Reuni Kali Ini Berasa Sekali

-te

Alhamdulillah atas ketetapan Allah, reuni teman-teman SMP 49/90 bisa kembali terlaksana minggu lalu. Semoga Allah memberikan ridhoNya atas peran beberapa sahabat yang menjadi panitia acara sehingga acara tersebut akhirnya bisa berjalan dengan baik.

Alhamdulillah, meskipun saya nga bisa hadir, tetapi para sahabat panitia sudah mau mendokumentasikan dan membuat acara tersebut bisa dilihat dan dirasakan oleh mereka yang tidak hadir.

Dan sepertinya acara berlangsung seru. Ada keceriaan dan kebahagiaan saat kembali berkumpul dan bertemu dengan sahabat-sahabat lama di SMP dulu. Masha Allah, sudah 25 tahun lalu kami lulus SMP.

Tak disangka sahabat yang dulu kecil dan kurus sekarang sudah gemuk dan berisi.

Tak terasa kami yang dulu masih “culun-culun” sekarang sudah berperan sebagai pendidik, dokter, perwira TNI, pengusaha, pekerja, ibu rumah tangga dan peran-peran istimewa lainnya.

Tak terasa kalau sebagian rambut kami sudah mulai berwarna silver yang semakin berkilauan bila terkena sinar matahari meskipun tidak mau dipanggil sudah “berumur” atau dipanggil “om dan tante” karena kami kan masih berasa muda hehehe…

Melihat lagi dokumentasi acara dan kembali melihat-lihat foto-foto lama menghadirkan rasa syukur. Betapa kami semua hanya ciptaan yang diberikan peranan lebih panjang oleh Allah untuk sampai bisa melakukan reuni silver kali ini.

Itu semua terjadi karenaNya sebagaimana firmanNya:

Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya).(Al Quran Surat Al Mu’min (40):67).

Semua bisa berkata tak terasa karena memang tidak ada kuasa pribadi dalam perjalanan selama 25 tahun kecuali apa yang telah ditentukan Allah.

Reuni

Saya jadi ingat apa wejangan pak Ustadz*) bahwa sungguh memang tidak ada campur tangan ciptaan dalam hal ini. Semua berjalan mengikuti apa yang sudah ditetapkan oleh Allah. Kita tidak ada pilihan.

Sebagaimana Syech Abdul Qadir Jilani bilang:

Pada peringkat ini, tiada terlihat olehnya, selain kehendak Allah Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa, dan sampailah dia tentang Keesaan Allah, pada peringkat haqqul yaqin (tingkat keyakinan tertinggi yang diperoleh setelah menyaksikan dengan mata kepala dan mata hati). Bahwa pada hakikatnya, tiada yang melakukan segala sesuatu kecuali Allah; tak ada penggerak tak pula penghenti, selain Dia; tak ada kebaikan, kejahatan, tak pula kerugian dan keuntungan, tiada faedah, tiada memberi tiada pula menahan, tiada awal, tiada akhir, tak ada kehidupan dan kematian, tiada kemuliaan dan kehinaan, tak ada kelimpahan dan kemiskinan, kecuali karena ALLAH. (terjemahan Futuh Al Ghaib, Risalah Ketiga).

Reuni kali ini bukan reuni yang pertama, tetapi reuni kali ini semakin memantapkan paradigma baru bahwa semua yang terjadi hanya karena Allah.

Ciptaan tidak wujud…

Kalau dulu ada perasaan bahwa setiap peranan terjadi karena cita-cita dan usaha pribadi. Kini hanya terucap permohonan ampun dan diam…

Itu semua terjadi semata-mata karena ketetapan Allah.

Manusia hanyalah salah satu penzahiran dari DzatNya yang sedikit, yang menjalankan kelakonan dalam balutan takdir yang telah tertulis dalam Lauh Mahfudz.

Semoga Allah memberikan keridhoanNya. Aamiin…

Photo credit: Panitia Reuni 49/90

*) Ariff Billah Hj. Hussien B. Abdul Latiff

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s