Cara Menjaga 12 Jam Semangat Tetap Tinggi

self control and stress

Anda mungkin pernah bertanya kenapa pada suatu saat Anda begitu bersemangat dan seakan memiliki kendali kuat terhadap niatan Anda untuk pergi ke gym dan disiplin berolahraga setiap hari, tapi selang beberapa waktu kemudian semangat Anda itu turun dan Anda sama sekali tak punya keinginan lagi untuk melakukannya.

Atau, kenapa pada suatu waktu, Anda begitu mampu mengendalikan diri Anda untuk tidak menyantap makanan yang berkolesterol tinggi, tetapi beberapa waktu kemudian Anda bisa kalap, asyik saja melahap jeroan soto betawi. Don’t care – bagaimana nanti sajalah dietnya, begitu Anda berkata.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut coba dijelaskan oleh Kelly Mcgonical, seorang dosen dan psikolog kesehatan dari Standford University dalam bukunya yang berjudul : “The Willpower Instinct, How Self-Control Work, Why It Matters, and What you Can Do to Get More of it

Menurut Kelly, kemampuan Anda untuk melakukan atau tidak melakukan pilihan seperti contoh diatas tadi dikenal dalam bahasa kerenya sebagai “willpower”.

Willpower” Anda itu seperti energi yang mengatur kendali Anda terhadap perhatian, emosi dan keinginan. Dan yang menarik perihal “willpower” adalah bahwa energi ini levelnya pun terbatas.

Perihal “willpower” ini tentu sudah melalui beberapa riset empiris untuk sampai pada kesimpulan tersebut. Anda pun bisa membaca bukunya Kelly lebih lanjut kenapa dia sampai pada kesimpulan tersebut.

Yang patut Anda cermati adalah bahwa bisa jadi terkadang Anda pun merasakan kenapa Anda yang mula-mula penuh kendali dan penuh semangat, tetapi kemudian bisa tahu-tahu tidak lagi memiliki kendali dan semangat?

Lalu apa sebenarnya yang membuat Anda bisa semangat dan penuh kendali lalu kemudian Anda bisa tuh jadi lemah tanpa kendali diri?

Ternyata musuh utamanya adalah Stres.

Stres

Bisa jadi memang stres, meskipun stres itu sebenarnya baik loh.

Stres adalah cara tubuh Anda merespon suatu kejadian yang menuntut sesuatu. Misalkan, kerjaan kantor yang menumpuk dengan dateline yang ketat, kemacetan lalu lintas yang membuat Anda kuatir terlambat ke kantor, tuntutan untuk bisa bagus dalam suatu pertandingan dan lain sebagainya.

Ketika Anda dihadapkan pada kejadian yang menuntut sesuatu itu, tubuh Anda biasanya akan bereaksi untuk mensekresi hormon tertentu seperti, adrenalin, oksitosin dan kortisol, yang bisa memberi Anda energi dan kekuatan.

Tentu saja dalam keadaan tersebut Anda akan mengalami napas yang lebih cepat, tekanan jantung meningkat, indera Anda menjadi lebih tajam, tetapi itu semua sebenarnya mekanisme yang menyiapkan Anda untuk siap dan sigap menghadapi tuntutan yang ada.

Yang bahaya adalah bila Anda terus menerus dihadapkan pada suatu peristiwa menuntut dalam waktu lama, tanpa ada jeda, dan berlangsung terus menerus sementara Anda tidak punya level yang tinggi untuk mengendalikan stres yang ekstrim tersebut.

Contoh, para pekerja kantor ni. Pergi kerja kena macet parah, bisa stres. Sampai kantor, banyak kerjaan dengan dateline ketat, bisa stres lagi. Siang hari nga sempat makan, stres lagi. Sore hari ada meeting kantor mendadak, stres lagi. Pulang ke rumah malam dan cari kendaraan susah, stres lagi….

Ya sudah, sampai di rumah “willpower” Anda sudah benar-benar habis.

Namun, ini hanya contoh saja lho ya, karena beberapa orang biasanya telah memiliki ketahanan terhadap stres yang lebih baik.

Dari itu makanya, cara bijaksana untuk memanfaatkan “willpower” Anda yang terbatas itu, tentunya dengan menghindari stress atau mengurangi level stress Anda.

Atau, bisa juga dengan melatih “willpower” Anda agar bisa lebih kuat dan mampu menghadapi stres misalnya:

  1. Tidur yang lebih berkualitas,
  2. Paksakan untuk olahraga kala libur,
  3. Melakukan aktivitas luar yang melatih otot,
  4. Jaga kekerabatan dan belajarlah untuk relaks.

Yang menarik adalah nomor 4, menjaga kekerabatan dan relaks.

Ternyata dari hasil penelitian Kelly juga, Anda akan mengeluarkan hormon oksitosin di saat stres. Dan, hormon ini terkait dengan dukungan dan perasaan. Hormon oksitosin ini memotivasi Anda untuk mencari dukungan.

Maka segeralah cari dukungan dari orang-orang baik dan mencintai Anda, orang tua, suami/istri, anak, sahabat dan lainnya. Intinya adalah jangan memendam, tetapi carilah dukungan dari orang-orang terdekat Anda itu.

Ketika sedang sulit, reaksi stres Anda sebenarnya adalah menginginkan agar Anda agar dikelilingi oleh orang yang peduli pada Anda, begitu kata Kelly.

Relaks dalam Kepasrahan

Perihal relaks, masing-masing orang tentu bisa menemukan cara relaksnya sendiri-sendiri.

Kalau Kelly menyarankan untuk melatih meditasi setiap hari, saya malah jadi ingat perihal nasehat Pak Ustadz*) lagi untuk selalu Dzikrullah sebagai sarana relaks dan hati tentram. Untuk tidak banyak bersungut dan merungut terhadap hal yang terjadi di sekitar Anda.

Dan, sikap relaks tentunya juga bisa terwujud dalam keseharian Anda. Bukan lagi sekedar bagaimana meluangkan waktu untuk bisa relaks, tetapi bersikap relaks karena Anda berserah diri selalu atas setiap kejadian di keseharian Anda. Sebab, semua yang terjadi itu adalah atas ijinNya, atas pengetahuanNya dan telah ditetapkanNya.

Berserah dirilah pada ketetapan Allah, agar jiwa senantiasa tenang dan damai seperti nasehat dua para arif berikut ini:

“Tenangkan hatimu dari urusan kehendak, karena apa yang diatur oleh Selainmu tentang urusan dirimu, tidak perlu engkau campur tangan” (Ibnu Athaillah r.a, terjemahan Al Hikam Risalah ke-4)

“…Segala suatu ditentukan oleh-Nya. Segala yang Ia majukan, tak satu pun dapat memundurkannya. Segala yang dimundurkan-Nya, tak satu pun dapat memajukannya. Beginilah Allah memperlakukan Sendiri segala keadaanmu…” (Syech Abdul Qadir Jaelani r.a, terjemahan Futuh Gaib, Risalah ke-24)

Berserah diri di setiap keadaan. Semoga ada Rahmat Allah untuk bisa seperti itu… Aamiin.

*) Arif Billah Hj. Hussein Bin Abdul Latiff

Photo credit: Thomas Hawk at Flicr

4 thoughts on “Cara Menjaga 12 Jam Semangat Tetap Tinggi

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s