3 Cara Elegan Menyikapi Orang Berkata “Tidak” Pada Anda

Handling objection

Apa yang harus Anda lakukan saat orang lain (atau anak Anda mungkin) berkata “tidak” terhadap nasehat, saran atau ide yang Anda sampaikan? Apakah Anda langsung marah, bersedih dan diam saja dengan wajah bersungut? Ataukah, Anda tetap tenang dan santai lalu mencoba menjelaskan kembali dengan lebih detail ide Anda pada orang lain tersebut?

Berikut ini tips yang bisa Anda gunakan.

1. Tenang, diam dan dengarkan

Sam Harrison, seorang pembicara profesional dan pengarang buku best seller, bilang bahwa Anda seharusnya tetap bersikap tenang, diam sejenak dan mendengarkan.

Anda tidak perlu tergesa-gesa untuk mencari segala jawaban terhadap penolakan tersebut. Dengan cara dan sikap seperti ini Anda lebih dapat mengontrol emosi Anda.

Dengarkan dan simak karena nanti dari beberapa pernyataan mereka ada yang bisa Anda gunakan untuk menjelaskan kembali kepada mereka.

Identifikasikan dimana sebenarnya letak keberatan mereka terhadap ide yang Anda sampaikan.

Bila perlu, buat catatan atas semua penjelasan mereka yang nantinya akan Anda jawab semua saat Anda memperoleh kesempatan untuk melakukannya.

2. Berikan persetujuan, bertanyalah lebih detail

Berilah persetujuan atas keberatan mereka.

Memberikan persetujuan terhadap keberatan mereka adalah baik karena dengan cara ini Anda menempatkan diri Anda dan mereka dalam satu frame atau bingkai yang sama.

Dengan cara ini, Anda tidak menempatkan diri Anda sebagai pihak lawan, tetapi merupakan teman diskusi dalam mencari solusi bersama.

“Saya mengerti apa yang menjadi keberatan Anda, atau Saya sangat setuju dengan pendapat Anda perihal….”  

Sesudah memberikan persetujuan, Anda kemudian bisa bertanya lebih detail:

“Ketika Anda berkata bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan, bisakah dijelaskan kenapa tidak bisa dilakukan? atau ketika Anda bilang bahwa hal tersebut sudah pernah dilakukan bisakah dijelaskan manfaat yang sudah dirasakan?”

Begitulah mungkin hal yang bisa Anda lakukan untuk memahami dan mencari lebih detail apa sebenarnya yang menjadi keberatan mereka terhadap ide/saran Anda.

3. Berikan respon

Setelah memberikan persetujuan dan mencari detail keberatan, barulah Anda dapat memberikan respon.

Anda mungkin hanya butuh waktu sebentar saja untuk segera memulai tahap memberikan respon ini, atau Anda mungkin butuh waktu lebih lama untuk bisa masuk pada tahap ini. Semuanya akan tergantung pada berada lama Anda waktu yang Anda butuhkan di tahap 1 dan 2 sebelumnya.

Oke, bagaimanakah memberikan respon terhadap suatu keberatan dan penolakan?

Banyak cara bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan teknik frame dan atau reframing.

Perilhal frame juga sudah pernah kita bahas dalam artikel lalu disini, beberapa contoh teknik frame yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:

Contrast frame, berarti Anda mencoba memberikan respon dalam bentuk perbandingan keuntungan dan kerugian agar orang bisa lebih memahami dan fokus pada ide atau gagasan Anda tersebut. Biasanya para ahli penjual sering melakukan hal ini, contohnya:

“Kalau Anda merasa ragu dengan ide atau saran ini, ada dua kemungkinan saja yang akan Anda hadapi bahwa Anda tetap diam saja di tempat atau minimal Anda telah berusaha untuk melakukan sesuatu yang baru..” (tambahkan dengan penjelasan detail lainnya)

As if frameAnda mencoba mempersuasi orang lain dengan mengajaknya untuk membayangkan atau mengalaminya secara langsung. Contohnya:

“Andaikan Anda memiliki perusahaan sebesar ini, apa yang akan Anda lakukan dalam situasi yang terjadi saat ini?”

“Coba Anda bayangkan bila Anda mengalami masalah seperti itu, apa yang akan Anda lakukan?”

“Bila saya setuju dengan saran Anda, apa yang akan Anda berikan selanjutnya?”

Orang biasa akan lebih menyadari dan semakin berpikir dua kali bila mereka Anda ajak untuk membayangkan atau mengalaminya sesuatu secara langsung.

4. Keep Relax

Dari semua cara yang Anda lakukan, step by step diatas. Ada satu yang harus selalu Anda ingat, yakni jaga diri Anda untuk tetap relaks dan santai sebab mereka bisa saja tetap menolak penjelasan Anda dan tetap merasa keberatan dengan ide-ide Anda, meskipun respon penjelasan sudah Anda berikan.

Ya sudah mau gimana lagi?

Ingat saja pesan indah dari Ibnu Qayyim al-Jawziyah yang sudah pernah dibahas dalam artikel lalu disini, bahwa:

“Saat berinteraksi dengan siapa saja dan di mana saja, kita perlu memperhatikan dan memastikan agar cara interaksi kita sudah seimbang dengan kemampuan dan tenaga orang lain. Di samping tetap berada dalam rida dan taat kepada Allah, kita tidak perlu menuntut hal-hal yang tidak mungkin atau melebihi kemampuan. Jika kita terusik atau tersingung akibat ulah orang lain, jangan memberi  reaksi yang sama, atau sikap memusuhi. Maafkan saja mereka. Biarkan takdir meneruskan tugasnya.”

Jadi tetap tenang, biarkan takdir meneruskan tugasnya…

Alhamdulillah dapat ilmu baru lagi.

Photo credit: The next web photo at Flicr

2 thoughts on “3 Cara Elegan Menyikapi Orang Berkata “Tidak” Pada Anda

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s