Tips Kepemimpinan dari Komandan TNI AL

Pembebasan sinar kudus (2011) 9017_n

Anda pasti tertarik bila bisa belajar langsung bagaimana menjadi seorang pemimpin dari seorang komandan pasukan tempur. Apalagi bila Anda bisa belajar langsung dari komandan pasukan tempur dengan catatan keberhasilan tempur yang diakui dunia. Strateginya dijadikan contoh operasi pasukan dunia lainnya.

Bila demikian adanya, Anda tidak perlu susah-susah mencari siapa kira-kira komandan pasukan tersebut karena Anda bisa belajar langsung dari putra bangsa Indonesia.

Komandan yang dimaksud bukan orang Asing atau komandan pasukan elit dunia karena komandan tersebut adalah Komandan pasukan TNI Angkatan Laut kita. Salut dan bangga untuk komandan dan prajurit tersebut tentunya.

Beliau adalah Laksamana Muda Ahmad Taufiqoerachman yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Akademi Angkatan Laut. Beliaulah yang berhasil membebaskan kapal Indonesia yang dibajak di perairan Selat Malaka sekitar tahun 2003. Dan tidak itu saja, Beliaulah yang memimpin pasukan pertama untuk membebaskan kapal dan sandera orang Indonesia yang dibajak di perairan Somalia tahun 2011.

Anda masih ingat perihal peristiwa pembajakan kapal Indonesia di perairan Somalia tersebut?

Peristiwa tersebut terjadi sekitar Maret 2011. Sempat menjadi berita utama dimana-mana. Ketegasan pemerintah dipertanyakan, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa sesungguhnya TNI dalam hal ini sudah punya satuan tugas (satgas) yang dibentuk untuk pembebasan kapal berikut kapten dan anak buah kapalnya. Baru kemudian setelah satgas berhasil, pemberitaan keberhasilan itu dibeberkan oleh pemerintah.

Namun kali ini, kita tidak akan bicara bagaimana operasi satgas beraksi karena Anda bisa membacanya di website lain dengan memasukkan kata kunci KM Sinar Kudus pada mesin pencari Anda. Bagaimana kegagahan pasukan TNI Angkatan Laut itu dalam melakukan operasi pembebasan kapal tanpa ada korban dari pihak TNI maupun dari para sandera kemudian bisa Anda pelajari.

Terlepas dari pernyataan Laksamana sendiri yang bilang bahwa keberhasilan ini bukan karena komandan yang hebat, tetapi karena team yang hebat dan kitapun membenarkan pernyataan tersebut, tidak ada salahnya kalau kita menyimak beberapa tips kepemimpinan dari Laksamana Taufiq yang bisa kita terapkan dimanapun itu dan kapanpun itu.

Berikut beberapa tips kepemimpinan yang bisa disimpulkan dari presentasi beliau pada acara Kultum Supermentor yang digagas oleh pak Dino Patti Djalal bulan April 2014 lalu:

  1. Pemimpin harus demokratis, tapi  harus otoriter bila keputusan sudah ditetapkan.

Saat perencanaan strategi, saya minta semua prajurit memberikan masukkan, tetapi begitu keputusan sudah diambil semua prajurit harus mematuhinya.

Kita patut mencontoh tips ini. Hal ini agak unik dan berbeda dari biasanya. Orang biasanya akan selalu demokratis dalam setiap pembahasan dan memberikan kesempatan luas dari para anggota untuk memberikan masukkan, tetapi sedikit sekali yang menyadari bagaimana suatu keputusan itu harus dilakukan setelah kemufakatan ataupun suara terbanyak ditetapkan.

Ada saja pihak yang tidak setuju malah keluar dari barisan atau sebaliknya pemimpin menjadi bimbang dan ragu akan keputusannya.

  1. Pemimpin harus mampu menjalin keakraban dengan para prajurit

Ada satu pernyataan dalam setiap pemimpin yang harus Anda ingat, bahwa ketaatan itu bisa di perintahkan, tetapi kesetiaan harus direbut oleh atasan.

Hampir sama dengan pembelajaran dari CEO dunia Carlos Ghosn, bahwa pemimpin harus mampu connect dengan bawahannya. Hal serupa pun dibenarkan serta dilontarkan oleh Laksamana.

Dari pernyataan ini menjadi jelas bahwa kemampuan seorang pemimpin tidak hanya di masalah strategi dan keputusan, tetapi harus juga memiliki kemampuan menjalin kedekatan yang baik dengan bawahan. Lead by Example. Mampu terhubung dengan para prajurit. Jagalah ini selalu.

  1. Pemimpin harus punya pengetahuan yang luas

Saya katakan bahwa pemimpin itu dibutuhkan pada saat-saat kritis. Pada saat biasa-biasa saja semua orang juga bisa memimpin. Dibutuhkan suatu pengambilan keputusan yang cepat dan berani. Oleh karenanya, seorang pemimpin itu harus memiliki pengetahuan yang luas.

Prinsip ini universal dan memang harus selalu dilakukan oleh para pemimpin. Tidak mungkin seorang pemimpin bisa melakukan pilihan dan mengambil keputusan terbaik bila dia tidak punya pengetahuan yang luas.

Intinya adalah bahwa belajar dan meningkatkan kemampuan diri harus tidak boleh berhenti.

  1. Pemimpin harus Berani dalam bertindak dan penuh keyakinan.

Anda tidak perlu kecil hati atau merasa rendah diri. Saya katakan bahwa saat pembebasan kapal di Somalia, banyak perwakilan tentara-tentara asing yang mengawasi keadaan di perairan Somalia, tetapi mereka tidak berani bertindak meskipun memiliki mandat dari PBB. Awalnya, saya tidak boleh masuk, tetapi karena mereka tidak berani bertindak, sudah saya saja yang masuk dan mereka jadi penonton.

Terbukti dengan keberanian dan keyakinan kita sukses dan ditiru negara lain. Jangan minder apalagi dengan orang asing. Tidak perlu!

  1. Pemimpin harus berpikir jauh kedepan, segala rencana sudah disertai dengan kontijensinya

Saya katakan bahwa dalam setiap operasi pemimpin harus berpikir jauh kedepan. Komandan pasukan harus tahu betul siapa musuhnya dan musuh mau melakukan apa. Sama seperti perusahaan juga kan, analisa dan pengetahuan untuk mengenal betul siapa musuh selalu dilakukan. Selain itu, pemimpin pun harus punya perencanaan dan kontinjensi yang baik.

Prinsip kelima ini juga universal dan berlaku bagi para pemimpin apapun. Perencanaan, eksekusi yang baik analisa dan kontijensi tentunya harus bisa dilakukan dengan kecepatan yang baik pula.

Demikian para sahabat semua. Lima point yang bisa disimpulkan perihal kepemimpinan dari Komandan Pasukan TNI AL kita. Lima hal diatas menjadi catatan kita kali ini. Semoga bermanfaat buat kita semua.

Picture: garudamiliter.blogspot.com

 

 

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s