Stop, Jangan Lagi Banyak Berpikir Yang Berat-Berat

image by pixabay

Anda tentu sudah sering mendengar pernyataan yang bilang bahwa sudah seharusnya Anda menghindari yang namanya berpikir berat.

Berpikir terlalu berat justru malah membuat Anda semakin lelah dan lemah.

Energi Anda terbakar habis dan Anda tidak mampu lagi untuk bersosialisasi atau bermain bersama keluarga di rumah.

Kalau besok pagi punya rencana mau olahraga bersama keluarga, maka malamnya Anda jangan melakukan sesuatu yang butuh kerja dari otak Anda untuk banyak berpikir.

Kalau Anda tetap melakukanya, keesokan hari Anda bisa cepat lelah. Niat awalnya mau lari 5 km pada akhirnya cuma 1 km saja.

Lebih baik relaks dan biarkan otak beristirahat sehingga besok Anda tidak mudah kecapean.

Dengan kata lain, kegiatan berpikir berat akan sangat berdampak pada kemampuan fisik Anda.

Rupanya hal tersebut telah lama dibuktikah oleh suatu percobaan yang dilakukan oleh Dr. Samuele Marcora.

Penelitian Dr. Samuele Marcora

Dr. Samuele Marcora adalah seorang ahli kesehatan olahraga dari University of Kent yang telah membuktikan bahwa berpikir berat dapat melemahkan kemampuan fisik Anda.

Penelitian Dr. Marcora dilakukan dengan mengambil beberapa orang sebagai sample dengan rentang usia rata-rata relatif masih muda di usia 26-an tahun.

Mereka melakukan serangkaian kegiatan yang terukur selama 3 hari.

Hari 1 untuk datang melakukan test alat “exercise bike“, hari ke-2 test lab dan mengisi kuesioner, serta hari ke-3 mulai menjalani test ketahanan fisik dengan “exercise bike“.

Masing-masing mereka sudah diinfokan untuk menjaga badan agar jangan melakukan aktivitas yang melelahkan, banyak minum air putih, dan menghindari rokok serta kopi sebelumnya.

Jadi secara fisik, mereka semua dalam keadaan bugar sebelum melakukan test latihan ketahanan fisik pakai “exercise bike“.

Sebelum melakukannya test ketahanan fisik, mereka diberi menjadi 2 perlakuan atau kelompok sebagai berikut:

Kelompok 1, diberi tugas menyelesaikan permainan di depan komputer yang tentunya butuh banyak kerja otak untuk berpikir.

Kelompok 2, hanya diberi tugas untuk menonton film dokumenter (lebih santai pastinya, tidak butuh kerja otak yang berat).

Baru kemudian setelah itu, masing-masing mereka mulai melakukan test ketahanan fisik.

Dan hasilnya adalah, kelompok 1 memiliki “time to exhaustion” yang lebih rendah daripada kelompok 2, alias mereka jadi cepat lelah dalam melakuan test ketahanan tersebut.

Biasanya, cepat lelah itu lebih disebabkan oleh faktor fisiologi semisal masalah pada urusan “cardio respiratory” (masalah jantung dan pernapasan kali ya).

Namun teryata, tidak ada perbedaan dari kelompok 1 dan kelompok 2 bila dilihat dari faktor fisiologi tersebut.

Dengan kata lain, faktor yang membuat cepat lelahnya kelompok 1 itu bukan karena masalah fisiologi, tetapi lebih kepada faktor yang dipicu secara “cognitive” (isilah lagi?).

Gampangnya, cepat lelahnya mereka itu lebih disebabkan karena kelelahan mental atau “mental Fatique“, akibat sebelumnya banyak menggunakan otak bekerja untuk menyelesaikan permainan game di komputer sebelum melakukan test dengan “exercise bike“.

Kira-kira seperti itu hasil percobaannya pak Dr. Samuele. Lengkapnya bisa dilihat dan dibaca disini.

Jadi, terbukti kan kalau banyak melakukan aktivitas berpikir apalagi yang berat-berat akan sangat mempengaruhi kemampuan fisik Anda. Anda menjadi cepat jadi lelah meskipun motivasi Anda masih tetap tinggi.

Percobaan Dr. Samuele Marcora, sejalan dengan apa yang dikatakan oleh pak Roy F Baumeister.

Menurut pak Roy, aktivitas berpikir dan memutuskan memang akan menghabiskan energi dalam tubuh Anda dimana saat itulah Anda mengalami apa yang dikatanya sebagai “decision fatique“.

Dan kalau Anda sudah mengalami “decision fatique” maka Anda sudah tidak bisa lagi mengendalikan diri Anda. Padahal kendali diri itu amat sangat dibutuhkan untuk aktivitas-aktivitas Anda lainnya.

Lengkapnya perihal “decision fatique” juga bisa Anda baca dalam tulisan lalu disini.

Dengan demikian, ada “mental fatique” ada juga “decision fatique” kedua-duanya harus dihindari.

Penyebabnya karena banyak berpikir dan memutuskan.

Maka, kurangilah kegiatan banyak berpikir yang berat-berat dan memutuskan itu dari sekarang ya.

Istirahatlah yang cukup dan sering-sering melakukan “recharging” agar tubuh kembali fresh.

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s