Tips Menerapkan Pendidikan Tingkat Dunia Ala Ki Hadjar Dewantara

children-602967_1280

Para sahabat sekalian, Anda tentu sering melihat lambang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang dibagian atasnya ada tulisannya “Tut Wuri Handayani“.

Waktu saya masuk SMP dalam suatu upacara bendera, Guru saya pernah bercerita bahwa tulisan “Tut Wuri Handayani” tersebut adalah penghargaan bangsa terhadap pesan dari Ki Hadjar Dewantara, tokoh pendidikan Nasional kita.

Guru saya pun menambahkan bahwa “Tut Wuri Handayani” itu sebenarnya belumlah lengkap. Lengkapnya adalah “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani

Artinya “Di Depan, Seorang Pendidik harus memberi Teladan atau Contoh Tindakan Yang Baik, Di tengah atau di antara Murid, Guru harus menciptakan prakarsa dan ide, Dari belakang Seorang Guru harus Memberikan dorongan dan Arahan“.

Waktu dulu diceritakan, saya belum paham apa pentingnya itu semua, tetapi sekarang setelah sekian puluh tahun tamat SMP dan membaca buku bagus hasil karya mas Bukik Setiawan yang berjudul “Anak Bukan Kertas Kosong“, barulah saya sadar ternyata pesan-pesan Ki Hadjar Dewantara adalah pesan-pesan pendidikan yang sudah dipraktekkan oleh negara-negara yang sistem pendidikannya sudah sangat maju di dunia.

Masih ingat artikel lalu disini yang membahas perihal sistem pendidikan di Negara Finlandia? Sistem pendidikan di Negara Finlandia katanya adalah sistem pendidikan terbaik di dunia saat ini.

Kenapa bisa begitu? karena menurut Sir Ken Robinson, seorang advisor pendidikan dunia, itu semua terjadi sebab Finlandia begitu memperhatikan keunikan, keingintahuan dan kreativitas anak didalam sistem pendidikan mereka.

Yang mana ke-tiga karakteristik itu sesungguhnya sudah jauh-jauh hari disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara.

Dan, buku karya mas Bukik memberikan pesan-pesan Ki Hadjar Dewantara lainnya yang selama ini mungkin belum pernah kita baca ataupun dengar karena tenggelam dalam berlalunya waktu.

Berikut ini beberapa petikan pesan Ki Hadjar Dewantara yang tertuang dalam buku mas Bukik Setiawan, “Anak Bukan Kertas Kosong” tersebut:

“Hidup dan tumbuhnya anak-anak itu terletak di luar kecakapan dan kehendak kita kaum pendidik. Anak-anak itu sebagai makhluk, sebagai manusia, sebagai benda hidup, teranglah hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri”, (Ki Hadjar Dewantara, Pendidikan, hlm 21).

“Bahwa dalam segala tingkah laku dan keadaan hidupnya anak-anak itu sudah diisi oleh Sang Maha Among segala alat-alat yang bersifat mendidik si anak (Ki Hadjar Dewantara Pendidikan, halaman 242)”

Bukankan ini mencerminkan bahwa anak-anak itu memiliki keunikan dan rasa keingintahuan yang besar? Yang menurut Sir Ken Robinson, sangat diagungkan oleh sistem pendidikan di Finlandia?

Anda jangan pernah membanding-bandingkan anak Anda dengan orang lain karena mereka punya keunikan masing-masing bahkan dengan saudara kandung sekalipun.

Anda tidak perlu memaksakan keinginan Anda karena Anak punya keunikan tertentu yang kalau terus diasah akan menjadi kekuatan mereka.

Dan Anda, jangan pernah mematikan keingintahuan Anak Anda karena itu adalah penggerak mereka untuk terus belajar.

Oke, Mari kita perhatikan pesan Ki Hadjar Dewantara selanjutnya berikut ini:

“… Kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir, yaitu jangan selalu dipelopori atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain, tetapi biasakanlah anak-anak mencari sendiri segala pengetahuan dengan menggunakan pikirannya sendiri. (Ki Hadjar Dewantara (Peringatan Taman Siswa 30 Tahun, 1922-1952)”

Bukankan ini mencerminkan bahwa setiap anak itu memiliki kreativitas yang tinggi?

Yang menurut Sir Ken Robinson juga sama bahwa anak-anak harus diajarkan untuk menemukan cara-cara baru dalam menghadapi setiap persoalannya sehingga berani menatap masa depannya?

Amazing yah…!,

Membaca pesan-pesan Ki Hadjar Dewantara tersebut semoga tidak malah membuat kita menjadi merenung dan bertanya-tanya kenapa itu semua tidak dilakukan atau berkata bilakah itu semua bisa terwujud di negeri kita tercinta ini.

Sebab semuanya bisa dimulai dari keluarga kita sendiri. Dan coba tebak, apa yang sangat membuat saya menjadi lebih kagum pada Ki Hadjar Dewantara?

Itu semua karena pesan beliau berikut ini yang sangat Indonesia banget:

“Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu bapa, karena hanya dua orang inilah yang dapat berhamba pada sang anak dengan semurni-murninya dan se-iklas-iklasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas…”

Kita amat sangat punya itu daripada dunia-dunia barat bukan?

Apalagi kalau semua itu bisa dibalut dengan nilai-nilai spiritual yang tinggi.

Semoga yah… Kita saling mendoakan dan Anda pun dapat membacanya lebih lengkap dari buku mas Bukik Setiawan tersebut, “Anak Bukan Kertas Kosong“.

Photo credit : Stokpic at Pixabay

2 thoughts on “Tips Menerapkan Pendidikan Tingkat Dunia Ala Ki Hadjar Dewantara

  1. Menarik sekali membaca artikel ini membawa saya untuk lebih menulusuri Ki Hajar Dewantara dalam pengertian dan makna pendidikan yang sebenarnya. Terima kasih

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s