Apa Yang Harus Dilakukan Bila Dalam 21 Hari Kebiasaan Baik Belum Muncul Juga?

wonder

Beberapa minggu lalu, kita sudah pernah membahas perihal bagaimana untuk memulai membangun kebiasaan baik.

Anda mulailah dengan menentukan identitas Anda, fokus pada skedul dan aksi, lalu bangunlah strategi untuk mengatasi kesalahan.

Lengkapnya bisa dibaca kembali disini.

Namun ternyata memulai melakukan kebiasaan baik itu tidak gampang.,

Masalah utama tetep akan kembali pada pertanyaan klasik “Bagaimana untuk menjaga motivasi tetap tinggi? Bagaimana untuk bisa mengatasi penundaan dan bagaimana bisa tahu bahwa apa yang dilakukan itu sudah benar.

Berikut ini 3 tips untuk menjawab masalah itu. Sumbernya juga tetep dan terinspirasi dari ebook dan website – pak James Clear.

1. Lepaskan Belenggu Motivasi

clouds

image via pixabay

Di awal-awal, saya susah menerjemahkan maksud dari melepaskan belenggu motivasi ini.

Bukankah kita itu perlu dengan apa yang namanya motivasi?

Lebih tepatnya lagi bukankah kita butuh tekad/kemauan alias semangat dalam melakukan suatu perubahan?

Memulai melakukan suatu kebiasaan baik bukannya perlu tekad dan kemauan gitu ya?

Eh ternyata itu semua kurang tepat.

Anda tidak perlu tekad dan semangat untuk tetap disiplin menjalankan kebiasaan baik.

Lempar saja jauh-jauh tekad, semangat atau motivasi itu karena yang namanya tekad dan semangat itu bukan naik turun, sifatnya, tetapi turun terus, turun terus lalu habis…

Dia ibarat baterai handphone, bisa turun dan turun dan habis karena pemakaian.

Dia ibarat baterai handphone, yang bisa cepat turun kalau pemakaian Anda agak boros.

Dia perlu diisi ulang biar bisa penuh lagi.

Stress adalah penyebab utama menurunya tekad dan semangat Anda itu. Hindarilah.

Lengkapnya bisa dibaca lagi disini

Berarti biar bisa semangat terus kita perlu di-charge?

Mungkin iya, tetapi karena sifat dari tekad dan semangat yang seperti itu, maka Anda tidak boleh lagi untuk hanya mengandalkan tekad dan semangat dalam melakukan sesuatu.

Lalu apa yang dibutuhkan?

Pak James bilang, Anda butuh untuk menuliskan kapan dan dimana Anda akan melakukan kebiasaan baik Anda itu.

Anda butuh untuk menetapkan “intention“, niat perihal kapan dan dimana Anda akan melakukan kebiasaan baik itu.

#Kapan dan Dimana adalah KUNCI (bukan lagi Motivasi)

Tetapkan kapan dan dimana Anda akan melakukan kebiasaan baik yang ingin Anda lakukan itu setiap harinya.

Hal ini penting sebab suatu penelitian British Journal of Health Psychology menyatakan alasan dibalik itu semua.

Suatu penelitian dari British Journal of Health Psychology menyatakan bahwa orang-orang yang menuliskan kapan dan dimana mereka akan berolahraga, hampir 91% dari mereka beneran melakukannya.

Sementara itu, orang-orang yang mencari-cari perihal kenapa mereka harus berolahraga? Alias orang yang mencari-cari motivasi untuk berolahraga, hanya sekitar 35% saja dari mereka yang beneran melakukannya berolahraga.

Baca disini untuk lebih lengkapnya.

Maka dari itu, bila Anda ingin melakukan suatu perubahan lakukan dengan memulai kebiasaan yang Anda cintai. Lalu, tentukan dan tuliskan kapan dan dimana Anda akan melakukannya..

Jangan lagi tergantung pada semangat dan motivasi.

2. Atasi Sikap Menunda

i-do

image via pixabay

Anda mungkin saja sudah tahu kapan dan dimana Anda akan melakukan kebiasaan baik itu, tetapi Anda masih saja menunda untuk melakukannya.

Bila itu yang terjadi maka menurut pak James, langkah-langkah berikut ini mungkin bisa mengatasinya.

#1. Pusatkan Perhatian Anda pada Bagaimana Untuk Memulai Hari ini. Jangan pikir kemarin atau nanti.

Godaan untuk menunda akan semakin bertambah bila Anda berpikir bahwa kalaupun hari ini tidak Anda lakukan, maka besok toh masih bisa dilakukan.

Dulu pun saya berpikir seperti itu.

Hari ini nga bisa olahraga ya sudah besok saja porsi olahraga-nya diperbanyak (belum apa-apa sudah mikirin besok…)

Padahal menurut pak James, cara itu lebih sering tidak berhasilnya.

Lebih baik Anda pusatkan fokus Anda untuk memulai hari ini walaupun cuma sekedar apa adanya. Paksakan saja.

The 2-minute Rule

Ada tips dari pak James perihal yang dia sebut sebagai “The 2-Minute Rule” untuk memulai segala sesuatu dan mengatasi penundaan.

Intinya ada 2, yakni:

  1. mulailah dengan kebiasaan baik yang Anda bisa lakukan dalam 2 menit saja.
  2. mulailah beraksi karena cuma 2 menit aja kok!

Kenapa begitu?

Oleh karena, segala sesuatu yang sudah beraksi akan terus beraksi dan sulit untuk berhenti atau dihentikan.

Dengan memulai sesuatu yang mudah yang Anda bisa melakukannya dalam 2 menit saja, maka Anda tidak berasa berat untuk memulainya.

Dan kalau sudah memulainya, Anda tentunya akan sulit untuk berhenti (make sense kalau ini mah, setuju…).

Coba saja, kalau Anda sudah didepan TV, pasti sulit untuk beranjak pergi bukan? (ini kebiasaan buruk, jangan dilakukan cuma contoh doang…)

Lalu bagaimana andaikan Anda segera bergerak untuk berolahraga yang ringan-ringan saja (contoh, push up 50x) dalam 2 menit?

Waktu 2 menit akan cepat berlalu dan Anda tidak akan mau berhenti lagi bila sudah memulainya (ini kebiasaan baik tentunya boleh dicoba…)

Nah, inilah filosofi dari 2-minutes rule siapa tahu cocok untuk Anda terapkan. 

#2. Identifikasi dan hilangkanlah semua sebab penundaan.

Setiap sesuatu ada alasannya, maka carilah alasan kenapa Anda masih saja menunda.

Punya rencana ingin bisa olahraga setiap hari, tetapi bangun selalu kesiangan? Kenapa?

Apakah tidurnya terlalu larut malam atau ada hal lainnya?

Pengen bisa olahraga setiap hari, tetapi males kalau harus ke gym. Kenapa males?

Apakah Anda tipe orang yang tidak suka ketemu orang banyak di gym yang akhirnya nga bisa konsentrasi?

Yah sudah, solusinya jangan pergi ke gym, cari saja olahraga mudah yang bisa Anda lakukan di rumah.

Ubah Lingkungan Anda

Pengen bisa baca buku setiap hari, tapi belum juga memulainya karena sering banyak gangguan?

Cobalah analisa dimana gangguannya.

Mengubah suasana dan lingkungan Anda untuk lebih kondusif agar membaca bisa lebih tenang amat baik untuk dilakukan.

Lampu terlalu redup, kursi terlalu pendek, meja baca terlalu dekat tv, handphone yang nga pernah berhenti kasih notifikasi? Atau adakah hal lainnya?

Lakukanlah saja analisa, begitu ketemu penyebab utamanya segera hilangkan sehingga Anda tidak lagi harus menunda.

3. Ukurlah Yang Pasti  

YouCanTrackProgress1

image via beeoasis

#1 Konsep “Average Speed

Segala sesuatu itu biasa dimulai dari yang sedikit. Lama-lama menjadi biasa lalu meningkat dan meningkat terus sampai menjadi bukit.

Tidak usah muluk-muluk dulu dengan target dan hitungan tertentu. Tak ada pencapaian besar tanpa diiringi oleh langkah-langkah kecil yang konsisten, begitu kata pak James.

Setiap orang punya apa yang diistilahkan sebagai average speed. Maka temukanlah average speed Anda itu.

Agar Anda bisa melakukan aksi di setiap jadwal yang sudah Anda tentukan kapan dan dimana-nya, maka Anda harus punya average speed Anda sendiri.

Misalkan,

Mau Memulai Diet Sehat? Makan saja satu buah apel setiap hari atau buah apa saja yang bisa Anda makan hari itu makanlah..

Mau Bisa Baca Buku Setiap hari? Baca saja satu halaman per hari.

Mau bisa rajin olahraga? Lakukan saja push up setiap hari semampunya atau mulai dengan 10x repetisi.

Pelan-pelan, lakukan dengan konsisten sesuaikan dengan kemampuan Anda, lama-lama Anda akan menciptakan hasil yang baik.

Bila kemudian Anda beralasan bahwa “saya belum bisa konsisten” atau bertanya “bagaimana biar bisa konsisten?” itu berarti Anda belum punya jadwal.

Buatlah terlebih dahulu jadwal Anda dan beraksilah (lihat lagi nomor 1 dan 2 diatas).

# 2. Tingkatkan “Average Speed” 

Baru kemudian pelan-pelan Anda tingkatkan average speed Anda itu.

Untuk bisa meningkatkan average speed berarti kan Anda harus mencatat dan mengukur.

Sesudah mencatat dan mengukur, Anda bisa melakukan “wisuda” terhadap diri Anda sendiri untuk mulai beranjak meningkat ke tangga pencapaian selanjutnya.

Misalkan, contoh lagi tadi diatas:

Mau Diet Sehat? Jika average speed Anda sudah stabil makan satu buah apel setiap hari, wisuda dan lanjutlah ke makan 2 buah apel setiap hari.

Mau Bisa Baca Buku Setiap hari? Jika average speed Anda sudah stabil membaca satu halaman per hari, wisuda dan lanjutlah ke membaca dua lembar setiap hari.

Mau bisa rajin olahraga? Jika average speed Anda sudah stabil untuk lakukan push up setiap hari 10x, wisuda dan lanjutlah ke push up setiap hari 20x. dan seterusnya.

Yang Anda nilai adalah sesuatu yang bisa tingkatkan, meskipun tidak semua bisa diukur.

Silahkan lakukan wisuda sesuai dengan pencapaian Anda sendiri.

Kalapun Anda tidak suka dengan ukuran-ukuran yang mana malah bisa mengurangi kepuasaan Anda dan malah memberatkan Anda ya sudah.

Sudah tidak usah kuatir dengan itu semua. Terus saja lakukan sesuai keinginan Anda.

4. Relaks dan Berdoa

kid-prayer

image via pixabay

Yang ini musti karena segala sesuatu selalu berada dalam pengurusanNya dan kita tidak wujud.

Berdoa dan minta lah selalu pada Tuhan agar kebiasaan baik yang Anda inginkan bisa terwujud.

Sudah itu relaks-lah.

Bila dalam 21 hari kebiasaan baik belum juga terwujud menjadi keseharian gaya hidup Anda secara otomatis, relaks saja.

Suatu percobaan lain telah dilakukan oleh Philippa Lally, seorang health psychology researcher di University College London.

Dalam studi bersama beberapa koleganya tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa secara rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk membuat suatu kebiasaan baik menjadi otomatis itu adalah lebih dari 2 bulan atau bisa dikatakan 66 hari lebih tepatnya.

Namun, 66 hari itu secara rata-rata berdasarkan hasil penelitian.

Lamanya waktu untuk membuat suatu kebiasaan baik menjadi otomatis itu bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Bisa 18 hari atau bahkan bisa 254 hari.

Hasil percobaan juga menunjukkan bahwa, kehilangan satu waktu untuk melakukan kebiasaan baik tidak akan mempengaruhi secara material dalam proses menciptakan kebiasaan baik di dalam hidup Anda.

Jadi relaks saja ya sambil terus berdoa semoga ada kemudahan.

Silahkan klik disini untuk membaca lebih detail hasil percobaan Philippa Laly.

Demikian, semoga berkenan untuk Anda sahabat semua catatan kali ini.

Photo credit: Joshua at flicr

2 thoughts on “Apa Yang Harus Dilakukan Bila Dalam 21 Hari Kebiasaan Baik Belum Muncul Juga?

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s