Menjaga Lisan, Yang Kadang TerLupakan

jaga lisan

Memang lidah tak bertulang, begitu kata syair lagu. Terkadang apa yang diucap berbeda dengan yang apa yang ada di dalam hati dan apa yang terikrarkan kadang melaju tanpa dipikirkan.

Itulah lidah atau lisan Anda yang bisa menjadi sangat berbahaya bila tidak pandai mengendalikannya.

Imam Ghazali r.a, memberikan nasehat bahwa ada 8 (delapan) hal yang harus Anda jaga dari lisan Anda, yaitu: jangan berbohong, jangan menyalahi janji, jangan memuji diri sendiri, jangan mengeluarkan kata-kata makian, jangan menghasut, jangan bergunjing, jangan berdebat kusir, dan jangan memperolok.

Dari 8 (delapan) itu, ada 3 (tiga) yang sepertinya kadangkala Anda terlupa untuk menjaganya karena kepikir bahwa hal tersebut hanya sesuatu yang Anda anggap sepele saja.

1. Bergunjing (Ghibah)

Anda bisa saja lupa perihal menjaga lisan untuk tidak bergunjing.

Kenapa bisa lupa? Oleh karena, Anda kadang akan beranggapan bahwa apa yang Anda bicara itu adalah sesuatu yang sesuai dengan fakta dan kejadian yang ada.

Padahal baik Anda membicarakan suatu kenyataan atau bukan, sepanjang itu adalah suatu keburukan maka itu adalah bergunjing, bergosip alias ghibah.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim no. 2589).

Hal kedua yang kadang membuat Anda bisa lupa untuk tidak bergunjing adalah anggapan bahwa Anda ingin agar kejadian serupa tidak terjadi pada diri Anda dan orang lain karena itu Anda ingin membicarakannya.

Padahal, hal ini justru malah membuat Anda membuat 2 (dua) kesalahan. Pertama Anda sombong bahwa Anda akan bisa lebih baik dari orang lain. Dan kedua, Anda tetap saja bergunjing namanya.

Sering bergunjing justru membuat senjata makan tuan untuk Anda. Masih ingat percobaan yang dilakukan oleh John Skowronsi, yang pernah ditulis dalam artikel lalu disini?

Percobaan yang dikenal sebagai efek ”spontaneous trait transference”, telah memberikan bukti bahwa bila Anda berbicara negatif perihal orang lain maka secara tidak sadar sifat tersebut ditransfer menjadi sifat Anda dalam benak orang lain tersebut.

Sebaliknya, bila Anda bicara yang baik baik saja, maka sifat-sifat tersebut secara tidak disadari oleh orang lain akan ditransfer menjadi sifat Anda. dan Andalah orang yang baik itu.

Hindarilah bergunjing (bergosip). Intropeksi diri dan saling mengingatkan dan meminta pertolongan Tuhan menjadi benteng pertahanan dari ghibah.

2. Berdebat 

Hindari perdebatan, berselisih dan berdiskusi yang hanya akan membuat orang lain terhina. Sementara Anda merasa diri Anda paling tahu, berilmu dan lebih unggul.

Perdebatan yang sudah menjurus pada perasaan emosi berlebihan tidak menghadirkan manfaat sama sekali malah bisa mengangu hidup Anda, timbul kebencian dan rasa dendam.

“Nabi Muhammad saw bersabda “Barangsiapa yang menghindari perdebatan dalam posisi ia bersalah niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di sekitar surga. Barangsiapa yang menghindari perdebatan dalam posisi ia benar niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di tengah-tengah surga. Dan barangsiapa yang baik akhlaqnya niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di ketinggian surga.” (HR.Abu Dawud,Tirmidzi, Ibnu Majah dan Baihaqi)

Jangan mudah tertipu oleh segala hal yang terlihat baik padahal sesungguhnya itu adalah buruk. Seakan-akan Anda hendak membenarkan kesalahan orang lain, tetapi Anda malah terjebak dalam suatu perdebatan.

Memberikan nasehat menjadi baik bila dilakukan dengan baik pula yang hendaknya dilakukan secara pribadi bukan dengan cara perdebatan. Perdebatan hanya akan menempatkan seseorang dalam kecatatan dan kehinaan.

3. Bercanda atau mengejek 

Hal ketiga yang kadang Anda lupa untuk menjaga lisan adalah bercanda dan mengejek.

Jagalah juga lisan Anda dari tindakan bercanda atau mengejek meskipun awalnya hanya sekedar untuk humor karena hal itu akan mengurangi rasa segan seseorang pada Anda. Secara perlahan justru akan menyebabkan orang lain menjauh dari Anda karena merasa Anda telah menyakitinya.

Sebaliknya juga, Anda jangan terlalu menanggapi pembicaaan yang selalu memperolok orang lain. Anda tidak perlu menanggapinya, berpaling saja tidak usah terlibat sampai mereka mengganti topik pembicaraan dengan yang lebih baik.

Itulah kewajiban untuk menjaga lisan yang kadang terlupakan…

Photo credit: Ali Bindawood at flicr

*) “Al Ghazali on Islamic Guidance by Muhammad Abul Quasemsub babGuarding the Tongue, page 74

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s