Sikap Salut Yang Seharusnya Dihaturkan

success reflection

Ada sedikit rasa senang melihat orang yang Anda sudah lama tak mendengar kabarnya tiba-tiba sekarang Anda tahu bahwa dia sudah sukses dalam karirnya.

Teringat benar bagaimana Anda dulu kenal orangnya seperti apa.

Bagaimana hampir setiap hari Anda berdiskusi dengannya hingga akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa orang tersebut memang pintar dan sangat cermat dalam berpikir.

Dan, saat tahu kalau sekarang dia sudah sukses bagaimanakah perasaan Anda?

Mungkin Anda akan berkata, “Yah!… memang sudah sepantasnya dia meraih seperti sekarang ini karena saya tahu kalau dia memang kompeten dibidangnya.”

Atau, Anda bisa berkata, “Hebat juga si dia usahanya. Dia bisa meraih puncak karir seperti ini padahal tempat kerjanya itu kan tempat kerja dimana dihuni oleh para profesional dengan tingkat keilmuan dan persaingan yang cukup tinggi.”

Decak kagum dan hebat. Rasa salut untuknya.

Perasaan ini akan campur aduk lagi kalau kemudian Anda mulai berandai-andai, “Aduhai enak benar kalau bisa seperti dia!”

“Apakah yang harus aku lakukan biar bisa mencapai prestasi seperti itu? Apa yang harus aku siapkan agar bisa seperti dia? Berapa lama kira-kira bisa mencapai posisi sepertinya?”, Anda mulai menyusun rencana-rencana dengan ambisi pribadi dan kewujudan.

Seperti itulah yang saya pun mengalaminya.

Saat tahu ada senior saya yang dulu waktu kenal pertama kali sudah jadi manager. Kemudian, lama tak mendengar kabarnya dalam bilangan tahun, tiba-tiba dia sudah menjadi seorang direktur di perusahaan besar sekarang.

Bagaimana tidak senang dan berkata “wow!” kalau perusahaan tempat dia bekerja punya sejarah di dalam ingatan saya.

Saya tahu benar sejarah berdirinya itu perusahaan, siapa saja yang telah silih berganti menjadi pemimpin di perusahaan tersebut dan bagaimana megahnya perusahaan tersebut.

Saya tahu benar kalau perusahaan itu memang megah karena saya mengalaminya sendiri.

Sempat magang disana, ada keinginan bekerja disana, sempat dipanggil dan ditest, meskipun Allah berkehendak lain.

Mungkinkah ini kegalauan? Mungkin kali ya…

Tapi, ternyata yang lebih berbahaya adalah lupanya saya pada Kemahabesaran Allah…

Teringat lagi pesan Pak Ustadz*) bahwa dibalik itu semua adalah DzatNya. Setiap peran telah ditentukan dan semua terjadi atas PengetahuanNya, atas IzinNya serta telah dituliskan…

Lihatlah betapa Allah Maha Besar! Bahkan gerak tangan Anda saja itu bisa terjadi karena Allah sudah mengizinkannya, begitu kata Pak Ustadz.

Nasehat Syech Abdul Qadir Jaelani berikut ini sangat pas sebagai renungan bagaimana sikap salut yang seharusnya dihaturkan,

“Jangan kau lihat orang lain, karena mereka tak memberi manfaat dan mudharat. Segala suatu adalah ciptaan-Nya, di tangan-Nyalah sumber gerak atau diam mereka. Kemaujudan mereka sampai detik ini pun semata-mata karena kehendak-Nya. Dialah penentu derajat mereka. Barangsiapa dimuliakan-Nya, maka takkan ada yang mampu menjadikannya hina. Dan barangsiapa dihinakan-Nya, takkan ada yang mampu menjadikannya mulia. Jika Allah berkehendak menimpakan keburukan atasmu, tak seorang pun sanggup mencegahnya, selain Ia sendiri. Dan jika Ia berniat melimpahkan kebaikan, tak seorang pun sanggup menahan turunnya rahmat-Nya. Nah, bila kau mengeluh terhadap-Nya, padahal kau menikmati rahmat-Nya, kau tamak, dan menutup mata atas yang kau miliki, maka Allah murka kepadamu, mencabut kembali nikmat-Nya darimu, mewujudkan segala keluhanmu, melipatgandakan kesusahanmu, dan memperhebat hukuman, kemurkaan dan kebencian-Nya kepadamu. Kau menjadi terhinakan di mata-Nya.” [Terjemahan Kitab Futuh Gaib, Abdul Qadir Jaelani, Risalah 18, Paragraf 2]

Jadi disebalik itu semua, adalah DzatNya yang memastikan itu semua terjadi.

Jangan kamu menetapkan. Diam dan balik pada Allah.

Selesai sholat saya coba mengadu, kalau ini semua sudah ketetapan Mu ya Allah.

Leburkan lagi … hilangkan lagi dan jangan lagi wujud…

Semoga Allah meridhoi…

Photo credit: Loic Lagarde at Flicr

*) Arif Billah Hj. Hussien B. Abdul Latiff

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s