Adakah Waktu dimana Anda tidak Memikirkan Apapun?

time-94990_1280

Ada pernyataan menarik yang disampaikan oleh Andy Puddicombe seorang master meditasi yang disampaikanya dalam suatu presentasi di Ted Talk sebagai berikut:

“Kita hidup dalam dunia yang sibuk. Laju kehidupan sering kali membuat kita panik, pikiran kita selalu sibuk dan kita selalu disibukkan oleh sesuatu. Dengan semua itu didalam pikiran kita, saya ingin Anda merenung sejenak, kapankah terakhir kali Anda menyempatkan waktu untuk tidak melakukan apapun?

Cuma dalam 10 menit tidak ada gangguan apapun? Dan, bila saya berkata tidak melakukan apapun, itu berarti Anda tidak sms-an, internetan, nonton tv, chatting, makan, baca bahkan sama sekali tidak sedang merenungi kehidupan yang lalu dan yang akan datang. Tidak sama sekali?”

Lebih lanjut Andy menyatakan:

“Kita bicara tentang pikiran. Pikiran yang dari sanalah kita mengalami setiap rasa peristiwa dalam kehidupan. Pikiran yang dari situlah kita merasakan emosi dan dari sanalah kita ingin bisa fokus, kreatif, spontan agar bisa melakukan yang terbaik dalam kehidupan kita. Dan, kita kadang belum pernah memperhatikannya karena kita disibukan oleh hal lainnya.”

Apa yang dikatakan oleh Andy diatas membuka kesadaran akan arti pentingnya untuk tidak selalu mengikuti apa yang Anda rasa dan pikirkan. Menurut Andy, Anda butuh waktu untuk melatih rasa dan pikiran Anda tersebut. Bukan dalam arti menghentikannya, tetapi lebih kepada mengamati dalam perspesktif yang berbeda dan menjalin hubungan baik dengan itu semua.

Bahwa apa yang Anda rasa dan pikirkan itu adalah ibarat sebuah kendaraan. Ada kendaraan marah, sedih, takut, dan sebagainya. Ketimbang Anda terus mengejar dan mengikuti kendaraan-kendaraan tersebut, Anda bisa duduk diam dengan tenang untuk mengamati saja kemana kendaraan-kendaraan tersebut bergerak.

Pernyataan bagus ini bisa Anda lihat di animasi berikut biar lebih jelas:

Ya, suatu pembahasan yang saling mendukung dengan apa Pak Muhammad Syafii Antonio ungkapkan dalam bukunya berjudul “Muhammad SAW: The Super Leader Super Manager”:

“Setiap orang, merupakan pemilik sekaligus pengelola, pengamat sekaligus yang mengalami tubuh, pikiran dan emosinya. Hal ini dapat digambarkan sebagai sebuah kursi. Ketika Anda duduk di kursi itu (tubuh, pikiran dan emosi), Anda tidak dapat mengamati kursi itu secara keseluruhan, juga tidak dapat mengatur kursi itu.

Sebaliknya, kursi itulah yang mengatur Anda! Untuk mengamati kursi itu, Anda harus berdiri dari kursi itu. Artinya, Anda harus meyakinkan bahwa Anda bukanlah kursi itu. Ketika Anda telah menyadari ini, dapat terpisah dari kursi itu, dan kemudian Anda dapat mengaturnya, memindahkan, dan mempimpin kursi itu kearah yang diinginkan, dengan demikian Anda menjadi penguasa dan pemimpin kursi itu.”

Sudahkah Anda luangkan waktu untuk melakukan hal tersebut?

Andy sebagai seorang master meditasi tentu saja menawarkan meditasi sebagai sarana melakukan hal tersebut. Pak Muhammad Syafii Antonio menjelaskan betapa pentingnya tafakur, puasa, berzikir dan sholat agar Anda bisa mengontrol itu semua.

Silahkan Anda punya pilihan tertentu yang menurut Anda paling baik bukan? Dan pilihan saya jatuh pada dzikrullah yang caranya bisa rutin Anda lakukan seperti yang disampaikan Ustadz Yusdeka dalam websitenya disini. Dengan selalu ingat Allah, kita tidak terikat lagi pada semua rasa dan pikiran dan dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

Semoga berkenan untuk Anda para sahabat semua.

Photo credit: Geralt at pixabay

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s