Coba Cara Ini Untuk Mengatasi Rasa Malas dan Sering Menunda

Calendar

Pernahkan Anda bertanya kenapa Anda tidak bisa melakukan sesuatu yang sebenarnya ingin Anda lakukan? Mulai membersihkan kebun Anda misalkan, atau mulai berolahraga besok pagi, atau mulai mengerjakan tugas-tugas kerja/kuliah tanpa harus menundanya?

Bila Anda masih sering menunda untuk melakukan sesuatu yang ingin Anda lakukan itu, cobalah untuk mulai menetapkan deadline atau batas waktu. Biasanya dengan menetapkan batas waktu Anda bisa segera memulai melakukan sesuatu dan bisa lebih produktif.

Dan Ariel, seorang profesor behavioral economics di MIT pernah membahas perihal ini di dalam bukunya yang berjudul “Predictably Irrational : Chapter 6, The Problem with Procrastination & Self Control”.

Sebagai seorang profesor, Dan Ariely tentu sudah terbiasa dengan penundaan. Setiap mahasiswa sudah biasa berjanji dan kerap kali terlambat menyerahkan tugas-tugas perkuliahan yang diberikannya. Kalaupun diberikan batas waktu kapan harus menyerahkan tugas-tugas mereka, maka mereka biasa akan menyerahkan tugas-tugas itu hanya di akhir batas waktu, jarang sekali yang mau menyerahkannya lebih cepat.

Mengetahui hal ini, Dan Ariely mencoba melakukan suatu eksperimen dengan membagi kelas perkuliahannya menjadi 3 Grup yang berbeda. Masing-masing grup diberikan tugas kuliah dengan parameter batas waktu penyerahan yang berbeda-beda.

Grup 1 : Para mahasiswa yang mendapatkan tugas dengan batas waktu terserah saja alias tidak ada batas waktu. Mereka boleh mengumpulkan tugas mereka di akhir semester saja.

Grup 2 : Para mahasiswa yang mendapatkan tugas dengan batas waktu yang dipilih sesuai dengan keinginan masing-masing mahasiswa. Dalam hal ini, para mahasiswa diberi kebebasan untuk menentukan dateline mereka masing-masing, tetapi dengan pengenaan saksi berupa denda bila mereka telat menyerahkan (masing-masing memberikan komitmen di muka)

Grup 3 : Para mahasiwa yang mendapatkan tugas dengan batas waktu yang sudah ditetapkan langsung (tidak punya pilihan dan harus ikut jadwal yang telah ditetapkan).

Dari perlakuan tersebut, Grup mana yang menurut Anda bisa menghasilkan nilai tugas rata-rata paling baik dan paling buruk?

Semoga tebakan Anda benar karena hasilnya adalah: Grup 1 mendapatkan nilai rata-rata paling buruk, Grup 2 berada di tengah-tengahnya, dan Grup 3 mendapatkan nilai rata-rata paling bagus.

Apa yang bisa Anda pelajari dari percobaan Dan Ariel tersebut?

Tentukan Target Waktu dan Pengawasan

Bahwa memang Anda akan cenderung menunda pekerjaan. Dan, cara atau alternatif yang bisa digunakan untuk terhindar dari hal tersebut adalah menentukan target waktu dengan pengenaan penalti agar Anda lebih bertanggung jawab terhadap komitmen yang telah dibuat.

Anda yang menyadari bahwa Anda memang kadang menunda sesuatu akan melakukan segala cara bagaimana untuk mengatasi hal tersebut karena itu memberikan kebebasan untuk menetapkan batas waktu dan penalti menjadi alternatif untuk meningkatkan kinerja (hasil percobaan Grup 2).

Lalu kenapa Grup 2 tidak mendapatkan nilai rata-rata paling baik?

Penjelasan Dan Ariely adalah bahwa tidak semua orang memanfaatkan waktu yang ada dengan baik. Masih ada saja kecendrungan orang untuk baru mulai mengerjakan tugas ketika dateline hampir habis. Hasil pekerjaan mereka cenderung apa adanya saja alias biasa. Dan, orang-orang ini yang membuat rata-rata nilai Grup 2 menjadi di tengah-tengah saja.

Kuncinya ada di kendali diri dan pengawasan. Mungkin dengan memberikan dateline yang ketat, Anda bisa mengurangi menunda-nunda sesuatu sekaligus menghasilkan kinerja yang lebih baik (seperti hasil percobaan Grup 3). Itu kenapa Grup 3 bisa mendapatkan nilai rata-rata yang baik.

Namun, yang namanya kendali diri itu memang susah juga sih.

Setiap Anda akan cenderung melihat manfaat yang didapat dari menunda atau melakukan sesuatu lebih cepat atau lebih lama. Oleh karena itu, menentukan batas waktu adalah baik dan kalau bisa minta kendali atau pengawasan dari orang lain.

Biar nanti, kalau Anda malas lagi berolahraga, ada orang lain yang akan mengingatkan Anda. Atau, kalau Anda masih saja tenang dan asyik nonton acara televisi sambil makan makanan enak berkolesterol tinggi, ada orang lain yang akan mengingatkan Anda untuk mulai bergerak dan berolahraga.

Makanya sekarang ini, banyak aplikasi-aplikasi olahraga yang dibuat secara Grup. Anda diberikan program latihan yang tetap, Anda bisa menilai kinerja Anda, dan Anda pun bisa membandingkan kinerja Anda dengan kinerja orang lain saat itu juga. Sehingga Anda lebih disiplin dan terus terpacu untuk menjaga kinerja tetap tinggi.

Bagaimana, tertarik untuk mencoba?

Photo credit: yoppy at Flicr

3 thoughts on “Coba Cara Ini Untuk Mengatasi Rasa Malas dan Sering Menunda

  1. Kontrol dari luar itu memang perlu dan efektif. Toleransi pribadi memang kadang berlebihan dan akhirnya membuat leye-leye gak ketulungan. Seringkali saya pun :mrgreen:

    Kadang juga ada semacam rasa “euforia” setelah sukses dalam satu “rentetan pekerjaan” yang menuntut diri untuk santai sejenak. Nah santai sejenaknya itu bisa sampai berbulan-bulan Pak hi hi…

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s