Curiga Dia Bohong? Deteksi Saja Dari Struktur Kata-Kata Yang Diucapkan

4418188897_aaa162b82b_b

Paling tidak enak kalau seseorang telah berbohong pada Anda.

Apalagi kalau orang tersebut adalah orang yang sangat dekat dengan Anda atau orang yang sangat Anda percaya.

Paling menyebalkan lagi kalau orang tersebut tidak mau mengakui kebohongannya tersebut. Padahal banyak bukti mengarah padanya.

Nah, bagaimana mengetahui bila seseorang berbohong atau menyembunyikan sesuatu pada Anda?

Adakah tanda atau ciri yang bisa diwaspadai?

Adakah pola tertentu yang bisa menjadi isyarat bahwa seseorang telah menyembunyikan sesuatu?

Menurut Pamela Meyer, penulis buku “Liespotting, proven techniques to detect deception”, Anda bisa mengetahui seseorang berkata jujur atau tidak lewat tiga cara yakni :

Dari bahasa tubuhnya, Dari struktur kalimatnya dan Dari attitude-nya.

Yang menarik adalah struktur kalimat atau kata-kata.

Struktur kalimat yang dimaksud disini adalah kata-kata yang diucapkan seseorang saat menjawab suatu pertanyaan ataupun saat memberikan pernyataan di depan publik.

Anda tentu sering mendengar saat seseorang berkomentar:

”Wah bicaranya banyak diulang-ulang”

“yang ditanyakan tidak langsung dijawab malah mengulang pertanyaan yang sama. Orang bertanya dijawab dengan balik bertanya.”

“Orang bertanya ya atau tidak. Dia malah menjawabnya panjang lebar. Giliran orang bertanya panjang lebar. Dia malah menjawabnya singkat-singkat saja”.

Perkataan seperti itu sering terdengar dan ternyata itulah isyarat yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan kewaspadaan perihal jujur tidaknya seseorang.

Dan, dari penjelasan Pamela Meyer di bukunya,

Beberapa pola kalimat berikut menarik untuk di simak.

1. Struktur Kata-kata Distance Statements

Kalimat-kalimat distance statements adalah kalimat yang  biasa diucapkan oleh seseorang yang berusaha menyembunyikan sesuatu.

Dia menghindari dirinya terlibat langsung dalam suatu situasi atau menghindari dirinya terkait langsung dengan seseorang.

Contoh, seorang pria katakan saja si R, terlibat affair dengan seorang wanita berinitial S.

Anda mencurigai hal tersebut lalu bertanya ke wanita S:

Pertanyaan:

Apakah kamu punya hubungan khusus dengan si R?

Jawaban:

Coba Anda tanya pada “pria itu” dia kenal saya tidak?

Saat memberikan jawaban, si wanita S mengganti nama R menjadi “pria itu” atau “orang itu”.

Ini bisa menjadi signal bahwa ada sesuatu yang tidak ingin disampaikan oleh si wanita S kepada Anda.

Contoh lain:

Pertanyaan:

Apakah Anda berani bilang bahwa Anda tidak melakukan korupsi?

Jawaban:

“Kita” tidak akan berkata kalau belum ada bukti-bukti.

Penggunaan kata “kita” atas jawaban pertanyaan yang ditujukan langsung kepada seseorang merupakan contoh distance statements yang bisa menjadi isyarat kebohongan.

2. Struktur Kata-Kata Guilt-trip/Protest Statements

Selain penggunaan distance statements,

Orang yang tidak jujur atau bohong biasanya akan langsung menyerang Anda seolah Anda telah berlaku tidak adil atau seolah-olah Anda telah menuduh mereka.

Contoh, Anda bertanya kepada salah seorang petugas keamanan di kantor Anda perihal jam berapa dia pulang dari kantor.

Konteksnya kita ambil saja misalkan terjadi kehilangan komputer di kantor.

Pertanyaan:

Kemarin, bapak pergi ke luar ruangan kantor jam berapa?

Jawaban:

Kok sepertinya Anda sebagai jadi tidak adil begini ya?

Coba, apakah direksi pernah diperhatikan kapan dia masuk dan keluar kantor? Saya yakin orang HRD juga tidak akan memperhatikan

Contoh lain:

Pertanyaan:

Kemarin, bapak pergi keluar ruangan kantor jam berapa?

Jawaban:

Tergantung hari pak.

Gini-gini…

Saya ini seorang yang disiplin, taat pada aturan, dan beragama.

Saya tidak mengerti kenapa harus ditanya perihal keluar kantor jam berapa?

Menjadi tidak heran kalau ada orang yang tadinya ramah dan mau bicara dengan siapa saja, tiba-tiba menjadi tidak mau berbicara atau bicara cenderung emosional.

Ada tanda sesuatu yang tidak mau disampaikan pastinya. Itulah kenapa kadang mereka bicara seolah-olah Anda sudah menempatkan dia sebagai orang yang bersalah.

3. Struktur Kata-Kata Bolstering Statements

Selain itu,

Orang-orang yang tidak jujur biasanya akan menggunakan kalimat-kalimat bolstering statements.

Kalimat-kalimat yang meminta empati agar mereka terdengar menyakinkan.

Hal ini ditujukan agar Anda percaya, tetapi yah kesannya berlebihan sekali.

Pertanyaan:

Apakah Anda pernah menggunakan obat doping?

Jawaban:

Sumpah, jujur saya harus katakan, sengaja atau tidak sengaja, saya tidak menggunakan-barang barang itu untuk tubuh saya.

Maksud hati biar lebih menyakinkan, tetapi yang terucap malah berlebih-lebihan karena kalau orang jujur harusnya dengan tegas cukup berkata,“tidak pernah!”.

Berikut ini contoh video dari Lance Amstrong atlet balap sepeda yang dulu disangka telah mengunakan doping.

Dia bersikeras dan berbicara di depan publik bahwa dia tidak menggunakan obat-obatan yang dilarang untuk digunakan dalam kompetisi olahraga.

Perhatikan di menit 0:20 sampai menit 0:37.

Lance terlihat jelas menggunakan struktur kalimat guilt-trip/protest statements.

Dan, dikalimat-kalimat lainnya juga.

Lance banyak  menggunakan struktur kalimat bolstering statements.

Silahkan dinikmati dulu videonya.

Disamping stuktur-struktur diatas,

Anda juga harus memperhatikan bagaimana sikap orang tersebut.

Bagaimana intonasi kalimatnya apakah ada suara yang tiba-tiba meninggi dan emosional?

Apakah ada filler word “mmm”, “ennggg”, “uumm”?

Kata-kata filler word biasa digunakan orang untuk berpikir perihal apa yang mau dikatakan. Meskipun tidak selalu begitu.

Jadi, memang butuh pengalaman dan analisa menyeluruh untuk bisa mengetahui pastinya apakah seseorang telah berbohong pada Anda.

Situasi psikologis dan fisiologis juga harus diperhatikan.

Kelelahan, cape, atau merasa tertekan akan membuat struktur kalimat tertentu yang bisa menimbulkan penilaian yang salah.

Namun, seseorang yang sedang menyembunyikan sesuatu biasanya memiliki beberapa tanda tertentu yang bisa dibaca tanpa disadari oleh orang tersebut.

Kombinasi struktur kalimat, bahasa tubuh dan attitude bisa mendeteksi hal tersebut.

Demikian para sahabat sekalian, perihal struktur kalimat yang layak Anda ketahui untuk mendeteksi apakah seseorang jujur atau tidak jujur dalam menyampaikan sesuatu.

Bila Anda tertarik untuk mengetahui bagaimana mendeteksi kebohongan lewat bahasa tubuh dan ekspresi wajah silahkan untuk mengunjungi tulisan lainnya disini.

Semoga berkenan di hati dan menambah wawasan Anda semua.

Photo credit: Ryan Hyde

5 thoughts on “Curiga Dia Bohong? Deteksi Saja Dari Struktur Kata-Kata Yang Diucapkan

  1. Pingback: SiapaBilang : Curiga Dia Bohong? Deteksi Saja Dari Struktur Kata-Kata Yang Diucapkan > SiapaBilangSiapaBilang

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s