Mudah Bicara Dengan Orang Lain Dalam Waktu 1,5 Menit Saja

friends

Di suatu saat, Anda akan berada pada kondisi dimana Anda sangat butuhkan ketrampilan untuk bisa berbicara dengan orang lain.

Anda butuh untuk bisa terhubung dengan orang lain dengan cepat dan berbicara dengan baik.

Bagaimana caranya?

Berikut ini beberapa tips dari Nicholas Boothman dari bukunya yang berjudul “How to Make People Like You ini 90 Seconds or Less“, yang baik untuk Anda terapkan.

Biar lebih asyik, saya padukan dengan sedikit ilustrasi dari pengalaman praktek pribadi saat beberapa hari lalu saya menggunakan jasa taksi online untuk transportasi pulang pergi rumah-kantor.

1. Jaga Sikap/Atitude Anda

image via pixabay

image via pixabay

Perhatikan sikap atau atitude Anda.

Inilah yang paling utama saat Anda bertemu dengan orang lain.

Katanya, sikap akan pengaruh dan mempengaruhi suasana perasaan dan pikiran Anda bahkan cara Anda berbicara dan tentu saja bahasa tubuh Anda pun akan sangat dipengaruhi oleh sikap Anda.

Sikap atau atitude juga bisa menular lho.

Sikap atau atitude yang baik terhadap orang lain akan menimbulkan sikap baik pula dari orang lain. Sebaliknya, sikap atau atitude yang buruk akan menulari orang lain untuk berbuat yang sama terhadap Anda.

Balik lagi ke buku pak Nicholas Boothman, beliau bilang mau bagaimanapun Anda hendaknya Anda tetap menjaga sikap baik kepada orang lain.

Oleh karena itu, ada tips dari pak Nicholas perihal bagaimana agar Anda bisa menjaga mood Anda tetap baik sepanjang hari di dalam bukunya.

Silahkan bila Anda tertarik untuk membaca lebih lanjut perihal tips tersebut di bukunya pak Nicholas.

Atau silahkan membaca perihal bagaimana mengubah mood dalam tulisan lalu disini.

Kita lanjut ke tips pak Nicholas lagi.

Sederhana saja yang Anda harus lakukan saat Anda berjumpa dengan orang lain. Berikan senyuman sambil menyapanya.

Berikan senyuman sambil berkata “halo” atau “hai” dan jaga bahasa tubuh untuk menunjukkan sikap baik Anda pada orang lain.

“Halo pak, dengan bapak X ya? (sambil senyum saya menyapa driver taksi online dan melihat sekilas ke wajahnya)”. Biar bahasa tubuh saya lebih terbuka, saya memilih untuk duduk di depan saja (beberapa driver menghargai sikap ini karena kecendrungan orang kantoran menurut mereka biasanya lebih memilih duduk di belakang, tetapi yah itu semua terserah Anda saja yang penting bisa nyaman)

Itu yang coba saya praktekan perihal menjaga sikap dan atitude yang baik saat berinteraksi dengan driver taksi online..

2. Miliki Ketrampilan Berbicara

image via pixabay

image via pixabay

Ketrampilan bicara dengan orang lain juga harus Anda miliki.

Hal ini berkutat pada bagaimana cara Anda untuk memulai pembicaraan dan bagaimana cara Anda untuk menjaga percakapan agar bisa terus berlanjut tanpa kehabisan bahan.

Menurut pak Nicholas, rumusan sederhana untuk memulai suatu pembicaraan adalah dengan memulai pernyataan perihal lokasi dan kejadian, dilanjutkan dengan pertanyaan terbuka.

Anda diminta untuk lebih memperhatikan sekeliling Anda karena dari situ ada banyak ide pembuka untuk memulai pembicaraan Anda.

Gunakan kata-kata pertanyaan “Dimana, Siapa, Apa, Kapan?” dan lain sebagainya.

Anda pun bisa membuat orang menjawab lebih detail dengan menambahkan apa yang dibilang pak Nicolas sebagai “sensory specific verbs“, yakni, lihat, rasa dan ungkap agar teman bicara lebih berani memberikan opini dan pengalamannya kepada Anda.

Lanjut ke contoh saya dengan driver taksi online tadi:

“Wah cepat juga pak. Bapak bisa sampai ke tempat saya sesuai estimasi waktu di Hp saya (bikin pernyataan sesuai situasi). Emang bapak lagi dimana tadi? (buka percakapan dengan pertanyaan “where?”). Saya kan lagi didekat-dekat sini pak!, kata pak driver membalas pertanyaan saya.”

“Oh… udah lama Pak di taksi online? (kembali saya mulai dengan pertanyaan “how long”). Jawab si Bapak, baru kok pak, paling baru 2 bulanan ini…”

“Saya lanjut bertanya, gimana pengalaman bapak selama 2 bulanan ini pak? (tanya saya lagi pake sensory spesific verbs “gimana?” biar si bapak mau ungkap pengalamannya.”

Nah, si bapak bakal lebih banyak bercerita deh tuh. Pengalaman dan suka dukanya selama bawa mobil taksi online.

Saya mah tinggal mendengarkan saja.

Lalu bagaimana cara Anda untuk menjaga agar pembicaraan Anda tidak kehabisan bahan bicara?

Gampang kok tinggal gunakan rumus ajaib RP3 (Repetisi + Pernyataan Pribadi + Pertanyaan).

Bagaimana contoh menerapkan rumus ajaib RP3? Silahkan, Anda bisa membaca tulisan perihal tersebut disini pastinya.

3. Jangan Lupa Sinkronisasi

image via pixabay

image via pixabay

Nah, tips selanjutnya adalah Anda tidak boleh lupa untuk cepat melakukan sinkronisasi.

Apakah sinkronisasi?

Sinkronisasi adalah usaha yang Anda lakukan untuk menyesuaikan “tingkah laku” Anda dengan “tingkah laku” teman bicara Anda sehingga Anda dan teman bicara Anda merasa aman dan nyaman dalam melakukan bicara.

“People like people who like them”

Bagaimana caranya?

Ada cara berikut yang bisa dilakukan:

#1 Sinkronisasi bahasa tubuh & ekspresi wajah.

Sinkronisasi bahasa tubuh berarti Anda melakukan beberapa bahasa tubuh tertentu yang dilakukan oleh teman bicara Anda.

Contohnya, perhatikan bagaimana teman bicara Anda melakukan gerakan tangan saat sedang berbicara. Lalu tirulah saat Anda mendapat giliran untuk berbicara.

Perhatikan saat dia berkata tidak tahu apakah menggelengkan kepalanya atau mengerakan tangganya? Saat dia berkata tidak tahu apakah kedua telapak tangan memberikan isyarat serupa atau hanya satu tangganya saja yang memberikan isyarat tidak tahu.

Selain itu, Anda juga bisa untuk mensinkronkan ekspresi wajah disaat-saat tertentu

Contohnya, perhatikan saat teman bicara menyatakan keheranan apakah dia mengernyitkan dahinya, mengangkat alisnya atau merapatkan mulutnya? Anda juga bisa menirunya disaat-saat Anda berbicara untuk menimbulkan keheranan.

Agak aneh mungkin untuk dilakukan, tetapi bila sudah biasa dan dilakukan secara alami maka sinkronisasi bahasa tubuh dan ekspresi wajah menjadi hal yang biasa saja untuk dilakukan.

#2. Sinkronisasi suara

Suara mampu merefleksikan perasaan maka dari itu Anda pun bisa mensinkronkan dengan Anda.

Perhatikan tone, volume, speedpitch, dan rhythm teman bicara Anda saat sedang berbicara.

Tone. Perhatikan tone suara teman bicara Anda. biasanya akan terpancar emosi dari tone suaranya. Sinkronkan emosi Anda lewat tone suara teman bicara Anda.

Volume. Perhatikan volume suara teman bicara Anda. Bila Anda biasa bicara keras dan kencang saat berbicara dengan teman bicara yang bicaranya lembut yah sesuaikanlah biar dia pun merasa nyaman.

Speed. Berbicara dengan kecepatan yang sama akan membuat nyaman. Sebab kalau tidak, Anda yang akan lebih sering bicara sementara teman bicara Anda lebih banyak diam.

Pitch. Perhatikan pitch suara teman bicara Anda sebab dia bisa menggambarkan energi. Pitch yang semakin tinggi menggambarkan ketertarikan. Sebaliknya pitch yang rendah menggambarkan ketenangan.

Rhythm. Perhatikan juga irama bicara mereka. Beberapa orang punya irama perlahan sedangkan beberapa orang lainnya lebih bertenaga dan pragmatis.

Kedua hal diatas, sinkronisasi bahasa tubuh ataupun sinkronisasi suara bisa Anda lakukan secara simultan atau pilih saja yang mana yang menyenangkan dan mudah.

Lebih lanjut perihal sinkronisasi ini bisa Anda pelajari untuk lebih memahaminya dalam tulisan lalu disini.

Oke, kita lanjut ke contoh saya dengan driver taksi online tadi lagi ya.

Saya punya pengalaman sinkronisasi suara biasanya lebih enak untuk dilakukan dan lebih cepat daripada sinkronisasi bahasa tubuh.

Semisal saat bertemu dengan orang dari Jawa Barat. Pola suaranya sudah saya paham benar. Mensinkronkan menjadi mudah dan bicara pun menjadi menyenangkan karena kebetulan orang tua saya juga dari Jawa Barat.

Demikian pula bila berbicara dengan teman-teman dari Sumatra biasanya ada pola-pola suara yang bisa mudah dideteksi sehingga saya tinggal mensikronkannya saja.

Dan pola-pola suara, lewat pengalaman tentunya, bisa Anda cepat kenali. Dari situ Anda pun akan mudah dan cepat melakukan sinkronisasi dan membangun keakraban.

Kadang saya bertanya langsung ke driver dari mana asal mereka

“Maaf ni, bapak dari Sumatra?, tanya saya pada pak Driver. Pak Driver pun bilang, oh… saya dari padang pak. Saya jawab lagi, oh… orang tua saya juga dari padang pak, bukit tinggi tepatnya, meski saya sendiri belum pernah ke sana… :-)”

Nah mulai terjadi sinkronisasi ni.

Biasanya orang dari padang lebih suka untuk bicara dengan kecepatan sedang dan pitch-nya jelas (bukan kesimpulan utama lho, hanya pendapat saya saja).

Jadi tinggal dieksplorasi saja lagi dengan pernyataan dan pertanyaan “sensoric spesific verb” perihal bagaimana kehidupan desa di padang, sebab kebetulan almarhum ibu saya pun orang padang.

Selanjutnya, ya si bapak jadi lebih banyak bercerita. Saya tinggal mendengarkan dan percakapan berlangsung baik sehingga tak terasa lagi itu kemacetan… hehehe.

Dan, saya bisa sampai di rumah dengan memperoleh ilmu lebih banyak lagi perihal adat istiadat orang padang.

Demikian sahabat semua. Diatas hanya contoh saja, semoga tidak menimbulkan pro kontra perihal kesukuan. Anda tentu bisa mengekspolasi dengan gaya dan cara Anda sendiri.

Selamat mempraktekkan dan mencoba ya dan jangan lupa untuk selalu menjaga etika dengan orang yang baru kenal.

Photo credit: Pixabay

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s