Etika Terhadap Orang Yang Belum/Baru Anda Kenal

Kenalan

Pada suatu ketika, Anda mendengar beberapa orang, yang tidak Anda kenal, berdiskusi perihal sesuatu yang memang lagi hangat-hangatnya jadi bahan pembicaraan banyak orang.

Bisa jadi saat itu Anda tengah di suatu seminar/training, di dalam bus kota, kereta api, pesawat terbang, di restoran, di warung makan dan di manapun bisa saja.

Mendengar komunikasi yang begitu hangat dan ramai, Anda pun ingin nimbrung dan ikut bergabung dalam diskusi tersebut karena Anda tahu topik yang sedang dibicarakan itu.

Tiba-tiba saja, Anda sudah turut serta meramaikan diskusi yang terjadi. Mula-mula Anda cuma mendengarkan, lama-lama ikutan berbicara dan ditimpali oleh yang lain meskipun orang lain itu belum Anda kenal.

Istilahnya, Anda sudah bisa langsung “klik” untuk berbicara dengan siapapun, mengalir lancar apa adanya meskipun teman bicara Anda adalah orang-orang yang belum Anda kenal.

Di lain ketika, Anda mungkin berada pada posisi dimana orang ramai berdiskusi, tetapi Anda benar-benar kikuk, dan merasa terasing karena berada di tempat baru dengan orang-orang yang belum Anda kenal.

Anda butuh kiat bagaimana caranya agar Anda bisa langsung terhubung dan menjalin komunikasi lancar dengan orang-orang baru tersebut, yang tentu saja caranya sudah pernah kita bahas dalam tulisan lalu disini.

Kuncinya sederhana, Anda mau atau tidak untuk memiliki apa yang diistilahkan sebagai “a friendly mindset”.

Kesadaran mental bahwa Anda adalah orang yang memang senang untuk berteman dan menjalin komunikasi dengan siapa saja tanpa ada maksud-maksud tertentu.

Kalau “a friendly mindset” tersebut tidak ada ya susah juga. Mau bagaimanapun Anda pasti lebih memilih untuk diam dan sibuk dengan dunia Anda sendiri.

Lalu kemudian, muncul lagi pertanyaan, Andaikan Anda sudah punya  “a friendly mindset” itu, bagaimana caranya agar Anda tidak kehabisan kata-kata atau bahan bicara?

Tentunya hal ini pun sudah pernah kita bahas dalam artikel lalu disini. Suatu formula yang bisa Anda gunakan untuk menjaga agar pembicaraan Anda bisa mengalir tanpa kekakuan dan sekedar “yes or no” atau jawaban singkat-singkat saja dari teman bicara Anda.

Perhatikan Selalu Etika

Bila Anda sudah punya ketrampilan untuk mudah bergaul dengan siapa saja, maka hendaknya Anda juga mau untuk selalu menjaga etika terhadap orang-orang yang baru Anda kenal tersebut.

Imam Ghazali memberikan penjelasan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, Anda akan sering berinteraksi dan berhubungan dengan orang yang tidak/belum Anda kenal.

Dari sana, orang-orang tersebut bisa meningkat menjadi kenalan Anda dan nanti berdasarkan kriteria tertentu, mereka bisa saja menjadi teman atau sahabat Anda.

Pesan Imam Ghazali

Nah, terhadap orang yang tidak/belum/baru Anda kenal, pesan Imam Ghazali*) adalah sebagai berikut:

“Hendaknya Anda harus selalu menghindari keterlibatan percakapan yang kosong dengan mereka tanpa arti apa-apa,

sekedarnya saja mendengarkan terhadap berita dan gosip yang menyebar yang menjadi bahan pembicaraan Anda dengan mereka,

tidak usah peduli dengan kata-kata buruk yang mereka biasa ucapkan,

juga jangan mudah untuk merasa tergantung terhadap mereka (apalagi yang ini, kan tidak kenal/baru kenal),

ingatkan juga mereka dari kesalahan dengan cara yang baik dan kasih sayang,

andaikan hendak menegur maka lakukanlah kalau memang Anda tahu bahwa mereka dapat menerima nasihat Anda.”

Begitu pesan dari Imam Ghazali yang hendaknya harus selalu kita jaga terhadap orang-orang yang belum/baru Anda kenal.

Bila kemudian orang-orang tersebut menjadi kenalan Anda, maka sepatutnya Andapun harus menjaga etika seperti yang sudah pernah kita bahas dalam artikel lalu perihal sikap hati-hati terhadap kenalan Anda.

Oleh karena, seorang kenalan itu cuma kenalan saja, belum tentu Anda mengenalnya dengan baik. Tetap menjaga sikap berhati-hati adalah yang terbaik untuk dilakukan.

Perihal apakah nanti mereka akan menjadi teman atau sahabat Anda tentu saja Anda butuh kriteria tertentu dalam menyelesinya. Untuk itu Anda dapat juga membaca periha kriteria dalam memilih teman/sahabat disini.

Demikian sahabat semua. Semoga berkenan di hati.

Photo credit: Abu Emran at flicr

*) Terjemahan bebas dari buku: “Al Ghazali on Islamic Guidance by Muhammad Abul Quasemsub babCompanionship with Unknown Common Men, page 100

2 thoughts on “Etika Terhadap Orang Yang Belum/Baru Anda Kenal

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s