Kenapa Pembicara Seminar Kadang Tidak Menarik dan Malah Membuat Anda Mengantuk?

TrainingSetelah lama tidak lagi ikut seminar, minggu lalu saya dapat lagi kesempatan untuk hadir dalam suatu seminar yang lumayan cukup banyak pesertanya.

Yah namanya juga seminar, sudah pasti menghadirkan para pembicara ahli dibidangnya masing-masing. Mereka adalah orang-orang yang berkecimpung dalam dunia regulator, akademisi dan praktisi dengan segudang pengalaman.

Namun, entah mengapa dari para pembicara tersebut, saya merasa ada yang enak dan menarik dalam gaya penyampaian materinya dan ada juga yang kayaknya malah kehilangan perhatian dari para audiensnya alias tidak menarik dan membosankan.

Apa si yang membuat beda? Slide presentasi mereka sama. Semua masih menggunakan power point yang sama dan tidak menggunakan kaidah-kaidah presentasi dengan power point yang menarik untuk disimak. Tulisannya masih kecil-kecil dan satu slide bisa menghadirkan beberapa topik sehingga audiens cenderung malas untuk melihatnya.

Apakah yang membuat beda itu gaya bicaranya? Mungkin kali ya, tapi gaya bicara yang seperti apa yang bikin menarik itu? Atau mungkin karena si pembicara selalu bergerak menghampiri audiens biar bisa dekat? Ah, tidak juga. Ada yang melakukannya, tetapi perhatian audiens juga tidak tertuju padanya tuh.

Setelah di pikir-pikir dan kayaknya ni, pendapat dari Carmine Gallo bisa memberikan jawaban yang lebih definitif dengan apa yang saya rasakan itu.

Carmine Gallo, seorang pakar komunikasi dunia, bilang bahwa pembicara yang baik itu punya kriteria berikut:

Talk Like a Thought Leader

Mereka bicara sebagai seorang yang menguasai apa yang hendak disampaikannya.

Kalau kriteria ini mah sudah pasti semua pembicara seminar memilikinya karena mereka memang para ahli dibidangnya masing-masing, tapi kriteria selanjutnya yang tidak semua pembicara bisa dan mampu melakukannya, adalah:

Tell a Stories

Si pembicara yang menurut saya menarik itu ternyata bisa menyampaikan cerita di dalam presentasinya. Ini yang membedakan seorang pembicara dengan para pembicara lainnya ternyata.

Anda tentu paham kenapa cerita bisa membius orang lain. Salah satunya sudah pernah kita bahas dalam artikel lalu disini karena cerita mampu membuat dan merangsang otak Anda.

Begitu saya ingat-ingat, oiya! si pembicara lagi-lagi yang menurut saya menarik dalam seminar kemarin itu memang menggunakan unsur bercerita dalam presentasinya.

Cerita si pembicara juga bukan cerita yang susah-sudah amat si. Awal presentasi dia buka dengan cerita perihal siapa dirinya. Lahir dimana, besar dimana, sekolah dimana dan terus pengalamannya apa saja.

Dulu saya pernah baca bahwa perkenalan seperti ini seharusnya tidak perlu, tetapi sekarang tidak ada salahnya hal tersebut dilakukan. Apalagi kalau Master of Ceremony alias moderator atau pembawa acara tidak menginformasinya terlebih dahulu maka cerita sedikit perihal pribadi Anda sepertinya tidak mengapa.

Demikian juga saat menyampaikan presentasi. Si pembicara memasukkan unsur cerita perihal pengalaman nyata yang pernah dia terima dan rasakan atas suatu tema yang diangkat di dalam presentasinya. Dan, cerita si pembicara itu menjadi sangat asyik karena dia sampaikan dengan memenuhi syarat berikutnya, yakni:

Great voice

Nah ini bedanya lagi, si pembicara menarik mampu bercerita dengan suara dan intonasi yang baik. Pastilah kita juga sudah pernah membahasnya dalam artikel lalu disini perihal kenapa suara memang patut untuk diperhatikan saat melakukan presentasi.

Tidak perlu seperti seorang pemain teater yang mampu menirukan dan mengubah-ubah suara saat menampilkan satu tokoh, cukup dengan intonasi yang baik dan jelas saja itu sudah menarik audiens.

Selain dari suara yang baik, saya juga melihat bahwa si pembicara mampu memenuhi kriteria lainnya dari Carmine Gallo, yakni pentingnya bahasa tubuh.

Pay attention to Your Body Language

Si pembicara memperhatikan betul bahasa tubuhnya. Kembali kita ingat bahwa bahasa tubuh itu sangat penting utamanya adalah pandangan mata dan gerakan tangan.

Pandangan mata si pembicara ke audiens tidak melulu ke slide presentasi. Kemudian, gerakan tangannya juga sangat baik. Si pembicara kadang mengangkat tangan saat dia bilang ada 4 syarat sambil memperlihatkan keempat jarinya. Syarat pertama adalah….. syarat kedua adalah…. syarat ketiga dan keempat adalah….. dia tampilkan dengan gerakan tangan dan pengulangan.

Untuk lebih jelasnya perihal bagaimana gerakan tangan saat presentasi juga pernah kita bahas dalam artikel lalu disini pastinya.

Tentu saja dan niscaya itu semua bisa dilakukan karena si pembicara selalu berlatih dan memiliki jam terbang yang baik karena Practise Makes Perfect. Terlihat benar kalau si pembicara memang seorang yang sudah sering melakukan presentasi dengan cerita, olah vokal dan gerakan tangan yang baik.

Bisa baik saja dalam bercerita, olah vokal dan gerakan tangan sudah oke, apalagi kalau si pembicara mampu memenuhi kriteria lainnya yakni: More Pictures and Share the Stage.

Maksudnya si pembicara mampu menampilkan slide yang memukau audiens tidak melulu ketikan atau copy paste dari word atau text book, tapi dia bisa menghadirkan slide presentasi memukau yang bisa Anda pelajari dari website yang sangat wow disini.

Sedangkan Share the Stage akan bikin presentasi menjadi lebih wow lagi karena ini yang biasa dilakukan oleh pembicara-pembicara kelas dunia seperti mendiang Steve Jobs dan Bill Gates yakni dengan mengundang dan berinteraksi dengan para audiens dan para pakar pembicara lainnya di dalam presentasi atau seminarnya.

Demikian para sahabat semua, kriteria pembicara seminar yang menjawab pertanyaan saya perihal kenapa seperti terasa ada pembicara yang mampu menarik audiensnya dan tidak dalam suatu seminar dengan merujuk kriteria yang dikemukakan oleh Carmine Gallo.

Okelah, kalau sahabat masih penasaran juga, coba deh perhatikan saat nanti hadir di suatu seminar apakah memang yang masuk kriteria pembicara menarik dan tidak menarik itu memang seperti apa yang dikatakan Carmine Gallo?

Silahkan mengamati dan semoga menambah wawasan kita bersama ya.

Picture credit: COD Newsroom at Flicr

2 thoughts on “Kenapa Pembicara Seminar Kadang Tidak Menarik dan Malah Membuat Anda Mengantuk?

    • Hi Rudi, Tidak usah ditunggu sampai nanti bisa ikut seminar. Rata-rata cara orang bicara di depan orang banyak juga bisa dilihat mana yang menarik dan tidak lewat kriteria Carmine Gallo tersebut.

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s