Tips Mengakhiri Percakapan Yang Baik dan Elegan

252924532_3859f9ea7a_b

Mengakhiri suatu percakapan dengan baik dan elegan ternyata butuh cara khusus. Tidak selalu cara sederhana dengan sekedar berkata “Sudah ah, saya pergi dulu, permisi ya…” bisa digunakan untuk mengakhiri percakapan dengan semua orang.

Anda harus bisa menempatkan cara Anda mengakhiri suatu percakapan sesuai dengan siapa Anda berbicara dan konteksnya lagi apa.

Bila Anda berbicara dengan orang yang sudah dikenal, Anda bisa berkata “oke kita lanjut nanti, sudahan dulu“, tetapi bila berbicara dengan tamu kantor Anda, bos Anda, atau orang yang baru saja Anda kenal cara seperti itu bisa dianggap kasar oleh mereka.

Demikian pula kalau melihat konteksnya. Ada kalanya menyudahi suatu percakapan menjadi mudah, tetapi ada kalanya hal tersebut menjadi sedikit sudah.

Kalau Anda duduk di bus dan bercakap-cakap dengan orang disebelah Anda. Begitu Anda berdiri dan pamit, teman bicara Anda akan mengerti kalau Anda sudah mau turun sehingga percakapan pun dengan sendirinya terhenti.

Saat Anda menghadiri suatu seminar dan berbicara dengan seorang peserta seminar, Anda bisa bilang bahwa Anda harus absen dulu atau mau ambil makanan dulu bila ingin menyudahi percakapan tersebut.

Yang sering susah untuk mengakhiri suatu percakapan adalah saat Anda lagi banyak kerjaan, saat Anda lagi ada urusan penting atau saat Anda lagi bad mood, tiba-tiba ada seseorang mengajak Anda berbicara. Bila Anda tipikal orang yang susah untuk menolak maka menyudahi percakapan menjadi susah.

Anda harus ramah dan menghargai permintaan orang lain untuk berdiskusi, tetapi bila kelamaan dan bicaranya tidak begitu penting. Sepertinya Anda harus punya tips jitu untuk menyudahinya bukan?

Berikan Alasan Yang Baik

Bagaimanapun, percakapan harus disudahi. Dan bila ingin menyudahi percakapan maka sebaiknya Anda berikan alasan kenapa Anda harus menyudahinya.

Dengan alasan yang baik, teman bicara Anda bisa menerima dan memahami kenapa Anda harus menyudahi percakapan. Anda tinggal bilang, “Permisi pak, mas atau bu saya mau menyudahi dulu percakapan ini karena….“, banyak alasan bisa digunakan yang penting benar dan tidak mengada-ada.

Kenapa alasan menjadi penting? Contohnya begini. Saat Anda lagi antri di ATM. Tiba-tiba ada seorang ibu yang memotong urutan Anda. Kalau si ibu diam saja tentu Anda akan marah mencak-mencak. Namun, kalau si ibu kasih alasan maka Anda akan memberikan pertimbangan. Dan, kalau alasan si ibu baik dan bisa diterima, Anda tidak akan jadi marah tentunya.

Itulah kenapa alasan menjadi penting karena semua orang menyukai alasan yang baik.

Selain memberikan alasan, tidak ada salahnya kalau Anda juga gunakan saran dari Vanessa Van Edward, seorang behavior investigator, perihal cara lain untuk mengakhiri suatu percakapan dengan baik dan elegan.

Bahasa tubuh dan kalimat verbal yang baik

Anda bisa mulai dengan bahasa tubuh tertentu yang mengisyaratkan bahwa Anda akan menyudahi bicara Anda. Misalkan, posisi badan Anda tidak lagi berhadapan dengan teman bicara anda. Posisi bahu tidak lagi menghadap ke teman bicara Anda demikian juga posisi kaki sudah menghadap ke arah yang hendak Anda tuju.

Bila awal Anda berbicara dalam posisi duduk, Anda bisa beranjak berdiri. Mulai mengajak teman bicara Anda berjalan ke luar ruangan, mengajak salaman dan lain sebagainya sebagai isyarat bahwa Anda sudah harus pergi.

Tambahkan juga beberapa contoh kalimat verbal berikut selain memberikan alasan diatas:

Berikan Penghargaan:

Terima kasih Anda sudah luangkan waktu untuk berbicara, selamat siang sampai jumpa lagi.

Oke Pak, diskusi yang sangat seru. Saya dapat beberapa ilmu baru dari Bapak, tetapi kita sudah harus sudahi dulu.

Berikan Pengharapan:

Semoga rencana kita sesuai rapat hari ini bisa berjalan baik pak, saya sudahi diskusi kali ini.

Semoga semua lancar ya, sampai berjumpa lagi. 

Berikan Tindak Lanjut:

Nanti beberapa hal tertentu sesuai kesepakatan akan saya follow up dan saya kabari ke Bapak besok.

Setelah rapat selesai, segera saya kirim email perihal hasil meeting ini ke email Bapak.

Hari rabu jam 10 pagi kita akan kabarkan ke Bapak perihal keputusannya.

Tanyakan Rencana Mereka:

Terima kasih, kita sudahi dulu perbincangan ini. Mau langsung pulang apa masih mau jalan-jalan? 

Baik pak terima kasih sampai ketemu lagi. Besok libur panjang, jalan-jalan keluar kota kah?

Namun, Anda harus berhati-hati perihal menanyakan rencana. Jangan sampai jawaban atas pertanyaan tersebut malah membuka topik baru untuk diperbicangkan. Cukup biarkan jawaban teman bicara Anda sampai disitu agar tidak terjadi lagi topik baru.

Dipikir-pikir ada benarnya juga tips-tips tersebut. Anda memulai percakapan dengan baik maka mengakhiri percakapan juga harus dengan baik dan elegan. Semoga berkenan dan bermanfaat untuk kita semua.

Photo credit: Chuck Patch

 

4 thoughts on “Tips Mengakhiri Percakapan Yang Baik dan Elegan

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s