Cara Ampuh Mengatasi Rasa Cemas Dalam 30 Detik

kuatir

Tingkat rasa cemas itu memang berbeda untuk tiap-tiap orang.

Ada yang gampang cemas saat dihadapkan pada masalah dan situasi pribadi.

Ada yang baru sangat cemas saat sesuatu itu sudah sangat besar efeknya terkait dengan keluarga, pekerjaan dan kepemilikan.

Kecemasan bisa membuat seorang kuat sekalipun menjadi lemah, terus-menerus gelisah, bahkan yang lebih gawat lagi bisa membuat stres dan depresi.

Lalu bagaimanakah mengatasi dan menghilangkan kecemasan itu?

Anda boleh coba tiga tips berikut yang terinspirasi dari bukunya pak Dale Carnegie: “How to stop worrying and start living” serta dari para nasehat orang arif.

Semoga dengan menerapkannya, Anda bisa menghilangkan rasa cemas Anda dalam waktu singkat atau bahkan lebih cepat dalam waktu 30 detik saja.

Berikut ini tips yang mudah diingat dan dipraktekkan tersebut:

1. Hiduplah Untuk Sekarang

Sumber dari kecemasan itu ada pada kesibukan pikiran Anda yang terlalu terpaku pada keadaan masa depan dan masa lalu.

Anda terlalu sibuk memikirkan masa depan Anda, berpikir dan berkata: “bagaimana kalau nanti begini?, bagaimana nanti kalau begitu? dan bagaimana nanti kalau terjadi sesuatu?”.

Atau,

Anda terlalu sibuk dengan keadaan masa lalu Anda, dimana Anda sering berkata: “bisa nga ya mengulang prestasi yang sama?, Kenapa ini harus terjadi?, Andaikan dulu begini dan begitu tentu takkan terjadi seperti ini.”

Atau,

Anda terlalu sibuk dengan masa lalu dan masa depan, dimana Anda berpikir: “kemarin si A bisa bagus, semoga saya juga bisa seperti si A. Mudah-mudahan saya bisa seperti si B yang jadi juara beberapa kali. 

Dan lain sebagainya.

Anda sibuk dengan berandai-andai yang sesungguhnya tidak baik dilakukan.

Maka tipsnya, tenanglah dan tak usah Anda sibuk-sibuk memikirkan masa depan atau masa lalu.

Jalani saja peranan yang saat ini berlangsung dengan baik.

Kiranya nasehat indah berikut amat layak untuk diingat:

“Jika kau terlalu sibuk melihat masa lalumu, atau bahkan cemas terhadap kehidupan masa mendatang, kau tidak akan melihat-Nya. Dan jika kau melupakan-Nya, Hidup ini tak layak kau jalani” – Jalaludin Rumi

2. Carilah Kesibukan

Tips kedua adalah mencari kesibukan.

Rasa cemas memang agak unik sebab bila Anda berusaha menghilangkannya, maka rasa cemas itu malah semakin mendera.

Dan, semakin keras Anda berusaha menghilangkannya, maka semakin kuat pula rasa cemas yang akan Anda alami itu.

Nah, daripada Anda berusaha untuk menghilangkannya maka lebih baik Anda berusaha untuk menggantinya dengan kesibukan lain.

Macam-macam kesibukan bisa Anda lakukan tentunya dari mulai main gadget, membaca buku, menulis, melakukan gerak badan, olahraga, atau belajar Dzikrullah.

Sibuk dengan Dzikrullah akan membuat hati tentram dan menjadi sikap orang bertakwa seharusnya:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya”. (QS: Al Araf: 201)

Ada kutipan kata menarik dari R.V.C Bodley, mantan British Army Officer sekaligus penulis dan jurnalis, untuk Anda

Dia bilang bahwa dia sangat terkesan dengan orang-orang yang selalu ingat pada Allah,

Hal itu dia amati saat beliau memilih hidup bersama orang gurun suku Bedoin di sahara:

“Kesan yang teramat kuat yang saya ingat ketika saya tinggal dengan dengan suku Bedoin, adalah kehidupan mereka sehari-hari tidak pernah lupa pada Allah. Allah yang mengatur makan mereka, perjalanan mereka, usaha mereka dan cinta mereka. Allah ada dalam pikiran mereka setiap hari, Allah teman dekat mereka, cara yang tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang yang Tuhannya dipisahkan hanya lewat ritual ibadah formil semata” – (terjemahan bebas, aslinya dalam bahasa Inggris).

Maka, kalau ingin menghindari rasa cemas sekaligus mencapai peringkat lebih tinggi lagi, sibuklah dengan Dzikrullah.

3. Berserah Dirilah

Apa yang menjadi kecemasan Anda sesungguhnya terjadi karena ketidakpastian.

Anda sendiri belum tahu nanti hasil akhirnya akan seperti apa, tetapi Anda cemas.

Banyak loh, cerita-cerita orang perihal rasa cemas yang mereka alami, tetapi pada akhirnya hal tersebut tidak terjadi.

Jadi, tips ketiga menurut Pak Dale adalah carilah dengan jelas apa sebenarnya yang Anda cemaskan itu?

Mau tampil dalam suatu pertandingan misalkan, apa yang paling Anda cemas dan kuatirkan?

Kekalahankah?

Lalu kenapa kalau Anda kalah?

Orang-orang akan menertawakan Anda? Orang-orang akan membenci Anda? Atau orang-orang tidak suka lagi pada Anda?

Carilah apa yang sebenarnya membuat Anda cemas dan carilah hingga menjadi jelas alasan kecemasan Anda itu.

Sampai nanti bila tak ketemu juga, Anda akan tiba pada kesimpulan bahwa Anda harus belajar menerima hasil apapun yang terjadi.

Anda mau menerima sesuatu yang tak bisa dihindari bagaimanapun terjadi.

Tentu saja dalam hal ini berati Anda sudah harus naik peringkat lagi.

Inilah menyerah pasrah alias menyadari bahwa segala sesuatu memang sudah ditetapkan Tuhan.

“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”. (QS: At Taubah: 51).

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal”. (QS: Ali Imran 160).

Semoga kita bisa mencapai peringkat seperti yang dinyatakan dalam Al Quran tersebut.

Dan inilah karamah yang sesungguhnya yang mereka harapkan dalam setiap doa orang-orang arif:

“Bagi para Ahlullah (keluarga Allah) karamah paling utama dan paling mulia adalah karamah maknawi, seperti mengenal Allah, takut kepadaNya, senantiasa merasa diawasi olehNya, bersegera mengikuti perintah dan laranganNya, mantap dalam keyakinan dan selalu mematuhi, memerhatikan, memahami, dan percaya kepadaNya, serta senantiasa bertawakal kepadanya”. (Ibnu Athaillah, Rahasia Yang Maha Indah, page 145).

Jadi biar cemas Anda bisa dikontrol cobalah untuk hidup saat ini, sibuklah dengan hal baik lalu pasrahlah akan ketetapan.

Siapa yang bisa mengatasi kecemasan tingkat tinggi bila tidak ada pertolongan Allah?

Semoga ada RahmatNya selalu untuk itu.

Aamiin…

Photo credit: Taylor Eke at photocollections.io

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s