3 Penyebab Anda Lebih Cepat Membantu Satu Orang Daripada Ke Banyak Orang

sedekah

Terkadang orang bisa bertindak katanya “irrasional”.

Dia bisa cepat memberikan bantuan atau donasi ke seseorang sementara masih banyak orang lain yang mungkin lebih membutuhkan bantuan tersebut.

Terkadang menjadi pertanyaan orang banyak kenapa si A bisa mendapatkan bantuan begitu cepat, sementara dibagian sana ada yang lebih mengalami kepahitan hidup.

Terkadang banyak yang mempertanyakan apakah memang bantuan yang diberikan itu lebih tepat sasaran mengingat masih banyak orang lain yang membutuhkannya.

Ada semacam pro dan kontra sebelum ataupun sesudah bantuan itu diberikan.

Adakah alasan yang mendasari itu semua? Seseorang menjadi cepat memberikan bantuan tanpa melakukan analisa apakah yang dia lakukan benar atau tidak?

Alasan itu ada dan menarik untuk kita kaji karena ternyata kita pun kadang melakukannya di saat-saat tertentu.

Dimana kita tak banyak lagi berpikir untuk turut membantu dan memberikan bantuan semampu kita.

Dan Ariely membahas persoalan ini dalam bukunya yang berjudul “The Upside of Irrationality“.

Ada tiga faktor kenapa Anda bisa cepat bergerak dan melakukan aksi membantu orang lain dengan waktu, tenaga atau harta yang Anda punya.

Walaupun pada akhirnya banyak orang mempertanyakan, tetapi Anda tetap saja melakukannya, yakni:

1. Perasaan Kedekatan

Photo credit : Rupi.co

image via : Rupi.co

Perasaan kedekatan atau seolah-olah dekat dengan orang yang Anda bantu itulah yang membuat Anda menjadi lebih cepat bertindak.

Perasaan kedekatan tidak selalu terhadap keluarga tentunya.

Perasaan kedekatan bisa timbul terhadap orang lain yang baru Anda lihat atau kenal.

Hal tersebut terjadi karena Anda merasa ada kemiripan terhadap apa yang terjadi atas orang yang Anda tolong itu dengan Anda.

Misalkan, saat Anda melihat orang itu Anda jadi ingat, orang tua Anda, saudara Anda, teman/sahabat Anda atau diri Anda sendiri barangkali.

Perasaan bahwa kejadian yang menimpa orang itu kok sama banget dengan apa yang terjadi dengan diri anda atau siapa saja yang dekat dengan Anda.

Perasaan bahwa Anda bisa membayangkan bagaimana kalau hal serupa terjadi dengan Anda dan orang-orang terdekat Anda.

Perasaan-perasaan itulah yang bisa membuat Anda menjadi lebih cepat bertindak untuk menolong orang tersebut padahal baru kenal.

Tapi, perasaan kedekatan ini tidak akan bekerja dengan cepat kalau tidak ada faktor ke-2 berikut ini.

2. Gambaran Yang Jelas

Photo credit:

image via : thehmdt.org

Anda mampu melihat gambaran perihal apa yang terjadi terhadap orang itu untuk bisa membuat Anda cepat bergerak dan bertindak menolongnya.

Gambaran yang jelas yang Anda peroleh sehingga Anda bisa merasakan apa yang terjadi itulah yang akan membuat Anda harus cepat-cepat bertindak.

Coba bandingkan, kalau Anda mendengar seruan orang meminta Anda menolongnya karena dia sedang sakit.

Sakitnya sakit apa Anda belum tahu, terus apa yang bisa Anda bantu juga Anda belum bisa pikirkan. Hal tersebut karena Anda belum punya gambaran jelas terhadap sakitnya itu orang.

Lain hal kalau ternyata Anda melihat sendiri.

Ternyata kalau orang itu memang lagi sakit, tak bisa bangun dari tempat tidurnya.

Badannya panas saat Anda pegang dan dia mengigil.

Dikamarnya banyak obat yang siap untuk diminum. Aroma minyak gosok ama terasa sekali di penciuman Anda.

Melihat gambaran yang jelas seperti ini, Anda tentu akan cepat dan mau membantu serta bertindak utnuk menolong andaikan dia butuh pertolongan Anda.

Bukan begitu ya?

Nah, gambaran yang jelas pada gilirannya juga bisa menciptakan itu tadi pada point nomor-1. Perasaan kedekatan.

Andaikan Anda lihat sendiri kalau dia seorang bapak atau seorang ibu yang perawakannya mirip dengan orang Anda kenal.

Bajunya lusuh. Dia terlihat sedang dianiaya, lalu terlihat jelas betapa dia amat bersedih Orang-orang disekitar tidak ada yang peduli mendengar tangisannya.

Nah, hal-hal kejelasan ini bisa membuat Anda menjadi lebih merasa dekat dengan orang yang sedang teraniaya itu.

Begitulah kenapa kejelasan itu amat diperlukan.

Bahkan gambaran yang jelas itu bisa terlihat dari apa pekerjaannya atau siapa namanya.

Tidak heran lah kalau Anda pada akhirnya pun lebih tergerak untuk membantunya.

Sementara di tempat lain, Anda juga melihat ada orang yang menangis bersama-sama, tetapi siapa nama mereka Anda tidak/belum kenal. Tetap tuh Anda tidak bergerak menolong.

Dan gambaran yang jelas itupun baru mulai bisa membuat Anda lebih mudah bertindak karena adanya efek ketiga berikut ini:

3. “Drop in The Bucket Effect”

Photo credit:

image via: kswo.com

Rasa untuk membantu walaupun tak berarti.

Keinginan untuk membantu itu ada pada diri setiap orang.

Namun, terkadang magnitude suatu kejadian skalanya begitu besar diluar kemampuan Anda.

Dan, membantu semampu yang bisa Anda lakukan walaupun bagai setetes air di ember paling tidak bisa meringankan.

Apa yang bisa Anda lakukan diharapkan bisa berarti.

Apa yang Anda lakukan Anda yakini benar bahwa hal ini paling tidak bisa memberikan efek bagi orang lain untuk turut membantu juga.

Nah, ketiga faktor tersebut diataslah yang akhirnya membuat kenapa Anda itu jadi lebih cepat bertindak untuk menolong orang lain tanpa banyak berpikir dan melakukan analisa.

Hehehe..,

Membaca apa yang disampaikan oleh Dan Ariely, saya jadi tahu jawaban terhadap peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu.

Peristiwa yang menimpa seseorang ibu pemilik warteg yang dagangannya disita satpol pp.

Kejadian itu bisa menginspirasi orang untuk memberikan sedekah lewat penggalangan dana dengan cepat.

Ya tidak usah ikut-ikut pro dan kontra lah.

Positifnya adalah, ingat tips ini.

Kalau Anda mau beramal maka bayangkanlah kedekatan Anda terhadap orang yang mau Anda bantu itu, berikan gambaran yang jelas, dan biar sedikit berarti kok. Tak usah ragu.

Terlepas dari kejadian si Ibu yang memang menuai pro dan kontra, yang saya ingat ya ucapan guru saya Ustadz Hussein Bin Abdul Latiff (semoga Allah memberkahi selalu).

Bahwa apa yang terjadi itu yah sudah atas IjinNya, atas PengetahuanNya dan sudah ditetapkanNya.

Jadi ada masalah???

Semoga menambah wawasan kita bersama ya.

Photo credit : Bohed at Pixabay

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s