3 Tips Public Speaking Dari Para Motivator

10428944795_e09b64b494_z

Belajar publik speaking itu bisa dari siapa saja. Salah satunya adalah dari para Motivator.

Para motivator, biasanya pandai bercerita. Cerita mereka bisa membuat Anda tersentuh, termotivasi atau terinspirasi sehingga Anda akan kembali bersemangat untuk mencapai semua tujuan Anda.

Tentunya semua orang juga bisa kalau cuma bercerita, tetapi kenapa kalau kita mendengarkan cerita dari para motivator rasanya ada yang beda? Daya apa yang membuat kita terlena tanpa sadar mendengarkan cerita mereka meskipun sudah duduk berjam-jam tanpa rasa bosan?

Beberapa hari lalu saya baca tips public speaking-nya Craig Valentine, salah seorang jawara pembicara internasional. Tips dari Craig sepertinya menjadi pola yang biasa akan Anda lihat dari gaya bercerita para Motivator tersebut.

Ayo, kita serap satu persatu tips tersebut. Dan, ijinkan saya mengilustrasikannya dengan contoh kutipan ceramah ustad Yusuf Mansur (YM) karena isi ceramah beliau terkadang juga berisi cerita motivasi.

Semoga tidak ada yang berkeberatan karena ini-kan hanya contoh. Cerita motivasi YM ini sebelumnya juga pernah ditulis di blog ini disini. Contoh-contoh lain, Anda bisa cari dari Motivator kondang lain tentunya.

1.Mereka Membuat Anda Mendengar Anda

Para motivator kondang tidak membuat Anda hadir untuk mendengarkan mereka, tetapi mereka membuat Anda hadir untuk mendengarkan diri Anda sendiri.

Layaknya seorang ahli hipnotis mereka akan membuat Anda terbuai dalam cerita Anda sendiri.

Mereka mengajak Anda untuk introspeksi diri, bercermin dan melihat diri Anda. Mereka membuat Anda menyadari pentingnya arti proses dalam mencapai tujuan. Dan, mereka membuat Anda memikirkan apa yang sudah Anda lakukan untuk itu.

Anda akan masuk ke dalam alam pikiran Anda, mendengarkan diri Anda dan meng-iya-kan isi cerita motivator tersebut.

Contoh dari YM:

“….Mulailah dengan mimpi. Bermimpi bagi sebagian orang amat mudah tinggal bayangin beres selesai. Namun, bermimpi kadang dirasa sulit oleh sebagian orang lainnya. Seorang manajer bermimpi punya mobil itu mah biasa. Seorang montir di bengkel kecil bermimpi ingin punya mobil? Yang mendengar mungkin tertawa dan berkata mustahil…

…Jadilah pemenang. Milikilah impian. Impian yang besar sekalian. Tuliskan mimpi-mimpi saudara di atas kertas. Tulis yang gede-gede: Saya ingin punya mobil, Saya ingin punya rumah, Saya ingin punya usaha sendiri, Saya ingin punya penghasilan 150 juta perbulan. Lebih tinggi lagi, Saya ingin bisa naik haji, Saya ingin menjadi penghapal Al Qur’an. Silahkan, make it bigger…”

2. Mereka Menghadirkan Dialog Untuk Anda

Para Motivator bercerita tidak selalu hanya dengan narasi, tetapi ada dialog yang mereka hadirkan dalam cerita mereka tersebut. Kenapa dialog menjadi penting? Sebab dialog akan membawa Anda merasakan dan melihat langsung karakter yang ada di dalam cerita.

Perhatikan narasi ini:

“Ibu saya selalu mendoakan saya tiap malam biar saya bisa naik haji berkali-kali tanpa harus diminta”

Bedakan dengan dialog berikut:

Ibu saya bilang: “Eh, jangankan diminta, nga diminta pun ibu doain nak. Tiap malam ibu akan terus berdoa untuk kamu biar kamu bisa naik haji berkali-kali…”

Dimana karakter Ibu yang lebih Anda rasakan? Di narasi atau di dialog? Tentu saja dialog ya. Oleh karena itu hadirkan dialog dalam cerita Anda.

Contoh dari YM:

Bertahun tahun lalu ibu saya selalu berdoa agar saya bisa pergi ke Makkah semudah pergi ke pintu depan. Saya sempat bertanya pada ibu: “Ibu doa yang lain apa? Karena itu nga mungkin. Masa iya pergi ke Mekah kayak bolak balik ke pintu depan. Lalu apa kata ibu saya? Eh.. eh.. eh… kalau Allah sudah kun faa yakun, tidak ada yang bisa menahannya. Apalagi ibu doa pake sholawat.” Subhannallah itu terwujud sekarang.

3. Mereka Menempatkan Diri Anda dalam Kesetaraan

Para motivator selalu menempatkan diri mereka sama dengan Anda. Mereka tidak bercerita perihal kesuksesan mereka semata. Mereka adalah sahabat Anda di perjalanan ataupun teman Anda untuk berdiskusi.

Mereka memilih untuk bercerita perihal proses, jatuh bangun, kegagalan, kesuksesan, kegagalan lagi dan seterusnya daripada harus membanggakan keberhasilan mereka sendiri.

Contoh dari YM:

“…berdoa dan mulailah lakukanlah aksi untuk menggapai mimpi saudara. Biar saja orang lain meragukan, tetapi saudara jangan ikut-ikutan ragu. Percaya deh, teruslah berdoa dan bergerak melakukan aksi, never give up. Orang berdoa terus tetapi rumahnya tetap ngontrak lagi-ngontrak lagi tidak mengapa dan jangan kuatir. Insya Allah ente akan tetep dapet doa ente. Keep moving…”

Itulah ketiga tips berbicara di depan publik yang biasa dilakukan oleh para motivator. Tentunya ini hanya sebagaian tips saja. Masih banyak mungkin tips-tips lain yang bisa kita pelajari.

Bagaimana menurut pendapat para sahabat semua? Tiga tips tersebut bisa dicoba ya. Siapa tahu Anda akan jadi orang besar dan diminta menceritakan kisah sukses Anda suatu saat nanti.

Sekedar memberikan sambutan pakai ketiga tips diatas juga pastinya akan membuat sambutan Anda begitu memukau.

Semoga berkenan dihati.

Photo credit: Nan Palmero

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s