Cara Membuka Presentasi Yang Mengugah Ketertarikan Audiens

13022678065_2283df1314_z

Banyak orang memulai sambutan, presentasi, atau public speaking dengan cara yang seragam. Pertama, mereka akan mengucapkan terima kasih kepada para audiens karena sudah datang ke acara tersebut. Kedua, mereka akan mengucapkan terima kasih karena sudah diundang di acara tersebut. Dan ketiga, mereka kadang juga mengucapkan permohonan maaf.

Lho kok mengucapkan permohonan maaf? Iya, memohon maaf karena merasa tidak layak memberikan presentasi, belum mempersiapkan materi dengan baik, atau mohon maaf kalau materinya nanti kurang menarik di hati dan lain sebagainya.

Pola pembukaan kebanyakan orang yang seperti itu menurut para ahli public speaking hendaknya dihindari. Mereka malah sangat wanti-wanti agar Anda tidak memohon maaf dalam memulai suatu public speaking.

Para audiens Anda tidak mau tahu perihal itu semua. Anda tidak pantas, Anda belum siap atau Anda punya materi apa. Mereka tidak mau tahu. Mereka datang untuk mendapatkan sesuatu yang berguna dari Anda, tidak perlu minta maaf.

Yang seharusnya Anda lakukan saat memulai public speaking adalah membangun kedekatan dan ketertarikan audiens terhadap materi yang hendak Anda sampaikan. Itu tugas Anda untuk melakukannya dalam 30 detik pertama. Begitu kata para ahli public speaking.

Saya pun penasaran seperti apa sebenarnya para pembicara dunia memulai sambutan, presentasi, orasi atau sharing knowledge lainnya?

Pembukaan Yang Mengugah

Ternyata benar, para pembicara dunia tidak lagi terpaku pada kata terima kasih dan permohonan maaf dalam memulai suatu public speaking. Mereka tidak lagi melakukan itu. Yang biasa mereka lakukan adalah memulai bicara dengan cara berikut:

1. Mengajukan Pertanyaan

Beberapa pembicara publik ternama akan memulai presentasi mereka dengan pertanyaan yang mengugah minat dan kesadaran para audiens.

Contoh, Simon Sirek:

Bagaimana Anda menjelaskan jika ada hal tertentu yang tidak berjalan sesuai asumsi Anda? Bagaimana Anda menjelaskan ketika orang lain dapat mencapai hal tertentu yang justru diluar asumsi?

Mengapa Apple sangat inovatif ? Tahun ke tahun, mereka semakin inovatif daripada kompetitor mereka. Padahal mereka hanya sebuah perusahaan komputer. Mereka sama seperti yang lain. Mereka memiliki akses yang sama dengan yang lain untuk mencari bakat, agen, konsultan dan media. Lalu mengapa mereka seperti memiliki sesuatu yang berbeda?

(Terjemahan bebas dari presentasi Simon Sirek : How great leaders inspire action, TED Talk)

Pertanyaan yang mengugah akan membuat audiens tertarik dan berpikir,

Iya ya kenapa bisa begitu? Apa rahasia Apple bisa diatas para kompetitornya? Wah, saya akan tahu dari presentasi Simon Sirek kali ini. Oke saya akan menyimak dan mendengarkannya”.

Itulah kenapa pertanyaan sangat efektif untuk membuka presentasi karena hal itu akan membuat otak audiens aktif berpikir.

2. Memberikan Pernyataan

Beberapa pembicara lain malah langsung membuat pernyataan yang mengejutkan audiens.

Contoh, Pamela Meyer:

Oke, Saya tidak ingin memberikan peringatan kepada semua orang dalam ruangan ini, tetapi menjadi perhatian saya bahwa orang yang disebelah kanan Anda adalah seorang pembohong. Orang yang berada di sebelah kiri Anda juga seorang pembohong. Demikian hal nya dengan orang yang duduk disetiap bangku adalah pembohong. Kita semua adalah pembohong…

(Terjemahan bebas dari presentasi Pamela Meyer : How to Spot a Liar, TED Talk).

Pernyataan yang mengugah seperti contoh diatas juga akan membuat audiens berpikir,

Masa iya kita semua pembohong. Si Pamela Meyer tahu darimana? Oh mungkin dia akan menyampaikan trik dan tips bagaimana mengetahui itu semua. Oke saya akan menyimaknya”.

Perihal pernyataan juga bisa Anda lakukan dengan cara sedikit guyon sehingga audiens Anda akan tertawa dan memperhatikan. Pernyataan juga bisa dilakukan dengan teknik Call Back yang pernah kita bahas dalam tulisan lalu disini.

3. Bercerita

Beberapa pembicara lainnya malah langsung bercerita untuk memulai suatu presentasi.

Contoh, Brene Brown:

Baik saya akan memulainya: beberapa tahun yang lalu, seorang koordinator acara suatu kegiatan menelpon saya karena saya dijadwalkan untuk jadi pembicara di acara tersebut. Dia telpon dan dia bilang,”Saya lagi bingung mau menulis Anda sebagai apa di spanduk”. Lho, kenapa bingung? Dia berkata lagi,”Iya, saya sudah lihat Anda berbicara dan berniat menulis Anda di spanduk sebagai seorang periset, tapi kalau disebut sebagai seorang periset, orang biasanya tidak akan tertarik karena mereka pikir akan membosankan”…

(Terjemahan bebas dari presentasi Brene Brown : The Power of Vunerability, TED Talk).

Kenapa cerita bisa membuat Audiens tertarik? Tentunya, kita sudah pernah belajar perihal tersebut di tulisan lalu disini. Yang pasti otak Anda menjadi aktif oleh cerita. Oleh karenanya, memulai bicara dengan bercerita sangat baik untuk dilakukan.

Hati-hati, Anda tidak perlu berpanjang lebar untuk memulai suatu cerita atau berkata, “Para bapak-ibu sekali saya punya cerita. Mudah-mudahan pada suka“. Tidak usah berkata seperti itu. Langsung saja bercerita seperti Brene Brown diatas.

Semua cara memulai bicara atau presentasi diatas yakni dengan Pertanyaan, Peryataan dan Bercerita akan membuat Anda terkoneksi dengan audiens Anda dan mereka pun jadi siap untuk mendengarkan presentasi Anda.

Mantap juga ilmu baru dari para ahli public speaking ini. Alhamdulillah dapat ilmu baru lagi. Semoga memberikan inspirasi untuk kita semua ya. Bila Anda tertarik untuk memahami lebih lanjut perihal bagaimana melakukan presentasi yang baik, Anda bisa sedikit berinvestasi dan belajar dari website sahabat disini. Silahkan bila berkenan.

Photo credit: Steve Jurvetson

One thought on “Cara Membuka Presentasi Yang Mengugah Ketertarikan Audiens

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s