2 Penyebab Anda Tidak Bisa Menikmati Indahnya Hari

Live Now

Sudahkan Anda mengetahui apakah 2 (dua) hal yang membuat Anda tidak bisa menikmati indahnya hari ini?

Dua hal yang selalu menemani Anda sepanjang hari, tetapi Anda tidak menyadari bahwa sesungguhnya kedua hal tersebutlah yang membuat Anda susah move on, terus menerus merasa kuatir dan lupa untuk bersyukur?

Kedua hal tersebut adalah (1) pikiran masa lalu Anda dan (2) pikiran masa depan Anda.

Sebagaimana seorang sufi Jalaludin Rumi pernah berkata bahwa:

Past and future veil God from our sight, burn up both of them by fire…“,

Bahwa masa lalu dan masa depan menghalangi pandangan Anda dari Tuhan, bakarlah keduanya dengan api.

Hal tersebut memang benar adanya.

Andaikan, Anda mau menganalisa dan mengamati dalam sehari saja.

Maka, Anda akan mampu menyadari bahwa pikiran Anda itu memang lebih banyak disibukkan oleh masa lalu dan masa depan.

Cobalah diamati

Ambil saja contoh yang mudah, saat Anda terjebak macet dijalan padahal Anda harus tiba tempat tujuan tepat waktu.

Ketika Anda terjebak di kemacetan itu, biasanya Anda pun akan terjebak pada pikiran masa lalu dan masa depan Anda.

Pikiran masa lalu Anda:

“Kenapa jalan bisa macet begini? Tahu begitu ambil jalan yang lain saja.”

Pikiran masa depan Anda:

“Bisa-bisa saya terlambat nih. Wah kacau… Nanti akibatnya bisa begini dan begitu..”

Begitulah pikiran masa lalu dan masa depan Anda berkecamuk di benak Anda.

Padahal belum tentu kalau Anda lewat jalan yang lain, Anda bisa terbebas dari kemacetan.

Atau, belum tentu juga konsekuensi terjebak macet itu bisa membuat Anda terlambat.

Kekuatiran Anda masih belum jelas. Mungkin bisa terjadi, mungkin juga tidak.

Hati-hati Jebakan Pshycological Time

Pak Eckhart Tolle, penulis buku “the power of now”, berkata bahwa dalam keadaan tersebut Anda terjebak dengan apa yang diistilahkannya sebagai jebakan “pshycological time“.

Anda tidak sedang berpikir atau membahas masa lalu untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Namun, Anda terjebak pada pikiran masa lalu (kenapa tidak ambil jalan lain) dan atau pikiran masa depan (konsekuensi yang mungkin terjadi) yang membuat Anda tidak bisa menikmati indahnya setiap kejadian yang terjadi saat ini.

Padahal masa lalu dan masa depan bukanlah realitas sesungguhnya yang sedang Anda hadapi.

Sebagaimana Pak Eckhart Tolle bilang lebih lanjut, apa yang Anda anggap sebagai masa lalu adalah cuma jejak memori yang disimpan dalam pikiran Anda, bukan lagi saat ini.

Ketika Anda mengingat masa lalu berarti Anda sedang mengaktifkan jejak memori Anda. Dan Anda melakukannya sekarang yang mana sudah tidak bisa diubah lagi.

Sementara itu, masa depan juga cuma bayangan. Cuma proyeksi dari pikiran Anda ketika Anda berpikir perihal masa depan yang realitasnya tentu saja belum terjadi saat ini.

Masa lalu dan masa depan jelas tidak memiliki realitas, tetapi Anda terjebak untuk memikirkannya sehingga munculah kekuatiran, kecemasan, kemarahan, kesedihan, kebingungan dan lain sebagainya.

Padahal, Anda seharusnya relaks saja.

Fokuslah pada saat ini, pada apa yang sedang Anda alami.

Keluarlah dari jebakan pikiran-pikiran Anda.

Enjoy Saja

Apa yang telah terjadi ya sudah terjadi 1-2-3.

Nikmati saat ini karena selalu ada hikmah meskipun Anda tidak dapat mengetahuinya.

Berserah penuh pada segala yang telah diatur dan diurus olehNya.

Seperti Ibnu Qayyim bilang :

“Andai kamu tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu, pasti hatimu akan meleleh karena cinta kepadaNya.”

Maka, latihanlah agar Anda mampu mendeteksi saat mana Anda terjebak dalam pikiran masa lalu dan masa depan.

Sebenarnya, Anda tuh bisa menjadi sangat fokus pada saat ini, tetapi kadang Anda tidak menyadarinya keadaan itu.

Misalkan saat Anda berada pada situasi emergensi tertentu, disaat itulah pikiran Anda menjadi sangat fokus.

Pikiran Anda tak akan kemana-mana dan fokus saja pada saat ini.

Banyak orang mencari-cari kembali keadaan tersebut.

Itulah kenapa banyak orang menyukai olahraga ekstrim karena olahraga tersebut mengharuskan dirinya untuk selalu menjaga pikiran tetap fokus pada kondisi saat ini.

Ya iyalah…

Bagaimana mau memikirkan masa lalu dan masa depan kalau salah sedikit saja seorang pemanjat tebing bisa jatuh ke jurang yang dalam? begitu kata Pak Eckhart Tolle perihal contoh keadaan dimana pikiran Anda bisa sangat fokus.

So, apapun itu masalah yang membuat Anda marah, sedih, stress, atau cemas maka semua muncul karena jebakan di pikiran Anda.

Apapun itu yang membuat Anda tidak bisa khusyu dalam sholat, tidak bisa konsentrasi dalam beribadah bahkan sulit menyelesaikan pekerjaan tertentu maka itu semua juga muncul karena jebakan pikiran Anda.

Keluarlah dari dimensi jebakan tersebut fokuslah untuk kembali ke saat ini.

Dan tentunya, bagi para sahabat muslim, Anda bisa mencoba keluar dari dimensi jebakan tersebut dengan selalu Dzikrullah, ingat Allah.

Silahkan kunjungi laman Yamas Indonesia untuk belajar perihal Dzikrullah tersebut, bila Anda berminat.

Semoga semakin menambah wawasan kita bersama ya.

Photo credit: Kalyan Kanuri at Flicr

2 thoughts on “2 Penyebab Anda Tidak Bisa Menikmati Indahnya Hari

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s