Sudahkan Anda Bersikap Hati-hati Terhadap Kenalan Anda?

acquaintances

Apa bedanya teman dan kenalan? Sejauh ini teman adalah orang yang Anda kenal bukan?

Ternyata belum tentu.

Tidak semua kenalan Anda itu teman Anda bahkan beberapa kenalan Anda justru adalah orang-orang yang tidak sama sekali mengenal Anda.

Kenalan lebih luas cakupannya.

Dia bisa seorang yang sebaya, lebih muda atau lebih tua dari Anda yang Anda kenal di masjid, kampus, kantor, yayasan, perkumpulan organisasi dan lain sebagainya.

Dia bisa juga seorang pejabat, seorang artis, seorang pemuka agama, seorang pemimpin dan lain sebagainya yang mana Anda mungkin kenal tetapi mereka tidak kenal Anda.

Dulu waktu sekolah, kenalan bisa jadi cuma sekedar kakak atau adik kelas yang kebetulan rumahnya dekat dengan Anda.

Namun, di era sosial media yang semakin berkembang sekarang ini, kenalan Anda bisa jadi bertambah luas.

Anda bisa berkenalan atau kenal dengan siapapun itu, tanpa batas ruang dan waktu.

Informasi perihal seseorang bisa dengan mudah Anda dapatkan.

Bagaimana keseharian orang tersebut, bagaimana pandangannya terhadap sesuatu dan bagaimana sikap hidupnya mudah untuk diketahui.

Anda pun merasa kenal.

Yang terkadang, kenalan seperti itu bisa membuat Anda membela dan mendukungnya. Atau, sebaliknya malah membuat Anda menjadi meremehkan lalu menghujatnya.

Padahal jauh-jauh hari Imam Ghazali, seorang ulama besar dan orang yang sangat arif, memberitahukan bagaimana seharusnya Anda bersikap terhadap kenalan Anda.

Berikut ini beberapa nasehat bagus dari sang Imam*)

Nasehat Imam Ghazali Perihal Kenalan

Terhadap kenalan, Anda seharusnya tidak mudah untuk menghinanya karena Anda tidak tahu mereka sebenarnya.

Bisa jadi mereka lebih baik dari Anda.

Sebaliknya, Anda juga tidak usah menganggap mereka besar sebab dunia dan isinya ini kecil dalam pandangan Tuhan.

Memandang besar sosok kenalan hanya akan membuat Anda jatuh dihadapan Tuhan. Bersikap biasa saja.

Ketika Anda melihat bahwa kenalan Anda menghormati Anda dan melakukan yang baik buat Anda, bersyukurlah kepada Tuhan yang telah membuat mereka mencintai Anda.

Tapi, jika Anda menemukan mereka melakukan kejahatan kepada Anda, tetap serahkan kepercayaan kepada Tuhan dan mohon perlindungan-Nya. Tidak perlu Anda mencela dan mendebatnya.

Andaikan kenalan Anda itu memusuhi Anda maka jangan menghadapinya dengan permusuhan, karena itu cuma menambah masalah dan membuat kesulitan baru buat Anda. 

Sebaliknya, jika mereka menghargai, memuji dan mengekspresikan persahabatan pada Anda, jangan cepat mudah percaya. Bisa jadi perilaku mereka akan berbeda saat di depan orang lain.

Dan kalau pun mereka melakukan itu, Anda janganlah marah.

Tinggalkan keserakahan terhadap kekayaan, pengaruh dan ketergantungan pada kenalan Anda. 

Jika Anda meminta kenalan untuk membantu Anda dan kenalan Anda tidak mau membantu, bersyukur saja kepada Tuhan. Jangan menyalahkan dan mengeluh agar tidak muncul permusuhan dengan kenalan Anda.

Tidak perlu memberikan pendapat atau nasehat Anda kepada kenalan Anda, kecuali kalau Anda tahu dari awal bahwa mereka dapat menerima pendapat Anda.

Bila Anda tahu bahwa mereka tak akan bisa menerima pendapat Anda, tidak perlu memberi nasehat karena pasti mereka tidak akan mendengarkan dan malah menjadi sebab timbulnya permusuhan.

Lain hal kalau mereka berbuat kesalahan maka beritahulah kebenaran dengan cara yang penuh kebaikan, bukan dengan kekasaran.

Anda harus moderat dalam semua urusan, jangan berlebihan atau kurang.

Selalu berwajah menyenangkan, tanpa menurunkan diri sendiri dan tanpa takut terhadap orang lain.

Menjadi bermartabat tanpa penuh kebanggaan, menjadi rendah hati tanpa harus menurunkan diri sendiri.

Begitulah, beberapa nasehat sang Imam yang bagus perihal kenalan.

Kiranya perlu kita cermati nasehat-nasehat tersebut, sebab sekarang ini semua serba mudah.

Terhadap seorang kenalan Anda bisa jadi sangat baik atau sangat membencinya karena sebab-sebab yang Anda sendiri belum paham benar.

Dan, mereka pun bisa bersikap yang seperti itu pada Anda.

Memang beda ternyata antara teman dan kenalan karena itu sikap berhati-hati harus diberikan.

Semoga menambah wawasan kita bersama.

Photo credit: Ian Clark at flicr

*) Terjemahan bebas dari buku: “Al Ghazali on Islamic Guidance by Muhammad Abul Quasemsub babAssociation with Acquaintances, page 105

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s