Puasanya Orang “Elite” (Andakah itu?)

Ramadhan

Waktu kecil, saya mendengar khutbah jumat di masjid besar dan nyaman di dekat tempat tinggal orang tua saya dulu. Khutbah Jumat yang mengambil tema perihal ibadah puasa yang pas kebetulan hari itu memang lagi bertepatan dengan hari Jumat di bulan suci Ramadhan.

Lupa puasanya sudah hari keberapa, tetapi saya masih ingat benar bahwa hari itu adalah hari dimana saya mau menyempatkan diri untuk membuat catatan perihal khutbah Jumat yang saya dengar. Biasanya si nga pernah tuh saya melakukannya. Melakukan untuk mencatat apa-apa yang saya dengar dari khutbah jumat.

Catatan itu entah kemana sekarang. Saya pun lupa perihal apa yang pernah saya dengar dan catat dari khutbah jumat yang sudah lama sekali itu.

Sampai beberapa hari kemarin, saya membaca perihal tingkatan orang-orang yang menjalankan ibadah puasa menurut Imam Ghazali di dalam Ihya Ulumudin. Wow…, ternyata ini yang dulu saya dengar saat khutbah jumat itu dan saya buat menjadi catatan.

Suatu pembahasan dari Imam Ghazali yang ama mengena sekali untuk kita melakukan reviu sebenarnya selama ini ibadah puasa kita itu sudah seperti apa.

Rasanya ingin membagikannya dalam tulisan kali ini.

Baiklah mari sama-sama kita simak tiga (3) tingkatan orang beribadah puasa/shaum menurut Imam Ghazali:

1. Shaum orang biasa

Ini adalah tingkatan orang yang melakukan ibadah puasa/shaum yang biasa, yaitu menahan lapar, haus dan syawat dari hal-hal yang membatalkan ibadah shaum.

2. Shaum orang spesial

Ini adalah tingkatan orang yang melakukan ibadah puasa/shaum yang tidak saja melakukan apa-apa yang dilakukan oleh puasanya orang biasa, tetapi dia juga mampu menahan pandangan, pendengaran, lisan, tangan, kaki dan anggota tubuh serta perut dari hal-hal yang membatalkan ibadah puasa.

Dia mampu menahan pandangan mata dari segala sesuatu yang menjauhkannya dari Allah, menjaga pendengarannya untuk tidak mendengar pembicaraan buruk, menjaga lisannya dari segala perkataan yang bisa menyinggung orang, menjaga tangan, kaki dan seluruh anggota badannya dari kesalahan serta menahan perutnya untuk tidak mengumbar nafsu saat berbuka dan setelah berbuka.

3. Shaum orang istimewa (Elite)

Ini adalah tingkatan tertinggi dimana seseorang melakukan ibadah shaumnya orang biasa, shaumnya orang spesial plus menahan hati untuk tidak memikirkan segala sesuatu kecuali Allah saja.

Membaca kembali perihal tersebut yang tersisa hanya pertanyaan. Sudah dimanakah saya punya tingkat? Mungkin masih di tingkatnya puasa/shaum orang biasa.

Shaumnya orang “Elite” sudah sampai pada taraf untuk mengingat Tuhan sepanjang waktu. Tidak ada lagi selain Tuhan di dalam ingatan mereka. Apakah ini merupakan ibadah Dzikrullah juga?

Sebagaimana Syech Abdul Qadir Jaelani bilang dalam Kitab Sirrul Asror :

Tidak ada yang berharga untuk diingini, tiada yang dikasihi di dalam dunia ini dan di akhirat, melainkan Allah. Jika satu zarah sahaja daripada sesuatu memasuki hati selain kecintaan kepada Allah, maka batallah puasa hakikat. Seseorang perlu memperbaharuinya, menghadapkan segala kehendak dan niat kembali kepada kecintaan-Nya, di sini dan di akhirat. Firman Allah, “Puasa adalah untuk- Ku dan hanya Aku yang membalasnya

Semoga ada Rahmat Allah untuk mencapai tingkat “Elite” tersebut untuk kita semua. Aamiin.

Biar lebih ingat pesan dari Imam Ghazali perihal tingkatan orang berpuasa, silahkan disimak video cantik berikut ini dari Raindrop Academy (dalam bahasa inggris ya):

Photo credit: Kurt Collin at Flicr

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s