Hampir Seluruh Anda Ternyata (Bisa) Berbohong

image via flicr

image via flicr

Bagaimana menurut Anda bila dikatakan bahwa tidak ada orang yang jujur di dunia ini?

Selalu saja ada keinginan orang untuk berbuat curang, meskipun itu hanya sedikit saja.

Benarkah demikian adanya?

Ada teori yang bilang bahwa tindak kecurangan itu seperti sedang melakukan analisa untung-rugi.

Bila Anda rasa keuntungan lebih besar dari kerugian yang akan didapat maka Anda akan cenderung berbuat curang.

Sebab Anda selalu menimbang faktor-faktor berikut sebelum memutuskan untuk berbuat curang atau tidak jujur itu.

Faktor tersebut adalah seberapa besar yang bisa Anda peroleh, seberapa besar kemungkinan ketahuan serta hukuman seperti apa yang akan Anda derita bila ketahuan.

Yang dominan tentunya faktor imbalan dan kemungkinan ketauan.

Kedua hal ini menarik untuk dikaji apakah memang benar itu yang kerapkali memotivasi orang untuk berbuat curang?

Berangkat dari teori tersebut, Dan Ariely, seorang behavioral economist, kemudian melakukan beberapa eksperimen lanjutan.

Eksperimen awalnya sederhana saja.

image via flicr

image via flicr, gambar hanya ilustrasi saja

Beberapa orang-orang di suatu universitas diminta untuk menyelesaikan 20 soal matematika yang cukup mudah, tetapi dengan waktu yang amat terbatas cuma 5 menit saja.

Sebelum memulainya, Dan Ariely memberikan instruksi bahwa setiap orang nanti akan diberi imbalan $1 dolar untuk setiap jawaban benar mereka.

Pengerjaan soal pun dimulai dan dalam waktu 5 menit semua orang diminta untuk berhenti mengerjakan soal.

Orang-orang tersebut diminta menghitung sendiri berapa jawaban benar mereka dan setelah itu diminta pergi ke belakang kelas lebih dahulu menuju mesin penghancur kertas.

Mereka diminta untuk menghancurkan kertas jawaban mereka dengan mesin penghancur kertas tersebut.

Baru setelahnya, mereka diminta maju lagi ke meja pengawas untuk memberitahukan berapa banyak soal yang mereka jawab benar.

Tes kejujuranlah, barang bukti dihancurkan dan mereka sendiri yang harus jujur bilang berapa jawaban benar mereka.

Hampir sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka bisa menjawab benar rata-rata 6 soal dan dibayarlah mereka $6 dolar.

Namun ada rahasia yang tidak diketahui oleh responden.

Mereka tidak mengetahui bahwa sesungguhnya kertas jawaban yang mereka masukkan oleh mereka sendiri ke dalam penghancur kertas tidaklah benar-benar hancur.

Kertas tersebut kemudian diambil lagi oleh para pengawas untuk dilihat seberapa banyak orang sebenarnya yang jujur dalam membuat pernyataan.

Para pengawas pun kemudian menganalisa dan menghitung bahwa ternyata banyak responden hanya menjawab benar rata-rata untuk 4 soal saja.

Woww.. terlihat kan, bahwa hampir sebagian besar responden tidak jujur dalam hal ini.

Rata-rata bilang mampu menjawab benar 6 soal, pada kenyataannya mereka hanya menjawab benar 4 soal saja.

Eksperimen pertama ini menyimpulkan bahwa hampir sebagian besar orang tidak jujur meskipun tidak banyak-banyak amat dalam melakukannya.

Rata-rata responden curang dan mengambil keuntungan $2 (sedikit saja dalam ukuran eksperimen) hanya saja dilakukan oleh hampir lebih dari setengah responden.

Hampir lebih dari setengah responden… Bayangkan coba…

Dan Ariely bersama rekannya kemudian memodifikasi eksperimen mereka selanjutnya.

Sebagian responden diberi variasi terhadap banyaknya uang yang bisa didapatkan bila mereka menjawab benar. 

Kita akan bayar mereka 10 sen, 50 sen, $1, $5 dan $10 untuk setiap soal yang benar, begitu kata Dan Ariely.

Bagaimana menurut pendapat Anda? Apakah yang akan terjadi? 

Anda mungkin mengira bahwa ketika jumlah uang ditambah, para responden akan semakin tidak jujur, tetapi pada kenyataannya tidaklah demikian. 

Hasilnya masih konsisten, hampir sebagian besar orang melakukan kecurangan kecil-kecilan saja dan tidak sensitif terhadap kenaikan imbalan yang akan diperoleh.

Dengan kata lain, faktor besaran yang bisa didapat tidak begitu dominan mempengaruhi orang untuk berbuat curang dan mengambil keuntungan lebih banyak.

Lalu bagaimana dengan faktor kemungkinan tertangkap atau ketahuan?

Dalam percobaan lain Dan Ariely juga memodifikasi eksperimennya.

Dia meminta responden untuk menghancurkan kertas jawaban mereka hanya sebagian saja tidak seluruhnya.

Tindakan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah bila orang tahu kalau kertas jawaban mereka tersisa (yang nanti bisa dijadikan barang bukti) akan menimbulkan perbedaan pada tingkat keinginan untuk berbuat curang?

Pada kesempatan lain malah sempat dicoba bagaimana bila pengawasnya diganti oleh seorang yang tidak memiliki kemampuan melihat. Apakah responden akan semakin banyak berbuat curang?

Hasilnya tetap konsisten bahwa sebagian besar orang melakukan kecurangan, tetapi hanya kecil-kecilan saja meskipun kemungkinan tertangkapnya juga kecil.

Pembohongan Diri (Fudge-Factor)

image via flicr

image via flicr

Berdasarkan eksperimen-eksperimen tersebut, Dan Ariely kemudian mengajukan teori bahwa “our behavior is driven by two opposing motivations“.

Tingkah laku kita dalam hal ini ditentukan oleh 2 bentuk motivasi berbeda.

Satu sisi, kita ingin melihat diri kita sendiri sebagai orang yang jujur dan terhormat dan ingin melihat diri kita di cermin dan merasakan diri ini adalah baik (ego motivation).

Di sisi lain, kita boleh melakukan sedikit kecurangan sepanjang masih bisa merasa nyaman terhdap diri kita sendiri (financial motivation).

Jadi, ada semacam tingkat kecurangan yang masih bisa kita terima dimana kecurangan boleh kita lakukan pada level ringan, selama itu tidak mengubah gambaran kita terhadap diri kita sendiri.

Dan Ariely mengistilahkannya sebagai faktor pembohongan diri (Fudge Factor)

Agak-agak gimana gitu membaca perihal 2 motivasi ini.

Dengan bahasa sederhananya, kecurangan akan cenderung Anda lakukan sepanjang hal tersebut tidak mengubah gambaran perihal diri Anda sendiri sebagai orang yang baik.

Dan yang lebih menarik adalah bahwa kecurangan Anda itu akan bertambah ketika Anda melihat kecurangan di sekitar Anda, utamanya jika itu berasal dari kelompok Anda.

Kecurangan juga akan bertambah ketika Anda dihadapkan pada objek yang bukan uang (benda lain yang bisa diuangkan atau bentuk-bentuk pembayaran online yang zama sekarang sudah jadi kebutuhan).

Semakin gimana perasaan ini membaca penjelasan tersebut.

Bayangkan saja, sekarang ini apa-apa bisa dilakukan dengan sistem transfer antar bank dan tidak heran bila kecurangan akan semakin bertambah seiring dengannya.

Lalu apakah yang bisa menguranginya?

Ketika orang diingatkan tentang moral, etik dan agama sampai level tertentu bisa membuat orang tidak ingin berbuat curang. 

Sedikit bisa dibahas perihal kode etik yang juga sempat dilakukan test oleh Dan Ariely.

Pada satu kesempatan, para responden diminta untuk menandatangani semacam kode kehormatan (honor of code). Semacam pernyataan bahwa test akan dilakukan berdasarkan panduan kode kehormatan universitas.

Para responden yang menandatangani kode kehormatan tidak ada yang berbuat curang (meskipun kode kehormatan itu cuma diada-adakan saja, sesungguhnya tidak ada).

Lalu bagaimana bila terrnyata kode kehormatan itu memang ada?

Dari berbagai percobaan lain di suatu universitas yang memang memiliki semacam kode kehormatan tertulis dan setiap tahun selalu ada program training untuk mengingatkan kembali kode kehoarmatan tersebut.

Apakah para responden yang ikut eksperimen dan mengerti benar bahwa mereka punya kode kehormatan tidak melakukan kecurangan?

Ternyata walalupun mereka sadar mereka punya kode kehormatan yang selalu diingatkan setiap tahun, tetap saja mereka melakukan kecurangan.

Kecuali itu tadi mereka diminta untuk menandatangani kode kehormataan terlebih dulu sebelum melakukan test. Baru deh mereka tidak akan melakukan kecurangan.

Silahkan bila Anda berminat, Anda bisa membaca lebih lanjut di bukunya Dan Ariely yang berjudul “The (Honest) Truth About Dishonesty Book“.

Mengetahui hasil eksperimen ini, anjuran dari beberapa orang arif agar kita selalu ingat pada Tuhan dan selalu memohon perlindunganNya menjadi benar adanya.

Andapun bisa menyaksikan penjelasan singkat perihal eksperimen diatas dalam presentasinya Dan Ariely di Ted.com

Semoga Allah selalu berikan rahmatnya untuk Anda semua.

Salam..

4 thoughts on “Hampir Seluruh Anda Ternyata (Bisa) Berbohong

Komentar Anda disini sangat Berarti

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s