Lalu bagaimana menghindari gerakan tangan yang berlebihan?

Kuncinya ada pada seberapa antusias dan tertariknya Anda pada apa yang hendak Anda sampaikan ke audiens.

Gerakan tangan Anda akan menjadi sangat alami dan datang dari dalam diri Anda bila Anda benar-benar menguasai dan sangat tertarik untuk menyampaikan ide, gagasan serta data Anda kepada para audiens.

Kuasai dengan benar materi Anda. Tunjukkan rasa antusiasme Anda maka gerakan tangan Anda akan mengikutinya. Atau, bila Anda tertarik dengan pola gerakan tangan yang baik saat presentasi Anda bisa membacanya di artikel disini.

3. Kontak Mata harus dilakukan

Masalah kontak mata menurut para ahli public speaking juga sangat krusial.

Ide awalnya sederhana saja. Anda tentu ingin bahwa saat Anda berbicara maka orang lain memperhatikan Anda dan itu hanya akan terjadi bila Anda menjaga kontak mata Anda.

Jadi, jangan memandang ke bawah, ke dinding di depan Anda atau malah membelakangi audiens Anda terlalu lama, tetapi tataplah audiens Anda.

Bila Anda sedang berbicara di depan forum besar maka teknik triangle bisa digunakan. Anda akan memandang audiens Anda yang disebelah kiri Anda saat Anda menyampaikan satu ide kemudian berpindah ke audiens yang tengah untuk satu ide lainnya dan beralih audiens yang di kanan Anda untuk ide yang lainnya. Seterusnya lakukanlah dengan santai dan bervariasi.

Kita sudah pernah belajar teknik-teknik kontak mata secara detail dalam tulisan lalu disini. Bila berminat Anda bisa membacanya kembali.

Catatan 2 tambahan:

4. Ekspresi Wajah Menarik

Sesungguhnya Anda tidak perlu kuatir dengan ekspresi wajah bila memang Anda sudah mampu memperlihatkan antusiasme dan ketertarikan Anda pada audiens Anda, tetapi tidak ada salahnya kalau Anda juga memperhatikan faktor kelelahan Anda.

Seperti gerakan tangan, ekspresi wajah pun terkadang muncul tanpa kita sadari, tetapi berdampak besar bagi orang yang melihat Anda. Bahkan para ahli bahasa tubuh bisa mengetahui apakah seseorang itu sedang berbohong atau tidak salah satunya lewat ekspresi wajah.

Oleh karena itu, Anda harus memancarkan wajah bahagia. Bila harus tersenyum maka senyumlah yang tulus bukan senyum yang dipaksakan karena audiens Anda bisa membedakannya.

Terkadang kelelahan dan ketegangan tercermin di wajah meskipun Anda sudah memaksakan diri untuk tersenyum. Lakukanlah relaksasi atau senam wajah sederhana seperti mengucapkan a,i,u,e,o dengan mengerakan seluruh wajah atau Anda bisa saja melakukan gerakan-gerakan lain agar dahi, pipi, rahang Anda rileks sebelum memulai berbicara.

Bisa juga Anda melakukan power poses agar hormon adrenalin Anda meningkat dan Anda kembali bersemangat.

5. Melangkah dengan Tepat

Bila diperlukan Anda bisa melakukan langkah-langkah kecil dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain agar Anda tidak monoton di satu tempat, tetapi sesuaikan dengan ruang bicara Anda.

Melangkahlah seperti Anda melakukan kontak mata. Bergerak satu dua langkah untuk menjelaskan point pertama, kemudian melangkah lagi untuk menjelaskan point kedua dan seterusnya. Lakukan sesuai kebutuhan dan jangan tergesa-gesa atau dipaksakan untuk pindah-pindah tempat.

Demikian para sahabat semua. Hasil catatan kecil pembelajaran perihal bahasa tubuh saat melakukan public speaking. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Photo credit: Nan Palmero at Flicr

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s