Cara Menutup Presentasi Yang Memukau dan Diingat Audiens

8571620574_5737172d66_z

Hal yang tidak kalah penting di dalam suatu presentasi adalah masalah bagaimana Anda menutup presentasi dengan cara yang memukau.

Menutup presentasi dengan cara yang memukau menjadi penting karena di saat itulah Anda harus membuat audiens memahami benar topik yang Anda sampaikan.

Banyak presenter hanya sekedar mengucapkan terima kasih di akhir presentasinya tanpa meninggalkan makna mendalam di benak audiens.

Presentasinya selesai begitu saja. Akibatnya, audiens yang dari awal sudah benar-benar memperhatikan akan kehilangan topik yang disampaikan. Apalagi audiens yang dari awal sudah malas memperhatikan. Paling-paling mereka hanya bisa berucap dalam hati, “wah cepat sekali presentasinya, apa yang disampaikannya tadi?”

Terkadang permohonan maaf malah diucapkan untuk menutup presentasi kuatir kalau presentasinya tidak atau kurang menarik. Diawal presentasi saja, permohonan maaf tidak perlu dilakukan apalagi kalau presentasi sudah selesai.

Itulah kenapa cara Anda menutup presentasi harus benar-benar diperhatikan.

Alasan lain yang tidak kalah penting dari kenapa Anda harus menutup presentasi dengan cara yang memukau adalah faktor perhatian atau atensi audiens.

Sudah lazim kalau audiens biasanya akan lebih memperhatikan presentasi pada saat awal dan pada saat presentasi akan berakhir.

Coba saja Anda perhatikan atau mungkin Anda pun berlaku demikian yang biasanya akan lebih memperhatikan begitu tahu presentasi mau dimulai atau tahu kalau presentasi mau selesai, bukankah begitu? Hehehe…

Moment akhir dari presentasi Anda harus di buat “wow” harus dibuat memukau agar audiens mengingat apa yang Anda sampaikan dan mendapatkan sesuatu yang berarti dari Anda serta mau untuk melakukan sesuatu.

Bagaimana caranya? Berikut intisari dari beberapa pembahasan para ahli:

1. Berikan Isyarat dan Ringkasan

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk mengakhiri presentasi adalah memberikan tanda atau isyarat bahwa Anda akan mengakhiri presentasi Anda agar semua audiens kembali memperhatikan.

Para audiens yang sudah mengikuti presentasi Anda dengan penuh antusias dari awal akan benar-benar fokus pada Anda. Demikian juga halnya para audiens yang sempat lengah atau punya kesibukan lain, mereka akan kembali memberikan perhatiannya untuk Anda dengan adanya isyarat tersebut.

“Baik, sampailah kita pada akhir presentasi…”

“Sebelum mengakhiri presentasi,….”

“Ini akhir dari presentasi…”

Adalah isyarat yang bisa Anda gunakan untuk memberitahu audiens bahwa Anda akan menutup presentasi Anda.

Masih banyak lagi cara lainnya. Anda bisa berkreasi sendiri bagaimana menyampaikan isyarat akan berakhirnya presentasi Anda tersebut.

Sangat bijaksana bila Anda juga kembali mengulang atau mengikhtisarkan beberapa point-point penting dalam presentasi Anda setelah Anda memberikan isyarat. Cara ini akan membuat Audiens Anda paham benar perihal topik dan isi presentasi Anda.

Mengulang-ulang sesuatu tentunya akan membuat orang ingat, tetapi tidak usah berpanjang lebar. Cukup point-point pentingnya saja.

 2. Tutup dengan Mengajak Aksi dan Keterlibatan

Setelah isyarat dan ringkasan diberikan, tibalah Anda untuk menutup presentasi Anda.

Pola umumnya ada 2 yaitu: Anda meminta audiens untuk terlibat atau Anda meminta Audiens untuk ikut melakukan sesuatu.

Biasanya ada kutipan-kutipan motivasi, ada ungkapan tertentu atau frasa kalimat tertentu yand ditekankan untuk mengugah dan mengajak audiens ikut berbuat atau melakukan sesuatu.

Baiklah, tanpa berpanjang lebar lagi berikut contoh dari cara menutup presentasi memukau yang dilakukan oleh Amy Cuddy : Your body language shapes who you are, Ted Talks, sebagai ilustrasi kedua tahap tersebut diatas:

Isyarat dengan sedikit ringkasan

Hal terakhir yang akan saya berikan kepada Anda adalah bahwa: Perubahan kecil dapat membawa perubahan besar. Jadi ini adalah dua menit. Dua menit, dua menit, dua menit. Sebelum Anda akan masuk dalam situasi yang menegangkan, selama dua menit coba lakukan ini (power poses), di dalam lift, di dalam toilet, di meja kerja, di belakang pintu. Itulah yang perlu Anda lakukan. Menyiapkan otak Anda untuk menghadapi situasi dengan kemampuan terbaik. Naikkan testosteron Anda. Turunkan kortisol Anda. Jangan tinggalkan situasi dengan perasaan, “Aduh, saya tidak menunjukkan siapa saya sebenarnya tadi.” Tinggalkan situasi itu sambil merasa bahwa, “Oh, saya merasa bahwa saya telah mengatakan siapa saya dan menunjukkan siapa saya sesungguhnya.

Penutup

Jadi saya ingin meminta Anda, untuk mencobanya dan saya juga meminta Anda untuk membagikan ilmu ini, karena ini sederhana. Saya tidak punya kepentingan pribadi dalam hal ini. Berikan. Bagikan kepada orang lain, karena orang banyak dapat menggunakannya tanpa sumber daya dan tanpa teknologi dan tanpa status dan tanpa kekuatan. Bagikan kepada orang lain karena mereka dapat melakukannya diam-diam. Mereka hanya perlu tubuh mereka, sedikit keleluasaan pribadi, dan dua menit, dan ini secara signifikan dapat meningkatkan pencapaian dalam hidup mereka. Terima kasih.

Bayangkan, Anda yang belum lihat presentasinya Amy Cuddy saja sudah bisa tahu kalau dia bicara perihal dua menit yang harus Anda lakukan untuk menyiapkan otak sebelum menghadapi situasi tertentu dengan melakukan “power poses”.

Lalu, dia tutup dengan ajakan kepada Anda untuk memberitahukan orang lain perihal betapa mudahnya “power poses”, yang secara signifikan dapat meningkatkan pencapaian dalam hidup dan siapapun bisa melakukannya.

Nah apa itu “power poses”? Tentunya Anda penasaran. Begitu juga dengan audiens yang sudah mendengarkannya. Mereka tambah penasaran. Mereka tak akan ragu untuk melihat lagi presentasinya Amy dan mendalami lebih lanjut apa itu “power poses” lalu memberitahukannya ke orang lain.

Silahkan, Anda pun bisa melihat lengkap video presentasi Amy Cuddy diatas atau melihat pembahasannya dalam tulisan lalu disini perihal “power poses“.

Itulah efek dari menutup presentasi yang memukau. Orang ingat, ingin kembali dan melakukan aksi sesuai pesan dari presentasi Anda.

Alhamdulillah, bagus banget contoh yang diberikan Amy perihal menutup presentasi yang memukau. Sangat membuka wawasan. Semoga memberikan inspirasi serupa juga untuk Anda semua. Salam…

Photo credit: Gage Skidmore

7 thoughts on “Cara Menutup Presentasi Yang Memukau dan Diingat Audiens

  1. Terima kasih atas sharingnya Pak Deden. Penutupan presentasi benar-benar penting untuk merangkum apa yang kita sampaikan dan menggerakkan audiens untuk mengambil tindakan. Contoh Amy Cuddy yang bapak pakai sangat relevan dan contoh yang sangat bagus untuk teknik penutupan yang powerful.

    • Hallo Mas Kunyit. Ya ini salah satu contoh saja. Contoh dan cara lain bisa dipelajari dari beberapa pembicara lain tentunya. Terima kasih sudah baca dan memberikan komentar positifnya. Keep Reading.

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s