Memandang Dalam Diam

observer

Saat menjalani peranan di dalam kehidupan ini, kita akan selalu dihadapkan pada masalah yang datang silih berganti.

Begitu satu masalah selesai akan datang lagi masalah lainnya.

Kita pikir tak ada lagi masalah, ternyata ada lagi masalah yang datang.

Yah, begitulah yang namanya masalah.

Ada orang yang bisa menghadapinya sebagai suatu hal yang biasa-biasa saja. Dan, ada orang yang justru sangat ingin menghindari adanya masalah.

Lalu dimanakah posisi kita sekarang berada? Apakah kita termasuk orang yang menyadari masalah sebagai suatu tantangan? Atau kita akan selalu menganggap masalah sebagai suatu masalah?

Teringat dulu aa Gym pernah bilang bahwa tidak ada masalah terhadap masalah. Yang menjadi masalah adalah sikap kita dalam menghadapi masalah.

Bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi masalah sebenarnya?

Syarahan dari Pak Ustadz*) berikut membuka cakrawala baru dalam memandang masalah.

Beliau menasehati agar kita selalu memandang objektif dalam menghadapi semua kejadian.

Berjalanlah layaknya seorang musafir yang tidak akan pernah ikut campur terhadap apa yang dilihatnya.

Andaikan saat Anda berjalan, Anda bertemu pohon, apakah Anda akan protes pada Tuhan, ya Tuhan kenapa Engkau biarkan pohon kena panas, kena hujan. Kesian sekali dia. Adakah Anda protes?

Lain kali, saat Anda melihat burung ataupun ikan-ikan, adakah Anda juga akan protes. ya Tuhan kenapa Engkau kasih macam begitu badan mereka. Kenapa Engkau biarkan mereka tanpa busana? Apakah Anda akan bertanya dan ikut komplain?

Atau, saat Anda melihat matahari, apakah Anda juga akan bilang, hei matahari apakah kamu tak cape setiap hari bekerja. Maukah aku mintakan pada Tuhan agar kamu bisa cuti?

Tidak!… Kamu tidak akan ikut campur.

Allah yang jaga mereka, Allah yang kasih makan mereka.  Adakah kamu lihat mereka bersungut dan merungut? Tak pernah…Semua ridho pada Allah… Semua dalam pengurusan Allah.

Maka begitulah seharusnya Anda bersikap terhadap segala sesuatu yang terjadi pada Anda.

Jangan bertanya kenapa…oh kenapa… merungut dan mengomel. Tetaplah memandangnya dengan objektif.

Kalau Anda tetap berpandangan objektif maka Anda akan lihat bahwa memang benar semua berada dalam pengurusanNya.

Bila Anda tetap memandang sebagai orang luar yang objektif maka Anda akan lihat bagaimana DzatNya bergerak dan mengambil peranan sehingga orang-orang di sekitar Anda akan digerakkan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tetaplah jadilah Mr. Cool… Ada mata lihat, ada telinga dengar, ada mulut diam.

Berpandanganlah yang objektif dan ingatlah bahwa: “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.”[Al quran, Surat Az-zumar (39): 62].

Tetaplah tersenyum dan bersabar, tidak tergesa-gesa bertanya dan berencana. Jaga dan selalu balik pada Allah.

Bersabarlah. Seperti Syech Abdul Qadir Jaelani bilang:

“Betapa sering kau berkata, apa yang mesti kulakukan, apa yang mesti kugunakan (untuk mencapai tujuanku)? Tetaplah di tempatmu. Jangan melampaui batasmu, sampai jalan keluar dikaruniakan bagimu dari-Nya yang telah memerintahkanmu untuk tinggal di tempatmu. Allah berfirman: “Wahai orang-orang beriman, bersabarlah, senantiasa berteguhlah dan jagalah kewajibanmu terhadap Allah…” (QS 3:200)” [Terjemahan Futuh Gaib, Risalah 30, Paragraf 1].

Seperti Syekh Abu al-Hasan al-Syadzili berkata:

“Jika memang harus mengatur, aturlah untuk tidak ikut mengatur.” [Terjemahan Buku Mengapa Harus Berserah, Ibn Athaillah al-sakandari].

Semua ada dalam balutan ketetapan. Semua ada hikmahnya. Meskipun Anda tak dapat lihat, yakinlah ada hikmah dari semua itu. Nasehat penutup dari Pak Ustadz. Semoga Allah selalu meridhoi.

 

Photo credit: Andrew Miller at Flicr

*) Arif Billah Hj. Hussien B. Abdul Latiff

 

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s