Gunakan Rumus Ini, Biar Anda Tidak Kehabisan Bahan Bicara

1206596658_3f462fed51_o

Ada pertanyaan yang terus mengelitik perihal bagaimana cara mempertahankan percakapan agar kita tidak kehabisan bahan bicara?

Mau bicara apa lagi kira-kira agar percakapan kita bisa terus berlangsung dengan aman?

Kok bisa ya, tahu-tahu kita kehabisan bahan bicara terutama dengan orang yang baru saja di kenal?

Uniknya lagi.

Kita sudah berpikiran terbuka, menempatkan diri sebagai pribadi yang ramah dan sudah menerapkan pola pikir sebagai orang yang menyenangkan untuk berteman seperti saran dari Igor Ledochowski.

Namun, jawaban yang kita terima dari orang yang kita ajak bicara itu hanya singkat-singkat saja. Bingung deh mau omong apalagi jadinya.

Ada yang bilang itu mah salah Anda sendiri kenapa bertanya terus?

Sudah begitu pertanyaannya juga cuma pertanyaan yang hanya butuh jawaban ya/tidak.

Sudah pasti, teman bicara Anda pun menjawabnya singkat-singkat saja ya/tidak.

Bagaimana percakapan mau mengalir kalau Anda bertanya cuma sekedar bertanya bagaimana kabar mereka.

Setiap orang yang ditanya begitu, apakah mereka lagi sehat atau sakit, lagi senang atau lagi susah, biasanya hanya akan menjawab “baik”.

Kalau benar seperti itu adanya, berarti Andalah yang harus memperbaiki cara bertanya Anda.

Hindari pertanyaan yang cuma membutuhkan jawaban-jawaban singkat agar Anda tidak kehabisan bahan.

Aduh, sudah banget. Sebenarnya ada tidak cara atau rumus ampuh yang bisa digunakan agar Anda bisa memulai dan menjaga percakapan dengan baik?

Rumusan yang selalu bisa Anda gunakan dimanapun. Anda mau berbicara dengan siapapun. Bicara dengan orang yang sudah dikenal ataupun orang yang baru saja Anda kenal.

Mau bicara di kampus, di kantor, di seminar atau dimanapun. Anda tetap bisa menggunakan formula tersebut.

Ada tidak ya?

Rumus Ajaib

Rumusan Ajaib

image via : fdecomite

Rumusan tersebut ternyata ada. Saya dapat dari teman saya Marcus Oakey, pengasuh website yourcharismacoach.com saat saya lihat-lihat lagi website-nya beberapa waktu lalu.

Apa dan bagaimana rumusannya tersebut? Cukup Anda ingat rumus berikut ini saja:

Repetisi + Pernyataan Pribadi + Pertanyaan (RP3)

Bagaimana mengaplikasikannya?

Pada intinya,

Anda mencoba melakukan repetisi atau rekam ulang atas jawaban teman bicara Anda.

Dari jawaban tersebut, Anda buat pernyataan pribadi.

Ajukan pertanyaan lagi. Ulangi lagi jawaban mereka, buat pernyataan pribadi lalu tanya lagi, begitu seterusnya…

Semua mengandalkan kemampuan mendengarkan aktif Anda.

Pikiran Anda harus Aktif, tetapi tetap santai, alami dan tidak usah kaku.

Anda tidak harus selalu mengikuti urutan:

Repetisi + Pernyataan Pribadi + Pertanyaan (RP3).

Anda bisa ganti-ganti urutannya.

Saya pernah mencoba rumus tersebut saat bertemu dengan seorang Partner Auditor Perusahaan tempat saya bekerja.

Kita baru bertemu lagi setelah hampir setahun kami tidak pernah bertemu (katakan saja beliau Bapak TY).

Percakapan kami adalah sebagai berikut:

Saya : Halo Pak. Apa kabar? Anda datang sangat tepat waktu ni.

Bapak TY: Kabar baik pak. Kabar bapak gimana?

Saya: Kabar baik juga pak. Lagi sibuk apa ni pak sekarang? (pertanyaan)

Bapak TY: Iya ni pak, Masih ada beberapa klien audit juga. Jadi ya, tetap sibuk sampai sekarang.

Saya: Wah masih banyak kerjaan audit? (Repetisi).

Saya: Kalau kita, baru saja selesai melakukan paparan publik pak. Maklum sudah tanggal segini bos-bos banyak yang sudah mau pada liburan, jadi baru kemarin kita selesai melakukan paparan publik (pernyataan pribadi). Kalau bapak tidak ada rencana liburan ni? (pertanyaan).

Bapak TY: Tidak ada pak. Sibuk sudah menjelang akhir tahun ini.

Saya: Ya begitulah pak kalau jadi Auditor ya? (pernyataan pribadi). Sibuk terus menjelang akhir tahun (repetisi), Tapi apa emang setiap tahun begitu pak? (pertanyaan).

Anda lihat bahwa urutannya bisa saya balik-balik agar tidak kaku dan monoton.

Mengalir saja.

Kadang-kadang bertanya didepan, kemudian mengulang jawaban, bikin lagi pernyataan baru bertanya lagi. Begitu seterusnya.

Itu tadi contoh percakapan dengan orang yang sudah saya kenal.

Dengan orang yang baru saya kenal pun, saya pernah coba pakai rumusan :

Repetisi + Pernyataan Pribadi + Pertanyaan (RP3).

Kebetulan pas saya selesai nge-gym ada orang di ruang ganti (katakan saja bung H).

Orangnya baik dan terbuka untuk diajak bicara. Daripada diem-dieman mending saya tanyakan sesuatu dan memulai percakapan berikut:

Saya: Wah mas, rajin banget ni. Nga berenang?

Bung H: Tidak pak (singkat doang jawabannya)

Saya: Wah tidak berenang (repetisi), tetapi main alat dong ya? (pernyataan pribadi)

Bung H: Iya pak (singkat lagi)

Saya: Belajar dimana main alat fitness? (pertanyaan). Belajar sendiri atau baca-baca buku? (pertanyaan)

Bung H: Ya tanya-tanya saja pak. Dulu juga ada teman yang udah pada jago main alatnya. Saya tinggal tanya ke mereka. Cuma sayang, mereka sekarang udah pada tidak fitness di sini lagi.

Saya: Wah, dulu banyak ya (repetisi). Saya pernah baca tuh perihal Deddy Cobuzier OCD (pernyataan pribadi). Benar nga tuh mas kalau angkat beban harus yang paling berat yang kita mampu? (pertanyaan)

Bung H: Ya kalau saya si mulai hitungan sedikit dulu, baru kemudian tambahin hitungan dan bebannya. Ntar kalau sudah cape baru ganti alat lain.

Saya: Oh gitu mas, harus yang sedikit dulu baru ditambah lagi bebannya ya (repetisi). Ada minum suplemen nga? (pertanyaan). Biasanya kan ada tuh suplemen tambahan (pernyataan pribadi).

Begitulah seterusnya.

Coba perhatikan.

Kalau pertanyaan Anda sudah menyangkut sesuatu yang menarik minat teman bicara Anda, keahlian mereka atau hobi mereka, maka mereka mulai berbicara panjang lebar memberikan jawaban.

Dan, kalau sudah begini ada saja ide percakapan yang akan muncul dengan sendirinya.

Kira-kira begitu para sahabat semua.

Ingat dan gunakan rumus :

Repetisi + Penyataan Pribadi + Pertanyaan (RP3)

Agar percakapan Anda mengalir lancar. Aktifkan pendengaran, bayangkan setiap jawaban, bikin pernyataan dan mulai bertanya lagi.

Silahkan bila Anda pun mau mencobanya.

Hasil akhir tidak usah dipikirkan. Mau berhasil apa tidak yang penting kita sudah berpikiran terbuka dengan orang lain.

Semoga berkenan di hati Anda semua.

Photo credit: Andrew

76 thoughts on “Gunakan Rumus Ini, Biar Anda Tidak Kehabisan Bahan Bicara

  1. Halo pak, saya ada kesulitan dalam hal mengobrol dgn orang baru/tidak dekat. Sebentar lg saya akan mengajar anak2, bagaimana ya pak? Saya belum pernah mengajar, sedangkan kita harus biaa berbicara didepan mereka. Maaf pak bila out of topic 😦 , saya butuh saran dari bapak. Terimakasih

    • Halo… katanya ada buku bagus berjudul “How To Talk So Kids Can Learn” karangan Adele Faber, saya sendiri belum sempat baca, tapi mungkin bisa menjadi bacaan yang baik untuk Anda.

  2. terimakasih banyak pak. sangan mrmbantu artikelnya. saya sudah mulai mrmpraktekkan dengan rekan-rekan saya dulu. dan hasilnya sangat memuaskan bagi saya. mereka senang berbincang-bincang dengan saya.

  3. THX info nya pak…
    Tpi gmana ya caranya agar cpt akrab tpi kok gx mood ya mau bicara. Gmana solusinya Pak trimakasih…

  4. rumus di atas pernah saya terapkan. tapi pembicaraan makin kesana makin panjang saya sulit untuk mengakhirinya, soalnya saya ngerasa ga enak juga kalo di tinggal gt aja. cara mengakhiri percakap yang benar gimana ya pak?

  5. Terimakasih pak untuk rumusnya, Saya pernah mengaplikasiikannya, tapi kadang saya membuat pernyataan diluar pembahasan itu, solusinya bagaimana pak ??

    • Hi dian, pernyataan pribadi bebas saja seharusnya. Lihat juga reaksi teman bicara. Sepanjang dia nyaman lanjutkan, Kalau tidak, balik lagi ke pembahasan awal jangan buru-buru keluar dari topik tersebut.

  6. makasih infonya bang, sy sdh coba praktekin tp setiap mau bicara kadang sy gugup atau kalau ndak setiap sy pengen bicara dengan orang sy malah balik lagi gak jadi kadang sy takut mau bicara sm org itu. tolong donk gan solusinya

    • Hi donn, saya sendiri masih sering gugup dan lebih baik diam. Memang semua tergantung mood. Tp kalo Anda bicara dengan orang tua atau kakak atau adik apakah teras gugup juga? Kalo ternyata tidak, nah santailah pada saat bicara dgn orang lain itu andaikan seperti Anda bicara dgn orang tua atau adik atau kakak Anda. Semoga ada kemudahan ya..

    • Hi muhammad coba kalo lagi bicara sama kakak atau adik atau orang tua kadang kita tak pernah gugup. Nah anggap saja begitu saat bicara dgn orang lain. Semoga ada kemudahan buat Anda kedepan ya.

  7. Pak,,,,tips bapak gak jauh beda dengan dale carnegie yang udah saya baca sejak SMu
    -mengawali dengan pertanyaan
    -Bicarakan tentang diri lawan bicara
    -mindset rasa senang pada lawan bicara.
    Tapi biar udah tau juga saya masih kaku dan sulit ngobrol sama lawan baru.Lagipun saya sering moody,Kadang males dibawa bicara apalagi becanda.Saya juga risih ngobrol hal remeh temeh.Gimana tu pak

  8. Makasih pak artikelnya mantap. Sangat cocok buat saya yang pendiam tp ingin sukses dalam marketing n organisasi. Smoga sukses

  9. Mas kadang saya terbata-bata saat ngobrol sama orang yang baru kenal . bagaimna tips untuk menghilangkan itu ?? terus bagaimana cara untuk membuat orang agar orang tersebut memberikan pertanyaan kepada kita saat obrolan telah berlangsung ?? terima kasih jawabannya mas .

    • Hallo Hengky, sama saya juga, tetapi komunikasi adalah ketrampilan yang semoga bisa baik bila terus dilatih. Biar orang bertanya, maka kita bisa bertanya lebih dulu jangan langsung buat pernyataan.

  10. Brmanfaat bgt pak, trm kasih.. saya sdh mulai mempraktekkan bbrp ketika dlm perjalanan di bis atau di kereta. Biasanya sy mmulai prcakapan dgn menanyakan asal/tujuan, pekerjaan, kmudian stlh beliau sdh mulai trbuka baru ttg klg dan hobi.

    Cm kdg saya trgntung mood jg utk mmbuka prcakapan, kdg klo lg malas ngobrol sy hanya senyum aja kmudian diam spnjg prjlnn. Trutama pd lwn jenis.
    Gmn ya utk mengatasinya pak?

    Mungkin bpk jg tahu cara utk trsenyum tulus, krn kdg sy merasa msh dibuat2 meskipun sdh sy coba utk tulus trsenyum/trtawa lepas.

    • Hi orenji, Itu mungkin maksud dari “having a friendly mindset”. Yang kadang memang tidak selalu hadir. Adakalanya lagi mau bercakap2 adakalanya memang lagi mau diam saja.

      Yang terpenting adalah etika dan sharia tetap kita jaga.

      Cara senyum? Coba nanti saya cari-cari tahu dulu ya. Bisa jadi bahan artikel selanjutnya barangkali.
      Insha Allah.

  11. Wah makasi banyak ni artikelnya mendidik sosial bgt . Bisa di bilang calon pembisnis nih kalo suka sosialisasi umum . Like deh bpk sama artikelnya semoga update lgi artikel yg baru . Trim .

  12. Saya banget nie kayakx..soalx saya sering kehabisan bahan buat ngobrol trus bingung deh apa yg mau dibicarakan lagi..mesti mikir gitu kaya albert enstein..heheee..saya termotivasi setelah baca artikel bapak..trimakasih

  13. artikel nya sngat mmbatu saya pa, krna sya itu orang cnderung pndiam pa apali sma orng yang blum knal pasti sya diam, smoga dngn mmbaca artikel ini sya bisa merubah sifat sya yng cnderung pendiam ini dengang orang orang yang baru pa.

  14. Ini artikel benar benar sangat bermanfaat sekali… Saya kasih 5 jempol soalnya saya ini orangnya sangat pendiam dan selalu bingung ketika mau berbicara kepada orang lain… Tetapi setelah saya membaca artikel ini akhirnya saya bisa memainkan piano dengan chord yang bisa bergerak sendiri

  15. Bagaimana bisa kita mengaplikasikan rumusan tsb.jika pd dasarnya sifat kita pemalu dan minder pd diri sendiri secara fisicly dan minim pd materi pd kehidupan,akhir nya sahabat tidak bertambah dan hanya bergaul di kelas bawah yg minim wawasan..trims

  16. Sangat bermanfaat pak artikelnya. Mudah-mudahan lain kali ada tutorial video mengenai communication skills, sebagai bahan belajar pak. Supaya saya bisa praktek sendiri di rumah. Terimakasih banyak

    • Salam Jepri, saya bukan ahli komunikasi lho ya. Cuma senang belajar perihal ini saja. Yah sapa tahu bisa bikin video juga. Silahkan juga berkunjung ke website yourcharismacoach.com disana banyak video-video perihal komunikasi dari Marcus O.

  17. sebenarnya saya org nya sangat pendiam…. Kata teman2 kerja saya hanya ngomng jika ada yg penting… Salain itu diam… Sesudah saya baca artikel ini baru saya banyak bicara… Thanks y pak…

    • Halo Defry, bukan pertanyaan pribadi, tapi pernyataan pribadi. Semacam buah pikir atau pendapat pribadi yang kita ucapkan agar pembicaraan bisa tetap berlanjut.

  18. Kalau saya ini orangnya banyak bicara banget pak kadang kadang sampai kelewat batas…. Dengan membaca artikel bpk insya allah saya aku membelajari sedikit sedikit……

  19. Terimakasih pak.. saya akan coba lebih akrab juga trhdp org baru.. mudah2an bisa melatih skill komunikasi saya..

  20. Sya orang e sbenar e g pendiam v knp y klw sya bicara sma orng yang ru kenal tuh kaku , kadang bingung harus mau nanya v sm orng yg ru knal pdahal sya ingin bngt akrab sma mrk

    • Sekaligus mau bertanya juga pak, beberapa orang memiliki karakter tersendiri dalam berkomunikasi yg muncul secara alamiah dan telah terbentuk menjadi ciri khas misalnya, terlalu cepat saat berbicara . Beberapa artikel yg saya baca menyarankan latihan kontrol suara untuk kasus tersebut tp bagamaina Pak jika hal demikian sudah menjadi ciri khas seseorang dan secara biologis sudah seperti demikian sejak anak-anak (umur)

  21. Wao keren…….tadinya aku selit bisa bicara dengan orang2 baru, apa lagi strata setatus sosialnya tinggi, sekarang oke oke aja sejak baca artikel ini, wao sekali lagi keren…..

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s