3 Kriteria Untuk Memilih Teman Dan Sahabat

Friends

Siapakah teman Anda? Seorang teman yang bisa menjadi teman akrab alias sahabat Anda dalam suka dan duka.

Tentunya masing-masing Anda akan memilih dan menentukan seseorang apakah dia layak Anda dijadikan teman berdasarkan kualitas dan kriteria tertentu.

Biasanya teman Anda adalah orang yang bisa “klik” dengan Anda. Mungkin seseorang dengan hobi yang sama dengan Anda, seseorang yang memilliki persamaan dalam pandangan dan sikap hidup tertentu, atau seseorang yang memiliki minat dan bakat yang sama dengan Anda.

Dan, apakah teman atau sahabat Anda itu sudah memiliki kualitas seperti yang dinasehatkan oleh Imam Ghazali?

Oke mari kita simak apa saja kriteria atau kualitas yang hendaknya ada di dalam diri seseorang sebelum Anda memutuskan untuk menjadikannya sebagai seorang teman atau sahabat Anda.

Kualitas Seorang Teman

1. Kecerdasan

Anda hendaknya melihat faktor kecerdasan atau seseorang dalam memutuskannya untuk menjadi teman. Tidak ada kebaikan dalam persahabatan dengan seorang yang tanpa ilmu. Tentunya harus banyak “kutip” dalam mendefinisikan kecerdasan ini. Dan Anda pun memiliki penilaian tersendiri perihal kualitas pertama ini.

2. Karakter yang baik

Pilihlah teman berdasarkan karakterknya baik atau tidak. Karakter yang baik ditandai dari kemampuan seseorang untuk mampu mengendalikan dirinya ketika ia marah, mampu mengontrol keinginan-keinginannya, tidak suka berbohong dan bukan orang yang serakah.

3. Kesalehan

Perhatikan kesalehan orang tersebut karena orang saleh bisa menjaga dirinya dari perbuatan dosa. Bergaul dengan orang tanpa kesalehan hanya akan membuat Anda memandang setiap perbuatan itu baik meskipun sesungguhnya menyalahi dan berdosa.

Makanan, Obat & Penyakit

Menyimak ketiga kualitas diatas, akan banyak pendapat dilontarkan dan menimbulkan beragam keberpihakan.

Ada yang bisa bilang bahwa kualitas seperti itu sepertinya jarang bisa ditemukan ketiganya secara sempurna dalam diri seseorang.

Ada yang bisa bilang kalau berteman ya berteman saja, tidak usah pilih-plih karena semua orang pada dasarnya baik tinggal bagaimana kitanya saja mampu tidak menjaga diri.

Ada juga yang berpendapat bahwa seharusnya kitalah yang sudah memiliki kualitas-kualitas tersebut sebelum melihat kepada orang lain.

Patutlah kita simak lanjutan nasehat dari Imam Ghazali dalam hal ini.

“Bahwa mungkin, tidak semua orang memiliki semua kualitas diatas. Untuk itu, Anda punya pilihan, yakni memilih untuk lebih menyepi (memberikan lebih banyak waktu bersama keluarga). Atau Anda tetap bergaul di masyarakat, tetapi jaga hubungan dan interaksi Anda dengan orang lain itu dengan cara yang proposional sesuai dengan kualitas yang ada pada diri mereka.”

Bersikap proposional sajalah karena teman itu seperti makanan, obat dan penyakit.

Makanan. Tanpa makanan Anda tidak dapat hidup, maka carilah teman yang seperti itu yang akan menjadi kawan dalam perjalanan dan kebaikan hidup selanjutnya. Dari mereka Anda bisa belajar ilmu yang bermanfaat dan menjalankan ibadah dengan cara baik.

Obat atau vitamin. Sesekali ada juga butuh obat atau vitamin mungkin – butuh tetapi tidak selalu. Maka, Anda bisa mencari teman untuk kebaikan Anda di dunia, yang darinya Anda bisa memiliki karakter yang baik.

Penyakit harus Anda cegah, tetapi suatu waktu dia bisa menjangkiti Anda. Begitupula beberapa teman. Maka, Anda mintalah selalu perlindungan dari Allah yang Maha Melindungi untuk bisa memahami dan menjadikan diri Anda lebih baik.

Nah, setelah Anda putuskan dia teman Anda atau bukan sudah itu jagalah pertemanan itu dan penuhi beberapa kewajiban dan selalu perlakukan teman Anda seperti layaknya bagaimana Anda juga ingin diperlakukan.

Entah kenapa saya ingin mengkutip hadis indah ini juga:

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan Nabi, dan bukan pula Syuhada. Tetapi para nabi dan syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, disebabkan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka”. “Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapa mereka?” Ujar sahabat: “Agar kami bisa turut mencintai mereka.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab : “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah tanpa ada hubungan keluarga dan nasab di antara mereka. Demi Allah, wajah-wajah mereka pada hari itu bersinar bagaikan cahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak sedih di saat manusia sedih.” (HR. Abu Dawud)

Semoga menambah ilmu kita bersama ya.

Photo credit: Archangel at Flicr

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s