Tips Bahagia Sekarang Juga Dengan Membuat Catatan Bersyukur

Bersyukur

Anjuran untuk selalu bersyukur selalu saja kita dengar.

Anjuran yang sudah sangat Universal ini selalu menjadi sumber motivasi karena bersyukur bisa menjaga bahkan meningkatkan kebahagiaan Anda selalu.

Dalam bahasa Inggris Anda mengenal kata “Gratitude” yang ternyata berasal dari bahasa latin “Gratia”. Kata tersebut mengadung arti rahmat, keagungan atau terima kasih.

Dalam bahasa Indonesia, Anda sudah lebih mengenal lagi kata “Syukur” yang berasal dari bahasa Arab yang diartikan dalam Kamus Bahasa Indonesia sebagai rasa terima kasih kepada Allah atau sebagai pernyataan lega, senang dan beruntung.

Rasanya tidak perlu lagi diuraikan panjang lebar karena setiap Anda tentu sudah paham makna dan maksud kenapa Anda diminta untuk selalu beryukur selalu setiap waktu.

Dan yang patut untuk Anda coba mungkin adalah bagaimana Anda mencoba memulai untuk membuat catatan atas setiap peristiwa yang terjadi yang menimbulkan rasa syukur itu.

Baru-baru ini saya membaca kembali buku Richard Wiseman yang berjudul “59 Seconds, Think a Little, Change a Lot“. Salah satu babnya membahas perihal manfaat membuat catatan harian bersyukur itu.

Membuat Catatan Bersyukur

Image by : Dailydozenoflife

image via : Dailydozenoflife

Kenapa hal ini layak dicoba? Anda disaranakan untuk memulai menulis alias membuat catatan perihal bersyukur?

Richard Wiseman dalam bukunya tersebut bilang bahwa salah satu hasil percobaan psikologi telah memberikan bukti bahwa menulis bisa membuat orang menjadi lebih baik, lebih bahagia dan meningkatkan rasa penghargaan pada diri.

Dengan menulis, Anda diarahkan untuk memaparkan pikiran Anda dalam struktur dan alur cerita yang pada gilirannya akan menolong Anda memandang kejadian lebih baik dan mampu mencari solusi pemecahan.

Selain itu, buku harian juga bisa menjadi pengingat yang saat Anda membacanya kembali Anda akan termotivasi karena rasa-rasa bahagia yang Anda tuliskan itu.

Yah, rasa syukur awalnya bisa membuat Anda merasakan bahagia, tetapi dengan berjalannya waktu, hal tersebut lambat laut bisa terlupakan oleh Anda atau hilang dari ingatan Anda sama sekali.

Seperti Anda datang ke toko roti dan mencium aroma harum di toko roti yang Anda sukai, lambat-laut aroma harum roti tersebut bisa hilang dari indera penciuman Anda karena Anda sudah lama berada di toko tersebut.

Dan, satu cara agar Anda bisa mencium aroma harum roti tersebut lagi adalah Anda keluar dari toko roti tersebut sebentar kemudian balik masuk kembali. Barulah Anda akan mampu mendeteksi aroma harum roti itu lagi.

Kenapa Membuat Catatan?

why we do

image via : ted.com

Konsep yang sama berlaku di dalam kehidupan Anda.

Setiap Anda memiliki sesuatu untuk menjadi bahagia.

Bisa jadi kesehatan yang baik, tingkah laku anak-anak yang lucu, pekerjaan yang sesuai dengan keinginan Anda, teman dekat yang selalu hadir setia disaat Anda membutuhkan, hobi yang menarik.

Orang tua yang selalu sehat dan peduli pada Anda, kecukupan sandang dan pangan, pencapaian prestasi tertentu serta hal-hal lainnya dalam kehidupan Anda yang patut disyukuri.

Seiring dengan berjalannya waktu, Anda menjadi terbiasa dengan itu semua dan bisa lupa dengan itu semua.

Dengan menulis, Anda bisa kembali membaca setiap peristiwa yang menimbulkan rasa syukur itu. Anda ingat lagi dan diharapkan hal itu bisa memberikan semacam pemicu semangat Anda untuk kembali.

Nah, percobaan dengan analogi seperti itu telah dilakukan oleh Dr. Robert Emmons and Dr. Michael E. McCullough, dua orang ahli psikologi dari Universitas California dan Miami.

Mereka melakukan suatu percobaan untuk mengetahui apa efek dari mengingat kembali segala hal baik dan patut disyukuri dari setiap kejadian yang terjadi di dalam kehidupan.

Beberapa percobaan mereka lakukan, salah satunya adalah percobaan yang dilakukan dengan membagi para responden menjadi 3 cluster/grup.

Grup pertama diminta untuk menulis tentang hal-hal yang mereka syukuri.

Grup kedua diminta untuk menulis tentang hal-hal sehari-hari yang tidak mereka senangi.

Grup ketiga diminta untuk menulis tentang hal-hal sehari-hari yang mereka alami tanpa memberikan penekanan pada apakah kejadian itu mereka senangi atau tidak.

Hal tersebut diminta untuk terus dilakukan setiap minggu dalam jangka waktu 10 minggu.

Hasil pengamatan dari percobaan tersebut adalah bahwa

Mereka yang menulis segala sesuatu perihal rasa syukur (Grup 1) ternyata lebih optimis dan merasa lebih baik terhadap kehidupan mereka.

Mereka (Grup 1) juga lebih sehat dan senang melakukan olahraga daripada mereka yang banyak menulis perihal apa yang tidak mereka senangi (Grup 2) dan mereka yang menulis apa saja tanpa rasa apapun (Grup 3).

Kegiatan percobaan dan hasil lengkapnya bisa Anda baca disini.

Tips-tips Dalam Membuat Catatan 

Image by : Jeffbulas.com

image via : Jeffbulas.com

Oleh karena itu, mulailah untuk membuat catatan bersyukur Anda.

Pak Emmons dan Pak Davis memberikan beberapa tips yang bisa membuat catatan Anda lebih bermutu tentunya, sebagai berikut:

  • Niatlah yang kuat. Sadarilah Anda menulis karena kesadaran rasa bersyukur penuh pada Tuhan yang selalu mengurus dan menjaga hidup Anda.
  • Buatlah catatan yang detail daripada sekedar point-point singkat saja karena kalau hanya singkat-singkat saja hal tersebut kurang bisa membangkitkan rasa dan emosi syukur Anda saat nanti Anda membacanya kembali.
  • Tulislah dengan deskripsi yang kuat betapa Anda amat bersyukur karena tanpa RahmatNya itu maka hidup Anda mungkin akan lebih sulit.
  • Tulislah sesuatu yang tidak Anda duga atau sesuatu yang memang sangat diluar perhitungan Anda sebelumnya sebab hal ini akan membuat rasa syukur Anda menjadi semakin kuat.
  • Menulislah dengan santai tidak perlu dipaksa harus setiap hari. Sekali atau dua kali dalam seminggu boleh saja. Anda tidak dalam situasi terpaksa harus menulis dalam hal ini.

Rupanya sudah banyak orang yang mencoba untuk membuat jurnal bersyukur ini. Mereka malah sudah lama menerapkannya.

Atau jangan-jangan, Anda pun sudah lebih dahulu tahu dari saya dan sudah memulainya sejak lama.

Saya juga mau mencoba deh kalau begitu, modalnya cuma buku, pulpen/pensil dan kemauan menulis saja ni.

Semoga hal ini juga bisa menambah wawasan Anda selalu dan mau untuk men-share artikel ini.

Photo credit: Don McCullough at Flicr

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s